Featured Post

Sepintas Tentang Tugu Lilin Pajang Solo

Tugu Lilin Pajang Solo atau Tugu Lilin Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Foto : Achmad Yani. GUGAT news.com. SURAKARTA. Sepertinya tidak bany...

Sepintas Tentang Tugu Lilin Pajang Solo

September 19, 2021


Tugu Lilin Pajang Solo atau Tugu Lilin Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Foto : Achmad Yani.

GUGAT news.com. SURAKARTA.

Sepertinya tidak banyak yang tahu akan sejarah atau setidaknya cerita asal muasal Tugu Lilin Pajang, Solo ataupun Tugu Lilin Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo yang keberadaannya memang menempati lokasi perbatasan Solo dan Sukoharjo, sehingga disebut demikian. 

Puluhan tahun lalu atau bahkan ratusan tahun silam, dari mereka para leluhur bertutur, berujar, berpapapar dari orang tua yang satu ke orang "sepuh" lainnya, tidak pernah sepadan dalam menerangkan sejarah berdirinya Tugu lilin Pajang atau juga dikenal Tugu Lilin Makamhaji, selalu berbeda-beda.

Ada yang menceritakan, Tugu Lilin dibangun sejak adanya Kerajaan Kasultanan Pajang, dimana dari Tugu Lilin ke arah selatan sekitar 500 meter, dahulu berdirinya Kerajaan Kasultanan Pajang sekitar tahun 1.500 atau abad 14-15 yang hingga kini hanya tinggal peninggalan berupa umpak batu masjid keraton, kini ada di Pesanggrahan Jaka Tingkir di Desa Sonojiwan, Makamhaji Kartasura, Sukoharjo. Juga nama kampung, seperti Tegal Keputren, Tegal Kembang, Gedong pusaka juga wilayah desa Mayang.

Ada pula yang berujar, jika Tugu Lilin Pajang dibangun semasa kejayaannya Sinuhun Paku Buwono (PB) II Keraton Kartasura. Sekitar 3 Km, Tugu Lilin ke arah Barat. Sekitar abad ke 16 sekitar tahun 1600 an berdirinya Keraton Kartasura yang hingga saat ini masih ada peninggalan sejarah nya. Berupa tembok beteng mengelilingi kampung keraton. Juga peninggalan sejarah lainnya berupa nama nama seperti Pagelaran, juga Alun alun. 

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, ada di Kota Solo. Foto : Achmad Yani.

Selain ada yang meyakini jika Tugu Lilin Pajang Solo ataupun Makamhaji Kartasura, merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kasultanan Pajang serta Keraton Kartasura juga tidak sedikit yang mempercayai bilamana keberadaan Tugu Lilin dibangun oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang kini peninggalannya masih ada dan berdiri di Kampung Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo. Merupakan pindahan dari Keraton Kartasura seusainya pemberontakan Mas Garendi, 1745.

Tugu Lilin yang berada di tengah jalan pertigaan Solo-Sukoharjo atau tepatnya dari arah Solo, Jalan Dr Rajiman, dari Barat jalan Slamet Riyadi Kartasura serta dari Selatan Gentan, Baki, Sukoharjo, melintas Jalan Raya Jaka Tingkir itu, sepertinya tidak salah kalau saja keberadaannya di kllaim bagian dari keraton. Baik Pajang, Kartasura dan Solo, merupakan bagian satu kesatuan. "Toh pada tahun tahun  itu, hanyalah keraton saja yang mampu membangun segala sesuatunya untuk kepentingan umum," terang Subagyo, warga Laweyan penyuka sejarah.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Boleh jadi, ditambahkan Subagyo, adanya Tugu Lilin tersebut menjadikan semacam wilayah atau pembatas daerah- teritorial keraton. Baik itu Pajang maupun Kartasura. Barang kali saja, lain halnya dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, justru merupakan semacam Ilham untuk mendirikannya batas wilayah keraton atau semacam sambutan selamat datang, telah memasuki wilayah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sebagai gambaran, masih menurut penuturan Subagyo, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang saat itu Sinuhun Paku Buwono (PB) X, diberbagai arah untuk menuju, masuk ke keraton dibuatlah gapura kembar bertuliskan PB X dan simbol keraton. Dari Selatan ada Gapuro Grogol, Sukoharjo ke arah Utara sebelum masuk alun alun Kidul, ada Gapura Gading. Gapura Jurug dari arah Timur, Gapura Nusukan dari arah Utara dan sebelum masuk Alun alun Utara, ada Gapura Gladag.

Demikian dari arah Barat dibangunlah Gapura Jajar yang ada di jalan Raya Selamet Riyadi Solo, merupakan jalan kelas satu, protokol. Sedangkan jalan raya yang ada di selatan di buat Gapura Makamhaji, persis ada di sebelah timur lintasan rel kereta api Solo-jogja-Jakarta. " Itulah istimewanya Tugu Lilin Pajang, mampu mengilhami PB X membangun gapura dari berbagai sisi. Pastinya, kini Tugu Lilin tambah cantik dan mampu mengurai arus lalu lintas dari kemacetan sekaligus meminimalkan terjadinya kecelakaan," pungkas Subagyo. #Achmad Yani.

                   °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°







Gelar Professionals Women's Week (PWW) di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

September 19, 2021


 GUGAT news.com.

Di tengah kesulitan selalu ada jalan untuk tetap berkreasi dan berkarya. Hal itu dilakukan perancang busana muslim kenamaan Nina Nugroho.  

Wala masih dalam situasi pandemi Covid 19, Nina Nugroho mengasakan acara Professionals Women’s Week (PWW), yang digelar secara Hybrid (Online dan offline), 20-24 September 2021. 

“Kami menyajikan acara ini dalam format yang bersahabat dengan teman tuli dan sahabat disabilitas. Ajang ini sekaligus mendukung para wanita profesional di seluruh Indonesia menikmati kehidupan terbaiknya dengan mengoptimalkan kontribusi multi-perannya di kantor dan di rumah,” ujar Nina Nugroho melalui Jumpa Pers secara virtual, di Jakarta, Jumat (27/9/2021).

