iklan



FOKUS

Panggung Ceria, Ruang Tumbuh Anak Usia Dini

Salah satu aksi pentas kelompok TKIT Al Farabi sedang menunjukkan kebolehan mereka.  Para orang tua tampak rona bahagia dan bangga menyaksikannya.

GUGAT news. com BANTUL

Suara musik yang berganti antara riang dan lembut mengiringi langkah-langkah kecil anak-anak di atas panggung. Sabtu pagi (13/6), ratusan siswa Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Al Farabi Kasihan, Bantul, menampilkan beragam pertunjukan seni dalam kegiatan bertajuk Panggung Ceria Anak

Hebat di Balai Desa Tamantirto.

Anak-anak dari kelompok Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) tampil secara bergantian di hadapan orang tua, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul. Mereka menari, bernyanyi, bergerak mengikuti irama, dan memainkan peran sesuai tema yang telah dipersiapkan bersama para guru.

Bagi anak usia dini, panggung semacam ini bukan sekadar hiburan. Panggung menjadi ruang belajar yang mempertemukan keberanian, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi dalam suasana yang menyenangkan.

Panggung Ceria Anak Hebat LPIT Al Farabi menginisiasi pembukaan tenan usaha untuk mendorong berkembangnya kewirausahaan

Kepala TKIT Al Farabi, Siti Lestari, S.Pd.AUD, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program intrakurikuler yang diselenggarakan setiap tahun. Melalui proses pendampingan dan latihan yang berlangsung selama pembelajaran, sekolah berupaya mengembangkan kemampuan motorik dan sensorik anak secara optimal.

Menurutnya, pentas seni juga menjadi sarana bagi anak untuk membangun rasa percaya diri, melatih kemandirian, serta memperkuat kemampuan bekerja sama dengan teman sebaya. Selain itu, kegiatan tersebut membuka ruang bagi anak untuk mengenali bakat dan minatnya sejak dini.

"Melalui kegiatan ini, hubungan antara sekolah, anak, dan orang tua juga semakin erat karena semua terlibat dalam proses tumbuh kembang anak," ujarnya.

Antusiasme tampak jelas dari wajah para orang tua yang memenuhi ruang pertunjukan. Mereka menyaksikan setiap penampilan dengan penuh perhatian. Sesekali tepuk tangan dan senyum bangga mengiringi aksi putra-putri mereka di atas panggung.

Setiap kelompok menghadirkan pertunjukan dengan tema yang dekat dengan dunia anak. Nilai-nilai cinta kepada Allah, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan pada lingkungan dikemas dalam bentuk lagu, gerak, dan cerita yang mudah dipahami.

Berbagai judul pertunjukan ditampilkan, antara lain Bintang Kecil, Angkat Tanganmu, Pelangi di Balik Terumbu Karang, Semangat di Ladang Jagung, Menjaga Ciptaan Allah, Kupu-Kupu Datang, hingga Petualangan Cilik. Tema-tema tersebut lahir dari kolaborasi antara guru, orang tua, dan komite sekolah.

Pendiri dan pembina Yayasan Al Farabi Mulia berpesan agar pembelajaran kesenian mengutamakan berkembangnya hati yang luhur, halus dan indah.

Kolaborasi tidak hanya terlihat di atas panggung. Pada hari yang sama, LPIT Al Farabi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi keluarga melalui bazar kewirausahaan. Sebanyak 12 stan milik orang tua siswa dan pelaku usaha umum hadir di halaman Balai Desa Tamantirto. Enam stan lainnya diisi oleh sponsor kegiatan.

Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari makanan sehat, oleh-oleh khas daerah, produk konveksi, jasa layanan, hingga layanan perbankan. Kehadiran bazar tersebut memberi kesempatan bagi para orang tua untuk memperkenalkan dan memasarkan produk usaha mereka kepada masyarakat.

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Al Farabi Mulia, Hary Sutrasno, menegaskan bahwa pendidikan seni seharusnya tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis semata. Pendidikan seni, menurutnya, perlu menjadi sarana untuk membangun kehalusan budi dan karakter anak.

Ia menilai bahwa kemampuan menari, menyanyi, atau tampil di atas panggung harus berjalan seiring dengan pembentukan sikap jujur, disiplin, dan berintegritas. Pendidikan yang menyentuh hati akan membantu anak memahami nilai-nilai kebaikan yang kelak menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, kegiatan seperti Panggung Ceria Anak Hebat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan

akhir tahun. Di balik setiap gerakan, lagu, dan senyum anak-anak, terdapat proses pembelajaran yang melatih keberanian, menumbuhkan karakter, dan membangun kepercayaan diri sejak usia dini.

Panggung itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun pengalaman yang diperoleh anak-anak dapat menjadi bagian penting dari perjalanan mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan berakhlak baik. (Tor/*)





BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close