Featured Post

Kopi Pahit Penyembuh Flu

     Kopi Pahit dan Air Putih Hangat. GUGAT news.com *Penyembuhan Flu & Sakit Kepala dengan cepat....   Sebarkan ke seluruh kenalan Anda...

Kopi Pahit Penyembuh Flu

Juli 26, 2021


     Kopi Pahit dan Air Putih Hangat.

GUGAT news.com

*Penyembuhan Flu & Sakit Kepala dengan cepat....   Sebarkan ke seluruh kenalan Anda...*

*Saat mau flu. Silahkan coba. Tanpa ada bahayanya...*

*Semoga flu & sakit kepala anda segera berlalu !!!*

*Jika merasa mau flu dengan tanda ingus mulai meleleh, bersin2, sedikit sakit kepala. Itu saatnya gejala flu terjadi...*

*1. Segera minum 2 - 3 gelas air putih hangat Tunggu 3 s/d 5 menit.*

*2. Seduhlah 1 cangkir kopi panas, segala jenis kopi pahit _tanpa gula pasir_  Wajib diminum selagi panas baru bermanfaat.*

*3. Setelah 20 s/d 30 menit sehabis minum air hangat & kopi panas tanpa gula pasir tadi, Anda akan segera pipis. Yang menakjubkan...: Flu, bersin2 & sakit kepala pun lenyap dari Anda.*

*Pengen tahu kenapa ?*

1. Kopi tanpa gula pasir memicu kita cepat pipis, ditambah air hangat yg kita minum, membuat virus yg di dlm tubuh kita, terkuras keluar

2. Kopi pahit tanpa gula pasir adalah additive, penambah semangat,  sehingga membuat kita lebih " aware". Rasa kantuk telah dihilangkan, Virus telah terkuras sebagian sewaktu kita pipis, maka flu akan cepat sembuh.

Semoga banyak orang memetik manfaatnya...

SEHAT ITU INDAH...

HIDUP JADI LEBIH BERMAKNA...Tambah Semangat



PPKM Eceran Boros Uang Boros Derita

Juli 26, 2021


         Ki Jliteng Suparman

Pelaku pariwisata menjerit, UMKM menjerit, usaha 'event' menjerit, pekerja seni menjerit, semua menjerit kecuali orang punya gaji dan pihak yang memperoleh nilai ekonomis pandemi.

Menjerit dan cemas. Karena tidak ada jaminan kepastian dari kebijakan PPKM yang berjudul-judul akan selesai sampai jilid berapa. Yang tak kalah bikin cemas yakni tidak adanya jaminan perlindungan bagi perut rakyat yang makin melilit.

Petarung bilang: "lu jual gua beli". Melawan pandemi ini kuat kesan pemerintah 'ingah-ingih', enggan memborong, lebih memilih beli eceran pun dengan harga grosir.

Sesungguhnya semua sudah mengerucut pada satu titik keyakinan bahwa hanya dengan memborong 'lockdown' maka pandemi akan benar-benar dapat dikendalikan. Dengan "Karantina Kesehatan" niscaya kebersatuan dan kebersamaan pemerintah dan rakyat benar-benar terwujud.

Kiranya masyarakat akan mendukung seratus persen kebijakan pemerintah menangani pandemi, ketika 'basic need'-nya terpenuhi sebagai syarat utama membatasi mobilitas. Efek konstruktif lain, imunitas pun meninggi oleh ketenangan psikologis sehingga tidak gampang terpapar corona.

Bukankah mestinya begitu cara memutus rantai penyebaran virus Covid-19 paling efektif? Tapi mengapa pemerintah sedemikian enggan memborong, lebih memilih beli eceran pun harga grosir? 

            WASPADA Corona masih ada

Alasannya klasik, terkendala kemampuan anggaran atau dana. Tapi para ahli ekonomi mayoritas mengatakan bahwa pemerintah punya cukup uang untuk membiayai lockdown, utamanya bila mau menunda atau menghentikan ambisi pembangunan infrastruktur maupun mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih berorientasi ke kapital besar. 