Dewan Kehormatan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia ini mengatakan, kalau tema PWW tahun ini adalah #akuberdaya, sebuah tema sentral yang menjadi jiwa dari semua produk dan aktivitas Nina Nugroho.

“Professionals Women’s Week (PWW), adalah sebuah perayaan yang memberdayakan perempuan. Keberdayaan yang menjadi pondasi utama negeri ini, di masa kini dan masa yang akan datang," ujarnya. 

Professionals Women’s Week (PWW), diselenggarakan dalam lima hari. Empat hari berturut-turut berupa event Charity Sale, Talk Show dan Sharing Online yang menghadirkan 12 (dua belas) pembicara nasional dan tokoh professional. Kemudian ditutup pada hari kelima dengan event offline Gala Luncheon, fashion show dan diskusi panel yang akan dihadiri oleh 50 (lima puluh) tokoh perempuan. Event ini akan diikuti oleh ribuan wanita Indonesia.

Event Charity Sale berlangsung hingga 21 September 2021. Menghadirkan Catwalk Collections dan product Collections Brand Nina Nugroho. Untuk Catwalk Collections, Lebih dari 30 (tiga puluh) busana yang telah melenggang di berbagai pagelaran busana dunia, seperti Turino Fashion Week, Hongkong Fashion Week, dan ASC New York Fashion Week.

Event Charity Sale juga berlangsung di fashion bergengsi tanah air, seperti Indonesia Fashion Week, Muslim Fashion Festival dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Bank Indonesia. 

Penjualan dari setiap busana Catwalk Collections dan Product Collections akan ditujukan kepada Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur-an di Klaten Jawa Tengah, untuk membiayai para santri penghafal Al-Qur`an sampai dengan hafal 30 juz AL-qur’an.

Professionals Women’s Week (PWW), setiap menggelar 2 sesi talkshow yang menghadirkan narasumber luar biasa. Mengangkat tema besar meningkatkan keberdayaan wanita Indonesia sekaligus memberikan jawaban tantangan multiperan wanita dalam kondisi pandemik Covid-19. 12 pembicara menjadi narasumber dalam talkshow berbicara tentang 4 sub-tema yaitu, karier, keluarga, sosial, kecantikan dan fashion.

Di puncak acara, tanggal 24 September 2021, akan dilaunching Gerakan #akuberdaya, melalui deklarasi #akuberdaya yang diikuti 1.000 perempuan Indonesia yang hadir secara virtual. 

Gerakan #akuberdaya ini merupakan awal dari dimulainya program satu tahun Gerakan #akuberdaya yang akan di mulai tepat setelah rangkaian acara Professional Women`s Week 2021 ini berakhir. Tujuan dari Gerakan #akuberdaya ini adalah untuk meningkatkan keberdayaan satu juta wanita Indonesia dalam waktu satu tahun.

Gerakan #akuberdaya adalah program kolaborasi yang akan dilaksanakan melalui platform pelatihan online dan offline, kegiatan online di sosial media (IG, Youtube dan Website), dan berbagai kegiatan lain yang akan dilakukan sepanjang tahun 2021.

Kegiatan satu tahun Gerakan #akuberdaya, mendapatkan support tidak terhingga dari berbagai asosiasi, organisasi dan komunitas. Contohnya, Tempa Trainers Guilds (TTG) sebuah asosiasi trainer nasional akan menurunkan para trainer nya di setiap minggu nya dalam program pelatihan online kepada wanita Indonesia. 

Seluruh rangkaian kegiatan Professional Women`s Week mendapat dukungan dari berbagai pihak Terutama Evapora (Digital Event Organizer) yang mendukung secara penuh kegiatan online PWW. 

CIAS memfasilitasi kegiatan online PWW, The Langham Hotel Jakarta, mensupport acara offline PWW, Wardah dan PT.Inovasi Handal Sinergi (Inhasi).Media Partner CNN Indonesia, Women`s Obsession dan High End Magazine. 

YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia), IBEKA (Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Youth Lab Indonesia, FPPI (Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia), IAI (Ikatan Apoteker Indonesia), Kowani (kongres Wanita Indonesia), Forwan (Forum Wartawan Hiburan) dan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)./*** Eddie Karsito

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19.

                 °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°





Ketua JPKL : Indonesia Tertinggal Jauh Soal Label Peringatan BPA

September 18, 2021

Roso Daras, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL)

GUGAT news.com. JAKARTA.

Tindakan BPOM Sudah Tepat Untuk Melabelisasi Segera

Ketua Umum JPKL (Aliansi Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan), *Roso Daras* menyayangkan pernyataan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, yang seakan menyalahkan pihak BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 

Menurut Roso Daras, keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang Polikarbonat, dan kemasan makanan dan minuman lainnya sudah tepat. Plastik No.7 adalah kategori kemasan yang mengandung zat BPA yang tidak boleh dikonsumsi oleh usia rentan yaitu bayi, balita dan ibu hamil. 

Roso Daras, mengutip Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label pangan olahan, yang antara lain isinya, dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan : Menimbang : a) bahwa pemberian label pangan olahan bertujuan untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk pangan olahan yang dikemas sebelum membeli dan/atau mengonsumsi pangan olahan. 

Sedangkan menurut SNI 3553 - 2015 Air Mineral yang merupakan revisi SNI 01- 3553-2006 Air minum dalam kemasan Standar ini dirumuskan dengan tujuan salah satunya adalah : (1) Melindungi kesehatan dan kepentingan konsumen, dan (2) Menjamin perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab. 

“Jadi upaya BPOM memberi label pada kemasan plastik No.7 yang mengandung zat BPA sudah sesuai aturan. Bahkan sesuai amanat SNI Air Mineral. Juga sesuai peraturan BPOM no 31 tahun 2018,” terang Roso Daras, kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (17/09/2021).

Negara maju seperti, Canada, negara bagian Amerika, Austria, Belgium, Denmark, Perancis, dan beberapa negara Eropa lainnya, terang Roso Daras, telah melabeli kemasan BPA bahkan melarang sama sekali penggunaan kemasan plastik No.7 Polikarbonat yang mengandung zat BPA. 

