Berbekal Menu Warisan Ibu, Lontong Tetel Kini Buka Cabang di Kawasan Wisata Dieng
Chef Lontong Tetel Cabang Dieng tengah meracik menu lontong tetel untuk pengunjung.
GUGAT news. com BANJARNEG
Guna melayani wisatawan, Lontong Tetel, sebuah menu masakan berbahan baku lontong dan tetelan daging sapi atau ayam kampung dan berkuah santan kental, membuka cabang di kawasan wisata pegunungan Dieng Wonosobo-Banjarnegara.
Saat ini, wisata kuliner Lontong Tetel yang punya tagline "Seger-Kemlecer" itu, berpusat di Jl Sabuk Alu atau tepat di depan Kantor KPU Wonosobo. Tempat tersebut kerap dikunjungi para pecinta kuliner untuk memanjakan lidah dan perutnya.
Karena ingin mendekatkan wisata wan yang sedang berlibur di kawasan Dieng atau warga sekitar Dieng itu sendiri, Lontong Tetel dihadirkan khusus di kawasan wisata alam pegunungan Dieng, sejak Sabtu (3/10/2026).
Pengunjung saat menikmati menu Lontong Tetel di gerai Lontong Tetel di kawasan wisata pegunungan Dieng.
Owner Lontong Tetel Wonosobo Istana Yuda Pratama mengatakan Lontong Tetel Cabang Dieng resmi dibuka. Orang yang berwisata ke Dieng, kalau mau menikmati menu Lontong Tetel, sudah tidak jauh-jauh lagi harus turun ke area kota Wonosobo. Lontong Tetel di Dieng berada di wilayah Desa Dieng Kulon Batur Banjarnegara.
"Berada persis di pinggir jalan di depan Mushola Assyofa Dieng. Kurang lebih berjarak 200 meter dari titik nol Dieng. Kami ingin memfasilitasi para wisatawan yang masih stay di Dieng untuk sekalian menikmati kuliner Lontong Tetel sehingga mereka lebih lama tinggal di Dieng," katanya.
Ditambahkan Mas Yuda, wisatawan selain menikmati sensasi view alam pegunungan Dieng dan keragaman budaya yang ada, juga bisa sekalian mencicipi keragaman wisata kuliner khas daerah dingin. Salah satunya adalah wisata kuliner baru Lontong Tetel di kawasan Dieng yang segar kemlecer.
Suasana keramaian pengunjung saat menikmati menu di Wisata Kuliner Lontong Tetel di kawasan wisata pegunungan Dieng.
Menu Warisan Ibu
Mas Yuda bercerita, menu Lontong Tetel, sebenarnya merupakan warisan kuliner dari almarhumah ibunya, yakni Ibu Sunarti. Dulu, sewaktu dirinya masih kecil, Ibu kandungnya kerap memasak daging tetelan sapi dan ayam berkuah. Rasanya sangat enak, nikmat dan seger kemlecer.
"Warisan kuliner Ibu saya itu, lalu saya teruskan dengan membuka usaha kuliner Lontong Tetel seperti saat ini. Resep dari Ibu itulah yang ingin kami kenang dan rasanya selalu ngangeni. Almarhumah telah mengajarkan ke anak-anaknya tentang masakan alami yang sangat enak dinikmati," kisahnya.
Kenapa hadir menu Lontong Tetel di Wonosobo dan Dieng? Karena, daerah pegunungan ini cuacanya cukup dingin, maka sangat tepat untuk makan menu dengan nuansa hangat dan segar, yang bisa membuat rasa kehangatan di tubuh. Maka salah satunya adalah Lonong Tetel.
"Menu Lontong Tetel ini bisa menghangatkan tubuh. Karena kuahnya panas, pedas dan seger kemlecer. Bagi yang enggak suka pedas, ada kuah original yang manis non pedas. Lontong Tetel juga bisa melengkapi khasanah kuliner khas Dieng yang sudah ada sebelumnya, yakni mie ongklok, minuman carica, geblek maupun tempe kemul," ujarnya.
Wisata kuliner Lontong Tetel di kawasan Dieng dibuka setiap hari. Open mulai dari jam 06.30 WIB dan baru ditutup pada pukul 21.30 WIB. Wisatawan yang baru saja menikmati sunrise di kawasan Dieng, bisa langsung sarapan menu Lontong Tetel. Bahkan di malam hari menu ini bisa untuk menghangatkan tubuh.
"Nanti bisa makan yang berkuah-kuah. Baik yang nggak pedas maupun yang pedas. Lontong Tetel masih ditemani dengan menu pendamping, tempe kemul, geblek dan minuman segar carica. Kapasitas tempat kuliner ini bisa menampung sekitar 200 orang di lantai bawah dan lantai atas. Di lantai atas juga ada view alam pegunungan Dieng," tandasnya. (Tor)