Namun sayang sikap pemerintah justru berkebalikan. Untuk anggaran infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi (kapital besar) tampak 'nyah-nyoh', tapi untuk penanganan pandemi utamanya perlindungan kebutuhan dasar rakyat sedemikian pelit.

Kebijakan pemerintah apa pun bentuknya niscaya sulit mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sekali lagi bukan perihal mau atau tidak mau mendukung. Rakyat di mana pun sama. Bukan rakyat Indonesia sulit diatur. Tetapi syarat-syarat untuk dapat mendukung kebijakan tidak terpenuhi.

Tak perlu ahli ekonomi. Logika hitungan sederhana pun mampu menyimpulkan. PPKM eceran sekali-dua kali bisa dibilang irit. Sejak PSBB hingga PPKM banyak judul itu bentuk ngecer yang ketika dihitung menjadi teramat sangat boros. Bukan hanya boros uang tapi juga "boros derita" karena tidak efektif, tidak menyelesaikan.

    MakanKu Makanan Sehat Siap Saji

Kondisi seperti ini mau sampai kapan? 

Tolong, deh. Ambisi infrastruktur, layanan kapitalis, syahwat politik kekuasaan semua ngalah sebentar. Bikin konsep berdasar scient, siapkan skenario akurat, siapkan anggaran, dalam dua pekan hingga satu bulan Corona Delta dan teman-temannya akan bertekuk lutut.

Bukan 'ndhisiki kersaning Allah'. Ketika pemerintah terus bersikap 'pokoke' di sisi lain perut masyarakat juga 'pokoke', maka akan terjadi benturan antar 'pokoke' yang berujung ambyar. Semoga tak pernah terjadi.

Bisa pesan ke Ibu Gina Marlia 082136563959

                °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°               



Bamsoet Ajak Jaga Harmoni Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara

Juli 26, 2021


    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

MUNAS ke-2 Majelis Umat Kristen Indonesia

GUGAT news.co.

JAKARTA- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kiprah Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) sebagai organisasi umat Kristiani yang senantiasa mendorong terwujudnya harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Serta mengedepankan pendekatan dialog dan kerjasama atas dasar kasih, kebenaran, keadilan dan kesetaraan, sebagaimana tercermin dalam visi organisasi MUKI.

"Dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional ke-2 (Munas ke-2), MUKI juga harus menyadari regenerasi kepengurusan adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan setiap organisasi, dan menjadi siklus periodik yang lazim, sekaligus menjadi penanda bahwa roda organisasi bergerak dan berkembang secara sehat dan demokratis. Kita berharap kepada jajaran Kepengurusan MUKI periode 2021-2026, bisa meneruskan kerja baik yang telah dilakukan oleh kepengurusan periode sebelumnya," ujar Bamsoet saat membuka secara virtual Munas ke-2 MUKI, di Jakarta, Jumat (23/7/21).

Turut hadir antara lain Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tumpak Haposan Simanjuntak, Ketua Dewan Penasehat MUKI Nurdin Tampubolon, Ketua Dewan Pengawas MUKI Laksma (purn) Bonar Simangunsong, Ketua Umum MUKI Djasarmen Purba, dan Ketua Panitia Munas MUKI Sortaman Saragih.


       Tetap waspada Corona masih ada

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, tema Munas ke-2 MUKI 'Menyongsong Indonesia Emas', mengingatkan pada sebuah visi kebangsaan, 'Indonesia Emas 2045'. Didalamnya menggariskan empat poin penting, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

"Visi tersebut menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus objek pembangunan, dan mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk meraih keberhasilan. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa. Sekitar 70 persennya atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif dalam jenjang usia antara 25 hingga 65 tahun. Artinya, pada era Indonesia Emas nanti, bangsa Indonesia masih akan menikmati periode puncak bonus demografi," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menerangkan, tidak semua negara sukses memanfaatkan fase bonus demografi. Misalnya Brazil dan Afrik yaitu generasi yang berhati Indonesia, dan berjiwa Pancasila.