Rencana adanya labelisasi pada kemasan plastik No.7 yang mengandung zat BPA, tambahnya, bukannya tergesa-gesa, tetapi cenderung lambat. 

“Sebab segala hal menyangkut kesehatan konsumen apalagi buat bayi, balita dan janin harusnya disegerakan demi melindungi bayi dan anak- anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa,” papar Daras. 

Apalagi menyangkut usulan pelabelan pada galon guna ulang agar tidak dikonsumsi bayi, balita dan ibu hamil juga sudah disampaikan kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

" JPKL sudah berkirim surat ke Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin. Tapi jangankan dibalas, dikabarisaja tidak. Pejabatnya seakan tidak tune in terhadap bidang yang dihadapi. Terkaget-kaget dengan dinamika langkah BPOM yang sigap,” ujarnya. 

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19 

Menurut Roso, pejabat tersebut tidak mengikuti perkembangan di masyarakat. Termasuk mengikuti perkembangan dunia kesehatan yang berkaitan dengan bahan baku untuk keperluan industry. Dimana bahan baku tersebut saat ini sedang dikaji terkait dengan peraturan pelabelan terhadap kemasan plastik yang mengandung zat BPA. 

Apalagi di beberapa negara maju Eropa, Amerika dan Asia telah mengatur ketat zat BPA ini. “Selain itu sudah berbagai pihak yang mendesak BPOM agar melabeli galon guna ulang sehingga tidak dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil. Karena dapat mengganggu kesehatan dikemudian hari" ungkap Roso Daras. 

Menurut Roso Daras, pemberian label pada kemasan plastik dengan kode No.7 yang mengandung zat BPA, hampir sama seperti yang sudah dilakukan pada produk susu kental manis dan produk rokok. 

"Jadi jangan menyikapi terlalu berlebihan seolah JPKL meminta menarik atau melarang peredaran kemasan plastik dengan kode No.7 yang mengandung zat BPA dari peredaran. Konsumen hanya menginginkan adanya label peringatan konsumen yang informatif," tandas Roso Daras. 

Selain itu, masing-masing pihak bekerja sesuai tupoksinya. BPOM memang sebagai regulator. Tidak ada yang salah apa yang akan diputuskan BPOM. BPOM terdiri dari orang-orang yang kapabel untuk mengurus peredaran obat-obatan , makanan dan minuman, tentu sudah dipertimbangkan secara matang. 

Selama ini BPOM juga melakukan koordinasi dengan instansi Pemerintah terkait dan ilmuwan peneliti terbaik untuk langkah-langkah yang harus dilakukan. 

"Jadi saya melihat Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin yang tidak mengikuti dengan seksama, proses usulan pelabelan sudah lama, dan bukan oleh JPKL saja yang menyuarakan," tegas Roso Daras./*** Eddie Karsito

                 °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°







Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Mengaspal Dengan Ban Motor Kingland

September 18, 2021


 GUGAT news.com

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan – Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) mendapat dukungan penuh dari salah satu produsen ban motor,  PT. United Kingland/Kingland Tire Indonesia dalam mewujudkan kegiatan yang positif bagi dunia turing di tanah air.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, selaku penanggung jawab kegiatan turing JKW-PWI turut menyambut baik kegiatan yang akan dilakukan oleh beberapa wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia ini.

Dalam kesempatan ini Atal S Depari mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang akan dilakukan oleh para wartawan yang berada di bawah naungan PWI tersebut.

“Saya mendukung kegiatan dari teman-teman yang hobi turing ini untuk keliling Nusantara, apalagi tidak sekedar naik motor dan pendakian ke gunung. Tapi juga akan membuat laporan tentang pariwisata yang akan dilalui mereka. Selain juga ada program mengejar rekor MURI,” ungkap Atal S Depari saat menerima perwakilan Kingland di Sekretariat PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih 32-34, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2021) siang.

Dikatakan Atal S Depari, Tim JKW-PWI ini juga nantinya akan membukukan seluruh perjalanan tim yang tidak saja mengendari motor, tapi juga pendakian tujuh gunung tertinggi yang ada di Indonesia.

Sementara itu, GM Marketing PT United Kingland/Kingland Tire Indonesia, M Agung Yulianto mengatakan, pihaknya menyatakan berterimakasih sudah dipercaya dan bergabung dalam mendukung kegiatan JKW-PWI ini.

“Kami melihat ada persamaan visi dengan Kingland yaitu untuk memberikan dan menyebarkan semangat di tengah situasi pandemi. Semoga acara seperti ini bisa membagi semangat kepada masyarakat Indonesia di beberapa wilayah,” ucap Agung Yulianto.

Agung Yulianto yang turut didampingi oleh Ferry Chandra, National Sales Manager PT United Kingland/Kingland Tire Indonesia dan Ega Suryana, Product Quality Ensurance Manager menyatakan, Kingland ingin turut andil dalam mensukseskan acara ini dengan memberikan produk dengan kualitas terbaik sehingga tim JKW-PWI tidak mendapat hambatan selama dalam perjalanan hingga titik akhir pelaksanaan turing keliling Indonesia.

Ega Suryana sempat pula menyatakan ketertarikannya untuk ikut riding bersama Ttim JKW-PWI. Hal inipun langsung disambut baik oleh Agus Blues Asianto selaku Manajer Teknis tim JKW-PWI.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

“Nanti kita bisa riding bersama di lintasan Seribu Tikungan mulai dari Labuan Bajo sampai Larantuka, menempuh jarak sejauh 666 Km,” tukas Agus Asianto yang akrab dipanggil Om Blues ini.

“Banyak tikungan eksotis yang bisa dilalui sambil menikmati pesona alam di jalur seribu tikungan nanti,” tambah Om Blues yang tergabung dalam komunitas motor PRESS Gas Tipis Tipis.

