Featured Post

Mungkinkah Tugu Prasasti PB 9

 Patok tugu bertuliskan PB 9 di tepi Sungai Jenes Laweyan - Banaran sekitar Bandar Kabanaran. Foto : Yani GUGAT news.com SUKOHARJO Siang itu...

Mungkinkah Tugu Prasasti PB 9

Mei 24, 2024


 Patok tugu bertuliskan PB 9 di tepi Sungai Jenes Laweyan - Banaran sekitar Bandar Kabanaran. Foto : Yani

GUGAT news.com SUKOHARJO

Siang itu, Jum'at (24/5) sekitar pukul 14.00 WIB, berssma Subur, warga setempat GUGAT news di antar ke lokasi adanya berdiri tugu atau tonggak setinggi 1 meter dengan fondasi batu kali dan ada semacam tulisan PB 9. Menariknya, biasanya yang berkaitan dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, tulisan PB angkanya dengan huruf Romawi, namun tidak dengan yang ini. PB 9 biasa nya ditulis dengan PB IX.

"Warga kampung kami, Banaran, Grogol, Sukoharjo atau bahkan Laweyan, Solo, sepertinya juga tidak memahami dengan adanya tonggak atau tugu bertuliskan PB 9 di bantaran sungai Jenes yang masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo. Merupakan perbatasan wilayah Solo-sukoharjo. Sejarahnya cerita bagaimana kami tidak pernah tahu. Dulu di sekitar tugu tertutup pepohonan bambu," jelas Subur.

Masih menurut penuturan Subur, puluhan tahun silam memang di sekitar area tugu itu ada satu rumah yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, sehingga oleh warga setempat dipergunakan untuk lokasi wisata pemancingan. Dahulunya yang rimbun dengan pepohonan besar dan bambu, sehingga tampak suasananya sepi dan angker lantaran tidak berpenghuni. Dengan adanya pancingan, suasananya tampak ramai.

"Kami sebagai warga setempat, berkeinginan sekali untuk bisa mengetahui apa sebenarnya bangunan tugu atau tonggak yang bertuliskan PB 9 itu. Kalau merupakan peninggalan sejarah, tidak ada salahnya di uri uri, dilestarikan keberadaannya sekaligus dirawat. Siapa tahu bisa menjadikan destinasi wisata cagar budaya," harap Subur.

Kalaupun tidak merupakan peninggalan sejarah, lanjut Subur, juga tidak ada salahnya tetap dirawat. Jangan sampai di rusak apalagi dirubuhkan. Namun demikian, juga jangan ditelantarkan meski tidak meninggalkan catatan sejarah Tetap dirapikandan dirawat layaknya heritage. "Siapa tahu kelak nantinya mendatangkan manfaatnya tersendiri," harap Subur. #Yani.


Di Kampung Laweyan Ada Bunker Usianya Ratusan Tahun

Mei 07, 2024


 Bunker untuk menyimpan emas picis raja brono atau kekayaan harta benda untuk keamanan dari mereka para perampokan. Foto : Yani

GUGAT news.com SOLO

Di Kampung Batik Laweyan yang merupakan kampung tertua di Kota Solo ini, selain dikenal sebagai wisata batik juga wisata religi dan sejarah. 

BRM Dr Kusumo Putro SH MH Pantas Sebagai Wakil Walikota Solo

Mei 06, 2024


 BRM Dr Kusumo Putro SH MH Maju sebagai Bacalon Wakil Walikota Solo 2024-2029

GUGAT news.com SOLO 

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/5) siang, Bendoro Raden Mas (BRM) Dr Kusumo Putro SH MH, konsultan hukum, pengacara, politisi, pegiat sosial hingga dijuluki ningrat yang merakyat dengan wong cilik sekaligus dikenal pula sebagai pegiat budaya dengan duduk sebagai Ketua Umum Forum Budaya Mataram (FBM).

Sehingga tidaklah salah lagi, bilamana nantinya Kanjeng Kusumo, sapaan akrab BRM Dr Kusumo Putro SH MH ini, mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Walikota Surakarta 2024-2029. Dan menang nantinya, sehingga duduk sebagai Wakil Walikota Surakarta. 

" Insyaallah...mohon doa restunya, sehingga menang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati maju sebagai Bacalon Wakil Walikota Solo dan pastinya menang sebagai wakil walikota Surakarta untuk periode 2024-2029. Sekali lagi mohon doa restunya nggih," ungkap Kanjeng Kusumo.

Sepertinya bukan tanpa alasan, jika BRM Dr Kusumo Putro SH MH ini mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati guna maju sebagai Bacalon Wakil Walikota Surakarta dan menang. Bagaimana tidak, praktisi hukum yang sudah malang melintang di dunia peradilan. Politisi sebagai kader PDIP yang sudah lebih dari 20 tahun.

Masih belum cukup sampai disitu sepak terjangnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat umum, apalagi wong cilik, Kanjeng Kusumo ini dikenal sebagai orang yang suka berbagi.