"Karakteristik generasi emas ini juga tercermin dari Sub Tema Munas ke-2 MUKI yang diselenggarakan pada hari ini, yaitu generasi yang mau berkomitmen dan berjuang bersama segenap komponen bangsa, untuk mewujudkan Indonesia unggul, dengan menjunjung tinggi sikap dan perilaku yang menegakkan kasih, kebenaran, keadilan dan kesetaraan," tandas Bamsoet.

Bisa pesan ke Ibu Gina Marlia 082136563959

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, upaya mewujudkan visi Indonesia Emas juga membutuhkan dukungan kondisi lingkungan yang kondusif. Antara lain ketahanan nasional yang tangguh, stabilitas nasional yang terpelihara tanpa mereduksi nilai-nilai demokrasi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel sebagai sistem penopang pembangunan nasional.

"Visi Indonesia Emas hanya bisa diwujudkan melalui proses pembangunan, yaitu proses perubahan menuju perbaikan dan kemajuan. Sebagai sebuah proses, pembangunan memerlukan input sumberdaya yang memadai, kinerja yang efektif dan efisien, untuk mendapatkan hasil output yang berkualitas, sehingga memberikan impact atau dampak yang optimal," pungkas Bamsoet.#Kla6.

Puan Minta Anggaran Covid-19 Juga Digunakan Untuk Perlindungan Anak

Juli 26, 2021


 GUGAT news.com. JAKARTA.

Ketua DPR RI Puan Maharani terus mendorong pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja anggaran penanganan Covid-19. Belanja tersebut salah satunya harus dipergunakan untuk perlindungan anak-anak Indonesia yang terdampak pandemi.

“Anak-anak adalah salah satu kelompok yang paling rentan dalam pandemi ini. Mulai dari mereka yang terinfeksi langsung, ditinggal wafat orangtua, sampai mereka yang belajarnya terganggu karena pandemi,” kata Puan terkait peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh hari ini di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Oleh karena itu, kata Puan, pemerintah harus memberi perhatian khusus terhadap anak-anak lewat serapan anggaran yang dipergunakan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak Covid-19.

“Perlindungan itu bisa dalam bentuk bantuan alat belajar online, santunan atau beasiswa bagi anak-anak yang ditinggal wafat orangtua mereka. Terlebih jika orangtua mereka adalah salah satu tenaga kesehatan yang gugur karena berjuang di garda terdepan menghadapi pandemi ini,” jelas Puan.

Pesan ke Ibu Gina Marlia 082136563959

Secara khusus Puan memberi perhatian kepada Vino, anak berusia 10 tahun di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang kehilangan kedua orangtuanya karena Covid-19. Vino yang sekarang duduk di kelas 3 SD, kini sedang menjalani isolasi mandiri karena juga terinfeksi.

“Begitu mendengar berita tersebut, sebagai seorang ibu yang punya dua anak, hati saya pilu mendegar anak sekecil Vino sudah yatim piatu,” ujar Puan. 

“Dalam kondisi seperti ini, negara harus hadir menjamin segala kebutuhan Vino dan anak-anak Indonesia lain yang mengalami nasib serupa,” ujarnya.

       Tetap waspada Corona masih ada

Mantan Menko PMK ini melanjutkan, anggaran negara untuk penanganan Covid-19 memang penting untuk digunakan penanggulangan masalah kesehatan dan ekonomi rakyat terdampak pandemi. Namun, katanya, belanja untuk perlindungan anak juga hal yang tak kalah penting.

“Berbicara anak-anak Indonesia hari ini adalah bicara nasib bangsa ke depan. Kalau anak-anak Indonesia hari ini banyak yang putus sekolah dan depresi karena pandemi dan menjadi yatim piatu, bangsa ini yang akan menerima dampaknya dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan,” ujar Puan.