Sebelum menutup perbincangan, Agung Yulianto mengatakan, “Sudah saatnya bagi produsen produk lokal Indonesia untuk bisa berkecimpung langsung dan mendukung kegiatan yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.”/*** Eddie Karsito

                °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°



Sandiaga Uno Pimpin Minister Talk Di Global Tourism Forum 2021

September 17, 2021


 GUGAT news.com

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan event Global Tourism Forum 2021 tergolong event langka di tengah pandemi COVID-19 ini oleh karena itu dia mengajak President World Tourism Forum Institute Bukut Bagci untuk meningkatkan kolaborasi dengan para pemimpin negara Asean dalam mempersiapkan pembukaan kembali pariwisata.

Berbicara dalam Minister Talk pada event GTF yang diselenggarakan Indonesia Tourism Forum, World Tourism Forum Institute dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Sandiaga mengatakan ke depan pengembangan pariwisata bukan lagi dalam kerangka kompetisi.

Hadir secara online pada kesempatan ini adalah H.E.  Dato Ali Apong, Menteri Sumber Daya Primer dan Pariwisata Brunei Darussalam,   Phiphat Ratchakitprakarn, Menteri Pariwisata dan Olahraga Kerajaan Thailand,  Alvin Tan, Menteri Negara untuk Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda, dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Selain itu juga hadir  H.E.  Doan Van Viet, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam serta TITH Chantha, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata, Kerajaan Kamboja.

"Kita harus meningkatkan kolaborasi, kerjasama informasi terutama dalam hal kasus harian pandemi global, tingkat vaksinasi dan informasi umum lainnya," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Point kedua yang perlu ditekankan adalah bahwa penerapan prosedur kesehatan di masing-masing negara Asean adalah keharusan dan menjadi isu kritis yang harus terus digaungkan dan diterapkan dengan disiplin tinggi

"Point ketiga adalah saya menghimbau Bulut Bagci, President WTFI untuk bekerjasama dengan negara-negara Asean, membangkitkan Intra Asian inbound traveler," tambahnya.

Apalagi Ministers Talk telah menjadi  bagian dari agenda Forum Pariwisata Global 2021 dan kesempatan di mana para menteri berbagi pemikiran dan pengalaman dalam masalah khusus dari rencana untuk membuka Kembali Destinasi Pariwisata ASEAN untuk Turis Internasional.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Bagi Indonesia sendiri kebijakan dan langkah-langkah utama untuk memulai kembali kegiatan pariwisata dengan cara yang paling aman dan akhirnya buka kembali destinasi wisata dengan penilaian yang teliti dan cermat.

Pada Ministre Talk tersebut, Menparekraf menekakan kesiapankRI membuka kembali destinasi wisata internasional dan yang terpenting  komitmen datang dari Presiden Joko Widodo yang menggarisbawahi beberapa strategi pemulihan pariwisata.

"Kami merencanakan dan mengatur pengaktifan kembali Kalender Acara di seluruh Indonesia dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang menyeluruh," 

Pihaknya menekankan pentingnya mengembangkan kembali tempat-tempat wisata di Indonesia

seperti MICE dan Acara (Festival, Konser Virtual, dll), Kesehatan, Kuliner, Olahraga serta Edutourism./***

         °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Wapres Ma'ruf Amin : Pentingnya Peningkatan Literasi Masyarakat Mengenai Wisata Halal

September 17, 2021


 GUGAT news.com

Wakil Presiden Ma’ruf Amin kembali secara konsisten mengingatkan pentingnya pengembangan wisata halal di Indonesia dan kendala yang dihadapi karena rendahnya literasi masyarakat mengenai konsep wisata halal.

“Untuk itu, kita harus meningkatkan literasi masyarakat mengenai konsep wisata halal,” ujar Wapres Ma'ruf Amin pada peresmian pembukaan Global Tourism Forum 2021 - Leaders Summit Asia 2021, hari ini Rabu (15/9) di Hotel Raffles Jakarta.

Menurut  Wapres Ma'ruf Amin, tren pariwisata dunia diwarnai dengan meningkatnya jumlah destinasi wisata halal di berbagai negara, tidak hanya di negara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Bagi Indonesia, lanjut Wapres, konsep wisata halal berarti pemenuhan fasilitas layanan halal yang ramah bagi wisatawan muslim dan destinasi wisata seperti akomodasi, restoran, makanan halal, tempat ibadah yang memadai, serta fasilitas layanan halal lainnya.

Upaya ini dimaksudkan agar Indonesia menjadi pemimpin dalam pariwisata halal global sekaligus juga untuk meningkatkan minat wisatawan muslim dunia datang ke Indonesia.

Untuk itu, diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Apalagi di masa pandemi COVID -19 menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata untuk kembali bangkit dan berkontribusi terhadap pendapatan nasional. 

"Perubahan tren pariwisata pasca pandemi, khususnya perhatian terhadap faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian (4K) menjadi peluang bagi wisata halal untuk dapat kembali membangkitkan pariwisata nasional," tegas Wapres Maruf Amin.

Dalam acara yang mengusung tema "Reset, Revive, Refresh Tourism” ini, Wapres mengingatkan pula bahwa dalam menetapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). 

"Protokol kesehatan berbasis CHSE telah menjadi standar penyiapan destinasi wisata di tanah air. Untuk itu, diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, serta para wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk berdisiplin secara ketat melaksanakan protokol kesehatan CHSE,” pungkasnya.

Setelah pembukaan resmi, Menparekraf Sandiaga Uno memimpin sesi Minister Talk membahas Reopening Asean Tourism Destination for International Tourist.

Singapura diwakili oleh Alvin Tan Menteri Perdagangan dan Industri,  Dr Thong Korn Menteri Pariwisata Kamboja, Nguyen Van Hung Menteri Seni, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakiyprakarn serta Menteri Sumber Daya Utama dan Pariwisata Brunei Darussalam Dato Seri Setia Awang Haji Ali Bin Apong.

"Kegiatan hybrid ini secara offline hanya dihadiri 70 orang dengan standar prosedur kesehatan (prokes) yang tinggi, sedangkan secara online diikuti peserta maupun organisasi pariwisata dari  berbagai belahan dunia," ujar Chairman Indonesia Tourism Forum ( ITF) Sapta Nirwandar.

Acara dimulai dengan sesi dialog ITF dengan WTFI yang dihadiri oleh Bulut Bagci sebagai President WTFI bersama beberapa pembicara internasional lainnya. Semua kegiatan yang diselenggarakan oleh WTFI diberi judul Global Tourism Forum (GTF). 

GTF sendiri adalah platform kolaborasi internasional yang berfokus untuk mengatasi tantangan bagi industri perjalanan. Menggabungkan upaya bersama lembaga pemerintah, pemangku kepentingan industri, dan akademisi.

"Di hari pertama ini pembicara kehormatan adalah mantan Sekjen UNWTO, Badan Pariwisata Dunia 2009-2017 Dr. Taleb Rifai dan di hari kedua (16 September), Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris 1997 - 2007 juga menjadi pembicara kunci," jelas Sapta.

Pada hari pertama akan diselenggarakan Investor Roundtable dengan keynote speaker Menteri Pertanian RI Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, disusul pembicara tamu Ismael Ertug MEP Vice President Responsible Tourism for Transformation, Innovation & Strong Digital Europe dari Belgia.

"Tema investor Roundtable ini adalah Tourism Investment and Finance Accesing Sustainable Funding and Social Impact Capital. Ada Abdulbar M Mansoer, Presdir Indonesia Tourism Development Corporation ( ITDC) yang mengelola kawasan Nusa Dua dan Mandalika, Lombok," ungkapnya.

Narasumber lainnya di sesi ini adalah Dirjen kawasan Asia Selatan & Asia Tenggara Asian Infrastructure Investment Bank China Rajar Misra, Harry Warganegara Presdir PT Berdikari, David Makes CEO Sustainable Management dan Pendiri Plataran Menjangan. 

Kemudian David St Ange mantan kandidat Sekjen UNWTO 2012-2016 dari Maladewa (Seychelle) dan agenda investor ini dipandu oleh Senior VP Accor Indonesia dan Malaysia Adi Satria.

"Roundtable Investor alhamdulilah berlanjut ke sesi dua bahasa Sustainable Investment in Tourism Properties karena pariwisata berkelanjutan (sustainable) adalah tren dunia dan Indonesia kaya dengan properti mewah untuk pariwisata kelas dunia," papar Sapta.

Di sesi kedua, tambahnya, ada Emma Wong PhD, GAICD akademisi dari Torrens University Australia, Regional Manager of Six Senses Hotel Resort Saudi Arabia Aeron McGrath dan Michael Scully Managing Director of First & Foremost Hotels & Resort with Travel Connection Inggris. Pada sesi kedua ini acara akan dipandu oleh Mary Pratt pendiri dan brand collaboration consultant dari Uni Emirat Arab ( UAE).

Bagi Sapta, hal yang sangat membanggakan juga sebagai Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) adalah agenda pada satu sesi di hari ke dua (16 September 2021) yang membahas tentang perkembangan Global Halal Tourism.

Para pembicara pada Global Halal Tourism di antaranya Reem El Shafaki dari DinarStandar Dubai, Dr Hamid Slimi Chairman Halal Expo Kanada dan James Noh Dirjen Korea Institute of Halal Industry (KIHI) Korea Selatan.

"Jadi ajang bergengsi dunia Global Tourism Forum ini menjadi forum untuk saling belajar antara negara anggotanya di dunia. Kalau di Indonesia masyarakat masih enggan bicara terbuka soal Halal Tourism atau Halal Muslim Friendly, nah negara non Muslim seperti Korea, Thailand, Jepang sudah mengambil manfaatnya yang luar biasa," kata Sapta.

Sesi penting lainnya di hari kedua adalah Transformation of Tourism Industry Under The Women Leadership. Seperti diketahui organisasi pariwisata dunia juga dipimpin oleh para wanita.

CEO dari World Travel & Tourism Council ( WTTC) Gloria Guevara digantikan oleh wanita tangguh lainnya Julia Simpson sebagai President & CEO. Sementara CEO dari World Tourism Forum Institute ( WTFI) adalah Sumaira Issacs yang di sesi ini sekaligus akan menjadi moderator.

Bulut Bagci, President WTFI yang hadir langsung di acara pembukaan ini mengatakan mengungkapkan Indonesia menjadi tuan rumah Global Tourism Forum ( GTF) yang pertama di Asia./***


Usaha Raffi Ahmad Merambah Ke Bisnis Klub Bola Basket

September 17, 2021

GUGAT news.com

Raffi Ahmad membuktikan kalau dirinya benar-benar Sultan Andara, bukan Sultan kaleng-kaleng. Sebagai bukti, setelah membeli klub Liga 2 Cilegon FC, kini Raffi memiliki Klub RANS Basketball dan klub bola basket milik Host Acara Dahsyat RCTI ini resmi menjadi peserta Indonesian Basketball League (IBL) 2022.

RANS Basketball akan bersaing dengan 15 klub lainnya di IBL 2022.

Selain RANS Basketball milik Raffi Ahmad yang akan berlaga di IBL 2022, ada tiga klub baru lainnya. Yakni RANS Basketball, Bumi Borneo Pontianak, EVOS Bogor, dan Tangerang Hawks resmi menjadi klub baru untuk gelaran IBL 2022.

Kepastian RANS Basketball dan tiga klub baru lainnya sebagai peserta IBL 2022, diumumkan melalui Press Conference: History is Made! IBL Launch New Family Members, Rabu, 15 September 2021, yang juga ditayangkan di Youtube IBL TV.

Sementara RANS Basketball sendiri homebase-nya adalah di Kota Jakarta. Dan klub milik Raffi Ahmad ini bernama lengkap RANS PIK (Pantai Indah Kapuk) Basketball.

Kompetisi IBL 2022 bakal tercatat dalam sejarah kompetisi bolabasket level tertinggi Indonesia. Untuk pertama kali dalam sejarah liga bola basket Tanah Air ini diikuti 16 tim. Hal ini terjadi setelah manajemen IBL menerima empat anggota baru. 