“Jangan sampai ada lost generation karena pendidikan anak-anak Indonesia hari ini terganggu akibat pendemi,” ujar alumnus Universitas Indonesia ini.

Puan menjelaskan, perlidungan terhadap anak-anak Indonesia juga selalu ditekankan Bapak Bangsa Bung Karno di awal-awal berdirinya republik. Bahkan, kata Puan, sang proklamator sempat membuat puisi untuk anak-anak Indonesia.

“Jikalau aku melihat matanya rakyat Indonesia di pinggir jalan. Apalagi sinar matanya anak-anak kecil Indonesia. Aku sebenarnya melihat wajah Indonesia,” ujar Puan mengutip puisi ‘Aku Melihat Indonesia’ karya kakeknya itu.# Kla6.

             °°°°°✓ 081325995968 °°°°°°



Prospek Kerja Lulusan Ilmu Komunikasi Di Era Digital

Juli 25, 2021


 GUGAT news.com

JAKARTA-- Di Era serba digital saat ini, dunia kerjamengalami banyak perubahan. Banyak pekerjaan kekinian yang ikuti perkembangan era digital. Termasuk pekerjaan di bidang komunikasi, peluangnya makin terbuka luas. 

Seperti apa prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi di era digital, yuk simak ulasannya.

Kamu perlu tahu Jurusan Ilmu Komunikasi mulai diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 1960. Bak gayung bersambut, jurusan Ilmu Komunikasi langsung banyak ditemui di berbagai perguruan tinggi, karena tingginya minat calon mahasiswa terhadap program studi ini.

Ilmu Komunikasi punya banyak cabang, yakni Jurnalistik, Advertising, Kajian Media, dan Public Relation. Masing-masing cabang punya skill yang spesifik.

Pada bidang Jurnalistik, mahasiswa akan memiliki skill dalam pengumpulan, pengelolaan, penulisan, dan penyiaran informasi atau berita. Kemudian di bidang Advertising, mahasiswa akan memiliki kemampuan dalam menemukan ide, desain grafis, dan manajemen periklanan. 

Bisa dipesang ke Ibu Gina 082136563959

Ilmu Komunikasi merupakan salah satu ilmu yang penting dipelajari karena bagaimanapun juga proses komunikasi akan selalu dibutuhkan dalam berbagai aktivitas manusia.

Ilmu Komunikasi punya prospek kerja yang menjanjikan masa depan gemilang.

Prospek Kerja Masa Kini Jurusan Ilmu Komunikasi

Jurnalis media online

Jurnalis media online adalah generasi jurnalistik masa kini yang hadir seiring dengan perkembangan internet.

Sekalipun dianggap sebagai generasi terkini, tetapi aktivitas utamanya tidaklah jauh berbeda dengan jurnalis media cetak dan elektronik.

Tetap waspada Corona masih ada

Setidaknya ada tiga kegiatan utama dalam dunia jurnalistik yaitu pengumpulan informasi atau bahan berita, pengolahan, dan penerbitan atau penayangan. Dari ketiga kegiatan utama tersebut yang paling membedakan jurnalis media online dengan jurnalis konvensional adalah media penerbitan atau penayangannya, karena jurnalis media online menggunakan website.

Social media officer 

Social media officer adalah orang yang bertanggung jawab terhadap aktivitas promosi, campaign, dan branding suatu perusahaan atau institusi menggunakan media sosial termasuk interaksi yang terjadi di dalamnya.

Jika dilihat sepintas, mungkin kita akan beranggapan bahwa profesi yang satu ini terbilang sangat mudah pengerjaannya, karena kalau hanya sebatas posting konten ke medsos siapapun bisa melakukannya saat ini. 

Namun, yang dilakukan seorang social media officer bukan hanya sebatas itu. Ia harus menyiapkan konsep dan strategi sosial media yang sesuai dengan target yang telah ditentukan. Kemudian memikirkan konsep desain yang sesuai, dan melakukan riset terhadap topik-topik konten yang sesuai. 