Empat anggota baru IBL adalah Bumi Borneo Basketball Pontianak, Evos Basketball Bogor, RANS PIK Basketball dan Tangerang Hawks. Satu kandidat lainnya, Louvre Malang masih belum dapat bergabung . “Pemilihan ini berdasarkan penilaian mendalam dari tim verifikasi berdasarkan aspek manajemen dan administrasi,” kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.

Sejak perubahan manajemen pada tahun 2019, IBL memang berkomitmen untuk semakin memajukan industri bolabasket di Tanah Air. “Kami merancang program jangka menengah dan panjang. Satu persatu program tersebut sudah berhasil diwujudkan,” tutur Junas.

“Penambahan empat tim untuk mulai bersaing di musim kompetisi IBL 2022 merupakan bagian dari perencanaan dua tahun lalu dimana nantinya menambah jumlah pertandingan dan periode kompetisi yang makin panjang,” jelas Junas.

Bertambahnya jumlah klub sekaligus memperluas penyebaran klub ke berbagai daerah. “Semula klub-klub IBL tersebar di delapan kota, kompetisi mendatang akan diikuti 16 tim dari 12 kota di seluruh Indonesia,” papar Junas. Dia berharap dengan semakin banyak dan menyebarnya klub-kub IBL, potensi para pemain muda juga semakin tergali.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Empat anggota baru IBL juga memiliki komitmen serta visi dan misi mulia mengangkat potensi para pemain muda di daerah masing-masing./***Eddie Karsito

                  °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°







Bayar PBB Warga Makamhaji Cukup Dengan "Sampah"

September 16, 2021


 Pelatihan Ecoenzym oleh ibu Nanik dari Bank Sampah Bunga Raya Purbayan

GUGAT news.com. SUKOHARJO.

Boleh jadi,sampai kapanpun adanya masalahan sampah memang menjadi masalah serius. Salah satu diantaranya yang sering terjadi Tempat Pembuangan Sampah ( TPS ) yang cepat penuh dan ini faktor penyebabnyapun juga beraneka ragam, mungkin bisa jadi TPA atau armadanya terbatas. 


Pemberian souvenir dari Pemerintah Desa sebagai apresiasi untuk nasabah sampah yang membayar PBB dari hasil sampah an organik

Pada akhirnya pemerintah dan 
masyarakat harus turun tangan untuk menyikapinya. Peran masyarakat untuk ikut membantu mengurangi volume sampah menjadi faktor yang diperlukan juga sebagaimana yang telah dilakukan masyarakat Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, dengan mendirikan beberapa Bank Sampah di wilayah Makamhaji. 

Bank sampah Gemilang di Jetis, Kopen Sae Sekartaji Sanggrahan, Bank Sampah Kafilah di Sonojiwan dan masih ada 10 Bank Sampah lainnya. Pemerintah Desa Makamhaji menyambut gembira dan berterima kasih kepada para pengelola bank sampah, dan telah memberikan SK kepada para pengurusnya. Seperti yang
baru saja dilakukan Senin, 13 September 2021 Pukul 09.00 WIB.


Penyerahan surat PBB kepada kepala Kadus dari tiap wilayah dari Kadus 1-kadus 4 desa makamhaji

Pemerintah Desa yang mengadakan forum sampah di Balai Desa Makamhaji mengundang ketua forum sampah, Ibu 
Siti Solikhah, perwakilan pengurus Bank Sampah dalam acara pelatihan Ecoenzym dengan nara sumber  Nanik dari Bank sampah Bunga Raya Purbayan bersamaan itu juga memberikan kenang-kenangan berupa cangkir Mug kepada para nasabah sampah yang 
membayar PBB dari hasil menjual sampah anorganik. 

Souvenir Mug menarik sekali itu
bertuliskan RESMI SIMBAH ( Resik Migunani simpanlah limbah ) sebagai apresiasi Pemerintah Desa Makamhaji serta semoga menjadi motivasi masyarakat yang peduli sampah. Adapun Pelopor hasil sampah untuk membayar PBB adalah Bank Sampah Gemilang dari Jetis dan Bank Sampah Kafilah dari Sonojiwan.


Foto  ketua TP- PKK Desa Makamhaji dan peserta forum sampah , perwakilan bank sampah dan nasabah sampah

Turut hadir dalam acara forum sampah dan pelatihan ecoenzym ini pejabat Desa seperti Kepala Desa Agus Purwanto, SE, Sekretaris Desa Umi Widayanti, SE, Ketua TP-PKK Desa Makamhaji  Silvy Nuriya Maharani,Amd serta 4 Kepala Dusun ( Bayan ) . Dalam sambutannya Kepala Desa Agus Purwanto,SE mengucapkan terima kasih sekali kepada warga masyarakat baik personil forum sampah dan Bank sampah yang turut membantu mengurangi volume sampah. dan harapannya bisa bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dari tiap RT dan Agus juga berharap semua warga bisa mengumpulkan sampah organik 
karena BUMDES siap membelinya untuk pemberdayaan margot. 


Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Terakhir sebagai penutup, kepala desa
mengingatkan melalui motivasi RESMI SIMBAH ( Resik Migunani Simpanlah 
Limbah ) semoga masyarakat Desa Makamhaji melalui peduli lingkungan bisa menjadi Desa yang bersih dan Sejahtera.#Taufik.



YLKI Dan Komnas PA Dukung Pelabelan Kemasan Plastik Mengandung BPA

September 16, 2021


 GUGAT news.com. JAKARTA

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA), dukung pelabelan kemasan plastik mengandung BPA (Bisphenol A).

Menurut  Pengurus Harian YLKI, Sularsi, pentingnya mengedukasi masyarakat soal bahaya produk kemasan plastik yang mengandung Bisphenol A (BPA). 

“Konsumen berhak mendapat informasi yang jelas terkait kemasan plastik yang bisa membahayakan. Konsumen berhak mendapatkan keamanan dan keselamatan,” ujar Sularsi, kepada Media, di kantornya di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin 13 September 2021. 

Semua produk mengandung zat berbahaya, paparnya, harus diberi label. “Baik itu produk kemasan makanan, air minum maupun mainan anak-anak.  Jika itu tidak diberikan informasi atau pelabelan tentu akan sangat merugikan konsumen,”  tegas Sularsi. 

Sejauh ini ada kelompok masyarakat yang menyuarakan pelabelan terhadap  barang-barang atau kemasan yang mengandung zat BPA. YLKI sangat setuju dengan pelabelan ini, sepanjang yang diuntungkan adalah masyarakat atau konsumen. 

“Sangat setuju. Buat kami sepanjang ada penelitiannya dan itu ternyata tidak aman buat masyarakat, maka negara yang punya wewenang melakukan pengawasan harus hadir,” tambahnya.  

Sularsi menegaskan, bahwa bayi dan anak-anak adalah masa depan bangsa. “Jangan sampai kena racun dari sedini mungkin, kalau perlu bebas racun. Karena akan menjadi satu paket dalam pembangunan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut  Sularsi juga menggaris bawahi bahwa bukan hanya kemasan plastik yang mengandung zat BPA saja yang harus dilabeli. Tetapi secara lebih luas lagi konsumen juga perlu adanya informasi terkait makanan dan minuman. 

“Kalau dilakukan pelabelan pada kemasan tentu sangat bagus. Apakah kemasannya aman atau tidak itu ada warningnya. Kita sudah ada standar SNI yang mengatur batas ambang zat tertentu boleh tidaknya suatu kemasan maupun makanan. Cuma terkadang dipahami berbeda oleh pelaku usaha,” tambahnya lagi. 

Masih menurut Sularsi, regulasi menjadi sangat penting. Oleh karena YLKI bukan regulator maka hanya bisa menyuarakan melalui 2 cara, yaitu aktif dan pasif. Aktif misalnya YLKI menemukan kasus terhadap sebuah produk. Pasif artinya menerima laporan dari masyarakat yang kemudian dikaji dan diskusikan lalu disampaikan kepada pihak instansi terkait selaku regulator. 

“Regulator yang kami maksud adalah, jika menyangkut obat dan makanan tentunya BPOM. Jika yang menyangkut produk mainan anak-anak yang mengandung zat berbahaya adalah Kemenperindag,” terangnya.  

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, kembali menegaskan bahwa kemasan plastik polycarbonat (PC) dengan kode plastik No.7 jelas mengandung senyawa Bisphenol A (BPA).

“BPA zat berbahaya rentan bagi bayi, balita dan janin pada ibu hamil. Untuk bayi dan anak - anak Indonesia harus zero Zat BPA. Tidak ada toleransi ambang batas BPA yang diperbolehkan untuk usia rentan ini,” kata Arist Merdeka Sirait, saat dijumpai di kantornya Komnas PA, jalan TB Simatupang No 33, Pasar Rebo Jakarta Timur, Senin 13 September 2021.

Bayi dan anak-anak Indonesia mempunyai kesetaraan hak konsumen dan perlu dilindungi Pemerintah. Oleh karena itu, papar Arist, Komnas Perlindungan anak akan memberikan edukasi waspada terhadap kemasan plastik dengan kode No.7 yang mengandung BPA. 

Materi edukasi ini akan disampaikan kepada para ibu dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kampanye tentang bahaya BPA akan dilakukan bersama Direktur PAUD Institut yang juga aktifis Sosialisasi Parenting dan Edukasi, Lia Latifah. 

Arist menuturkan perlu mengedukasi kepada ibu-ibu waspada, agar bayi dan anak-anak mereka tidak mengkonsumsi makanan atau minuman dari kemasan atau wadah dengan kode plastik No.7 yang mengandung BPA.

Ciri - ciri kemasan plastik seperti galon guna ulang yang mengandung Bisphenol A adalah, tercantum kode plastik No.7, keras dan tahan lama. 

“Ibu-ibu dihimbau untuk waspada agar bayi dan anak mereka tidak mengkonsumsi makanan atau minuman dari kemasan atau wadah dengan kode plastik No.7 yang mengandung BPA," tegasnya.

Saat ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA), telah memberi pelatihan kepada 5 relawan Komnas Perlindungan Anak. Menurut rencana sosialisasi Bahaya BPA akan dilakukan pada akhir bulan September 2021.

"Sosialisasi ini sebagai wujud nyata akan komitmen Komnas Perlindungan Anak untuk memerangi BPA, dan sebagai reaksi kepada BPOM yang lamban dalam merespon usulan dari Komnas Perlindungan Anak dan masyarakat" ujarnya.

Arist berharap BPOM segera memberikan label peringatan pada kemasan plastik makanan dan minuman serta galon guna ulang yang mempunyai kode plastik No.7 yang mengandung BPA.

Soal kalimat peringatannya, Arist berharap seperti yang diinginkan yaitu berbunyi : "Kemasan ini Mengandung BPA, Tidak Cocok bagi Bayi, balita dan Janin." 

"Karena bayi, balita dan janin pada ibu hamil belum mempunyai sistem detok, sehingga racun yang masuk ke dalam tubuhnya bisa langsung menyerang menjadi penyakit,” ujarnya.

Selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arits mendesak BPOM agar segera melakukan pelabelan, tidak berlarut - larut seperti ini. Memang BPOM telah menghubungi Komnas PA, tapi hanya memperhatikan. Kita ingin tindakan nyata dari BPOM sebagai pemegang regulator," tegas Arist.

Arist berharap BPOM menunjukkan keseriusan dalam menangani pelabelan pada kemasan yang mengandung BPA. "Jadi wujud kesungguhan BPOM adalah dengan segera memberi label peringatan pada galon guna ulang dan kemasan plastik lainnya dengan kode plastik No.7,” ujarnya./*** Eddie Karsito

                 °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°






YLKI

September 15, 2021


 GUGAT news.com

*YLKI dan KPAI Dukung Pelabelan Kemasan Plastik Mengandung BPA*

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dukung pelabelan kemasan plastik mengandung BPA (Bisphenol A).

Menurut  Pengurus Harian YLKI, Sularsi, pentingnya mengedukasi masyarakat soal bahaya produk kemasan plastik yang mengandung Bisphenol A (BPA). 