Seorang social media officer harus memiliki pemahaman terhadap algoritma dari jenis-jenis platform yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Content writer

Profesi yang satu ini merupakan perkembangan dari profesi penulis yang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. 

Para penulis menghasilkan beragam karya tulis baik yang berupa karya fiksi maupun non-fiksi. Dan seiring berjalannya waktu, profesi penulis akhirnya dibedakan berdasarkan tujuan penggunaan tulisannya, seperti novelis, scriptwriter, dan content writer.

Jadi, content writer adalah profesi yang lahir seiring berkembangnya media digital. Hal yang dikerjakan seorang content writer adalah menyiapkan konten-konten tulisan yang dibutuhkan untuk mengisi suatu website, seperti company profile, deskripsi produk, dan berbagai jenis artikel.

Videografer

Videografer adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses perekaman dan produksi video. Dalam dunia profesional, profesi ini dibedakan dalam dua kelompok, yaitu videografer in-house dan videografer agensi. 

Videografer in-house adalah seorang videografer yang bekerja untuk perusahaannya sendiri, sedangkan videografer agensi bekerja untuk pihak luar dan konten yang diproduksi juga sesuai dengan permintaan klien.

Beberapa skill penting yang mesti mahasiswa miliki untuk menjalani profesi ini antara lain kemampuan komunikasi, detail oriented, dan yang tidak kalah pentingnya adalah penguasaan software editing.

Content creator

Secara bahasa, content creator bisa dimaknai sebagai pembuat atau pencipta konten. Namun, dalam hubungannya dengan profesi masa kini, kita bisa memaknai content creator sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pembuatan konten yang memiliki nilai edukasi ataupun hiburan untuk diterbitkan pada platform media sosial seperti Instagram, Youtube, Tiktok, dan Facebook.

Sekalipun sehari-harinya content creator berjibaku dengan pembuatan konten dan mengupload ke media sosial, tetapi tidak samadengan influencer. Seorang influencer bisa juga disebut sebagai content creator, hanya saja influencer memiliki followers yang banyak dengan demikian setiap konten yang diposting dapat memberi dampak, karena itulah disebut influencer. Sedangkan untuk menjadi seorang content creator, mahasiswa tidak harus memiliki followers yang banyak, cukup dengan kemampuan dalam membuat konten dan mengupload ke media sosial saja.

Youtuber

Youtuber adalah sebutan spesifik bagi mereka yang memproduksi konten video untuk diposting ke YouTube pribadinya. Sekalipun kegiatan utamanya sama dengan videografer, tetapi videografer tidak bisa dikatakan Youtuber jika konten video yang diproduksi tidak diposting ke akun YouTube miliknya.

Profesi ini cukup populer pada beberapa tahun belakangan ini karena penghasilan yang bisa didapatkan tidak sedikit.

Beberapa sumber penghasilan yang bisa didapatkan seorang Youtuber yaitu adsense, affiliate marketing, sponsor, dan juga penghasilan dari menjual produk sendiri lewat konten YouTube yang diproduksi.

Creative director 

Creative director bertugas untuk menjembatani tim kreatif dengan tim lainnya yang membutuhkan tim kreatif. Dalam tugas menjembatani tersebut, seorang creative director berperan dalam memberikan masukan yang sesuai dengan kebutuhan tim yang ingin memproduksi konten dan juga berperan dalam mengkoordinasi tim kreatif untuk memproduksi konten.

Dalam menjalankan fungsinya, creative director dibantu oleh art director dalam menentukan teknis, gaya desain, mengawasi proses produksi konten.

Ternyata prospek kerja bidang Ilmu Komunikasi di era digital sangat menjanjikan untuk generasi muda saat ini. 

Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) punya Fakultas Komunikasi & Bahasa, yang di dalamnya terdapat program studi (prodi) Ilmu Komunikasi dengan jenjang Sarjana (S1). Generasi muda masa kini bisa segera bergabung dengan prodi Ilmu Komunikasi (S1) Universitas BSI, untuk mengejar mimpi dengan profesi kekinian.

Raih masa depan bersinar dengan menimba ilmu pengetahuan bidang Ilmu Komunikasi di Universitas BSI.

Saat ini sudah masuk gelombang kelima sejak 7 Juli 2021 hingga 3 Agustus 2021. Masih banyak kesempatan untuk meraih mimpi masa depan gemilang.

Rektor Universitas BSI, Dr Mochammad Wahyudi membenarkan kondisi perkembangan digital saat ini, dan ilmu komunikasi sangat dibutuhkan di era saat ini.

"Generasi muda masa kini, perlu mempelajari dan mengembangkan Ilmu Komunikasi agar bisa meraih kesempatan dan peluang emas di era digital. Banyak profesi menjanjikan masa depan bersinar, jika generasi muda punya skill Ilmu Komunikasi yang mumpuni," ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (21/7).

Dengan berbekal pemahaman konsep Ilmu Komunikasi yang memadai maka mahasiswa lulusan Ilmu Komunikasi akan mampu memikirkan konsep, mendesain, dan memproduksi konten yang tepat, sesuai dengan segmen audience yang ditargetkan. 

Karena itulah banyak perusahaan besar menginginkan dan mengincar lulusan Ilmu Komunikasi.

"Jadi tunggu apalagi, segera putuskan untuk kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas BSI dengan kurikulum yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri masa kini," tutupnya. 

Beberapa mata kuliah kekinian yang bisa kamu temui pada jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas BSI ini yakni Digital Business Media, Creative Video Digital, dan Sosiologi Komunikasi. 

Ilmu Komunikasi punya program peminatan di jurusan ini ada dua pilihan, yaitu Digital Public Relation serta TV dan Film. Jadi, mahasiswa bisa lebih fokus nantinya untuk pendalaman dan pengerjaan tugas akhir.#Kla6.

              °°°✓ 081325995968 °°°°°°



Mahasiswa Manajemen UMS Sabet Medali Emas Olimpiade Nasional

Juli 24, 2021


 GUGAT news.com. SUKOHARJO.

 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta berhasil menyabet medali emas pada ajang  "Advanced Science  Olympiad (ASO)" pada 17-18 Juli 2021 yang dilakukan secara daring (dalam jaringan).

Kegiatan ini merupakan kompetisi sains nasional yang diselenggarakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI), baik dari tingkat mahasiswa, guru, dan siswa jenjang SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA Se-Indonesia. 

Salah satu mahasiswi manajemen UMS, Lusy Azizah Hapsari ini mengikuti olimpiade dengan mengambil kategori Bidang Ekonomi.

Ia mengungkapkan pengalamannya mengikuti olimpiade ini. Dimulai dari mencari informasi melalui media sosial, yang membagikan informasi lomba-lomba, hingga akhirnya menemukan salah satu lomba yang menurutnya cocok baginya.

Proses olimpiade ini dengan mengerjakan soal-soal  ekonomi, kemudian peserta tinggal menunggu pengumuman hasil dari tes tersebut. Sistem dalam penilaian olimpiade tersebut, dimana 5 orang terbaik akan mendapatkan medali emas. Tercatat 179 peserta mahasiswa dari PTN dan PTS yang ikut berpartisipasi dalam olimpiade di bidang ekonomi ini.

Bisa dipesan ke Hj Gina M 082136563959

Olimpiade di jenjang mahasiswa ini, terdari dari berbagai bidang, diantaranya Matematika, Fisika, Geografi, Kimia, Biologi, Komputer, Ekonomi, Astronomi,  Kebumian, Sejarah dan Bahasa Inggris.

Ia mengatakan bahwa selama pandemi, membuat dirinya memiliki banyak waktu untuk mengikuti berbagai event ataupun lomba.