“Konsumen berhak mendapat informasi yang jelas terkait kemasan plastik yang bisa membahayakan. Konsumen berhak mendapatkan keamanan dan keselamatan,” ujar Sularsi, kepada Media, di kantornya di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin 13 September 2021. 

Semua produk mengandung zat berbahaya, paparnya, harus diberi label. “Baik itu produk kemasan makanan, air minum maupun mainan anak-anak.  Jika itu tidak diberikan informasi atau pelabelan tentu akan sangat merugikan konsumen,”  tegas Sularsi. 

Sejauh ini ada kelompok masyarakat yang menyuarakan pelabelan terhadap  barang-barang atau kemasan yang mengandung zat BPA. YLKI sangat setuju dengan pelabelan ini, sepanjang yang diuntungkan adalah masyarakat atau konsumen. 

“Sangat setuju. Buat kami sepanjang ada penelitiannya dan itu ternyata tidak aman buat masyarakat, maka negara yang punya wewenang melakukan pengawasan harus hadir,” tambahnya.  

Sularsi menegaskan, bahwa bayi dan anak-anak adalah masa depan bangsa. “Jangan sampai kena racun dari sedini mungkin, kalau perlu bebas racun. Karena akan menjadi satu paket dalam pembangunan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut  Sularsi juga menggaris bawahi bahwa bukan hanya kemasan plastik yang mengandung zat BPA saja yang harus dilabeli. Tetapi secara lebih luas lagi konsumen juga perlu adanya informasi terkait makanan dan minuman. 

“Kalau dilakukan pelabelan pada kemasan tentu sangat bagus. Apakah kemasannya aman atau tidak itu ada warningnya. Kita sudah ada standar SNI yang mengatur batas ambang zat tertentu boleh tidaknya suatu kemasan maupun makanan. Cuma terkadang dipahami berbeda oleh pelaku usaha,” tambahnya lagi. 

Masih menurut Sularsi, regulasi menjadi sangat penting. Oleh karena YLKI bukan regulator maka hanya bisa menyuarakan melalui 2 cara, yaitu aktif dan pasif. Aktif misalnya YLKI menemukan kasus terhadap sebuah produk. Pasif artinya menerima laporan dari masyarakat yang kemudian dikaji dan diskusikan lalu disampaikan kepada pihak instansi terkait selaku regulator. 

“Regulator yang kami maksud adalah, jika menyangkut obat dan makanan tentunya BPOM. Jika yang menyangkut produk mainan anak-anak yang mengandung zat berbahaya adalah Kemenperindag,” terangnya.  

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, kembali menegaskan bahwa kemasan plastik polycarbonat (PC) dengan kode plastik No.7 jelas mengandung senyawa Bisphenol A (BPA).

“BPA zat berbahaya rentan bagi bayi, balita dan janin pada ibu hamil. Untuk bayi dan anak - anak Indonesia harus zero Zat BPA. Tidak ada toleransi ambang batas BPA yang diperbolehkan untuk usia rentan ini,” kata Arist Merdeka Sirait, saat dijumpai di kantornya Komnas PA, jalan TB Simatupang No 33, Pasar Rebo Jakarta Timur, Senin 13 September 2021.

Bayi dan anak-anak Indonesia mempunyai kesetaraan hak konsumen dan perlu dilindungi Pemerintah. Oleh karena itu, papar Arist, Komnas Perlindungan anak akan memberikan edukasi waspada terhadap kemasan plastik dengan kode No.7 yang mengandung BPA. 

Materi edukasi ini akan disampaikan kepada para ibu dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kampanye tentang bahaya BPA akan dilakukan bersama Direktur PAUD Institut yang juga aktifis Sosialisasi Parenting dan Edukasi, Lia Latifah. 

Arist menuturkan perlu mengedukasi kepada ibu-ibu waspada, agar bayi dan anak-anak mereka tidak mengkonsumsi makanan atau minuman dari kemasan atau wadah dengan kode plastik No.7 yang mengandung BPA. 

Ciri - ciri kemasan plastik seperti galon guna ulang yang mengandung Bisphenol A adalah, tercantum kode plastik No.7, keras dan tahan lama. 

“Ibu-ibu dihimbau untuk waspada agar bayi dan anak mereka tidak mengkonsumsi makanan atau minuman dari kemasan atau wadah dengan kode plastik No.7 yang mengandung BPA," tegasnya.

Saat ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), telah memberi pelatihan kepada 5 relawan Komnas Perlindungan Anak. Menurut rencana sosialisasi Bahaya BPA akan dilakukan pada akhir bulan September 2021.

"Sosialisasi ini sebagai wujud nyata akan komitmen Komnas Perlindungan Anak untuk memerangi BPA, dan sebagai reaksi kepada BPOM yang lamban dalam merespon usulan dari Komnas Perlindungan Anak dan masyarakat" ujarnya.

Arist berharap BPOM segera memberikan label peringatan pada kemasan plastik makanan dan minuman serta galon guna ulang yang mempunyai kode plastik No.7 yang mengandung BPA.

Soal kalimat peringatannya, Arist berharap seperti yang diinginkan yaitu berbunyi : "Kemasan ini Mengandung BPA, Tidak Cocok bagi Bayi, balita dan Janin." 

"Karena bayi, balita dan janin pada ibu hamil belum mempunyai sistem detok, sehingga racun yang masuk ke dalam tubuhnya bisa langsung menyerang menjadi penyakit,” ujarnya.

Selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arits mendesak BPOM agar segera melakukan pelabelan, tidak berlarut - larut seperti ini. Memang BPOM telah menghubungi Komnas PA, tapi hanya memperhatikan. Kita ingin tindakan nyata dari BPOM sebagai pemegang regulator," tegas Arist.

Arist berharap BPOM menunjukkan keseriusan dalam menangani pelabelan pada kemasan yang mengandung BPA. "Jadi wujud kesungguhan BPOM adalah dengan segera memberi label peringatan pada galon guna ulang dan kemasan plastik lainnya dengan kode plastik No.7,” ujarnya./*** Eddie Karsito