"Dalam mencapai keberhasilan, perlu semangat dan pantang menyerah, di mana ketika gagal, harus coba lagi sampai berhasil," ungkap Lusy.

Pandemi ini mengajarkan untuk dapat memanajemen waktu dalam hal akademik dan tanggung jawab lain. Dengan kondisi ini, banyak waktu sendiri yang dapat dimanfaatkan untuk ikut lomba, pelatihan ataupun magang.

Lusy berharap, rekan rekannya harus mulai untuk mengikuti berbagai kompetisi dalam bidang akademik maupun non akademik sedini mungkin. 

Ia juga menambahkan harapan untuk fakultas maupun universitas, agar lebih masif dalam mendampingi mahasiswa yang mengikuti suatu kompetisi baik nasional maupun internasional.#DJ4R.

       Tetap waspada Corona masih ada.

                °°°°°✓ 081325995968 °°°°°°



Peduli Di Tengah Pandemi, Diah Warih Berbagi Untuk Warga yang Sedang Isolasi Mandiri

Juli 24, 2021

 

Diah Warih (tengah) membagikan suplemen multivitamin, madu dan kapsul cacing kepada warga Nayu Barat, Kota Solo

Gugatnews, Solo - Diah Warih Anjari yang akrab disapa DIWA sekaligus pendiri dan Ketua Dewan Pembina DIWA Foundation  ( DIFO ) kembali menunjukkan kepeduliannya pada warga Kota Solo. Kali ini tokoh wanita yang pernah mendirikan Brigade #01 untuk memenangkan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin di pilpres 2019 ini, menggelar bhakti sosial di kawasan Nayu Barat, Nusukan, Kota Solo. Sasarannya adalah para warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar virus Covid-19.

Ya, dari informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa banyak warga Nayu Barat yang sedang menjalani isolasi mandiri. Karenanya Diah melalui DIWA Foundation mendatangi kawasan itu untuk berbagi madu serta suplemen multivitamin pada Jumat (23/7) siang.

      Tetap waspada Corona masih ada

DIWA sapaan akrab Diah Warih Anjari sendiri terpanggil untuk membantu karena dirinya juga baru saja terpapar dan sembuh dari  virus Covid-19, sehingga harus menjalani isolasi selama beberapa hari. Dan dengan pengalaman menjalani isolasi itulah, dirinya mencoba membantu warga lainnya, untuk segera pulih dari infeksi virus yang tengah mewabah secara global ini.

“Di sini kami membawakan madu, multivitamin serta kapsul cacing lumbricus rubelus. Kapsul ini tidak hanya ampuh untuk menyembuhkan typus, tapi juga bisa untuk demam, peradangan serta meningkatkan imunitas kita. Sehingga tentu bermanfaat bagi mereka yang terinfeksi Covid-19,” ujar DIWA di hadapan para pengurus kampung Nayu Barat.

Diah Warih Anjari (DIWA) Politisi dan Pengusaha Asal Solo

 Diah juga menjelaskan bahwa kapsul cacing lumbricus rubelus yang dibawanya diproduksi sendiri dan selama ini dikonsumsi secara rutin olehnya untuk memulihkan kondisi saat isoman. Kebetulan wanita yang pernah dicalonkan sebagai wakil walikota Solo mendampingi Gibran Rakabuming Raka ini juga mengonsumsi kapsul itu, saat menjalani isolasi mandiri. Sehingga dia bisa merasakan sendiri manfaatnya secara langsung, untuk pemulihan kondisi kesehatan saat terpapar Covid-19.

“Untuk kapsul ini kita produksi sendiri, dan saat menjalani isoman saya rutin mengonsumsinya. Sedangkan untuk madunya, kita ambil langsung dari peternakan. Sehingga kualitasnya juga terjaga. Semoga dengan mengonsumsi madu dan suplemen-suplemen ini, bisa membantu warga untuk segera terbebas dari virus Covid-19,” tandasnya. //Yan-1

 

Bisa dipesan di Hj Gina M 082136563959

            °°°°°°✓ 081325995968 °°°°°°



Pandemi Perlu Operasi Bukan Sekadar Minum Obat Pereda Nyeri

Juli 23, 2021


        Ki Jliteng Suparman

Bansos dan aneka skema bantuan untuk masyarakat dalam menghadapi pandemi itu semua ibarat sebatas obat pereda rasa sakit yang tidak akan pernah menghilangkan sumber penyakit.

Menghadapi problem besar pandemi dan krisis ekonomi negara mestinya bertindak sebagai dokter bedah spesialis yang kerja serius di ruang operasi untuk menemukan dan mengangkat sumber penyakit. Bukan seakan cuma petugas kesehatan yang merangkap agen obat-obatan hanya bermodal tensimeter sebagai daya tarik pelarisan jual obat analgesic.

Sekelas pemimpin atawa petinggi negara menghadapi persoalan besar mestinya menerapkan cara berpikir filosofis-konseptual, cara berpikir radikal, bukan analitis-pragmatis yang menjadi kompetensi kerja kelas dirjen ke bawah.

Negara sebenarnya sudah melengkapi diri dengan alat petunjuk untuk berpikir filosofis-konseptual, yakni konstitusi. Itulah mengapa rumusan kalimat-kalimat dalam konstitusi strukturnya sederhana, karena berisi pikiran-pikiran konseptual, bukan detail operasional.

Konsitusi ibarat pedang yang disiapkan untuk menghadapi musuh yakni persoalan-persoalan besar dan mendasar. Tinggal bagaimana kepiawaian tangan kepemimpinan atau pemerintahan memainkan pedang itu sehingga efektif membinasakan musuh.

     Tetap waspada Corona masih ada

Ide-ide kreatif kepemimpinan atau pemimpin bermakna jurus-jurus permainan agar pedang di tangannya benar-benar ampuh dan efektif. Bukan malah bikin jurus-jurus yang membuat pedang itu tumpul bahkan tidak berfungsi sama sekali. 

Atau malah pedang asli disembunyikan kemudian bikin pedang-pedangan dari kayu untuk melawan musuh. Bukan musuh yang binasa sebaliknya pemegang pedang itu sendiri yang akan tumbang. 

Kayaknya perumpamaan yang terakhir di atas yang kini sedang terjadi. Pedang sakti yang asli yakni UU Kekarantinaan Kesehatan disembunyikan kemudian bikin pedang-pedangan dalam bentuk perpu, PP dan sebagainya sebagai alat untuk menghadapi pandemi.

Maka konsep yang muncul sekelas bansos dan atau aneka skema bantuan, bukan jaminan perlindungan kebutuhan mendasar rakyat. Vaksin pun lebih berorientasi produk impor bukan mendorong munculnya produksi dalam negeri, bahkan kuat kesan potensi brilian anak bangsa malah cenderung dihambat bin dipersulit.

Dari gambaran di atas kiranya kita dapat ketahui, apakah rejim di bawah kendali Presiden Jokowi ini akan mampu mengatasi persoalan pandemi dan krisis ekonomi ini dengan efektif dan tuntas? 

Kita berharap pemerintah sadar dan mengubah strateginya dengan berlandaskan konstitusi yang benar. Gunakan pedang UU 6/2018 Kekarantinaan Kesehatan untuk membedah sekaligus mengangkat sumber penyakit yang dialami rakyat dan negara.

Kalau mau pakai kata level memang kondisi level 4. Ibarat kanker sudah stadium empat. Negara harus melakukan operasi bedah untuk mengangkat sel kanker hingga ke akar-akarnya, bukan sekadar memberi obat pereda rasa nyeri yang setiap saat berulang kambuh kembali. 

Atau jangan-jangan memang rejim ini sengaja menempatkan diri cuma sebagai agen penjual obat?

               °°°°°✓ 081325995968 °°°°°°