Featured Post

Ibu ibu Giatkan Produk Herbal Di Boyolali

 Suasana peserta training Herbal dan Bisnis yang mayoritas ibu-ibu. GUGAT news.com BOYOLALI  Minggu 3 Juli 2022 bertempat di Balai Desa Pand...

Ibu ibu Giatkan Produk Herbal Di Boyolali

Juli 04, 2022


 Suasana peserta training Herbal dan Bisnis yang mayoritas ibu-ibu.

GUGAT news.com BOYOLALI 
Minggu 3 Juli 2022 bertempat di Balai Desa Pandeyan, Ngemplak, Boyolali setidaknya ada sekitar 67 peserta yang terdiri anggota HNI dan UMKM di Desa Pandeyan akan menerima training bertajuk HEBAT atau Herbalist dan Bussiness Achevement Training. 


Camat Pandeyan Dwi Purboyono,SH  membuka   sekaligus memberi sambutan

Salah satu materinya akan bertemakan peningkatan UMKM pasca Pandemi Covid-19. Kegiatan ini menurut Panitia 
memang sengaja diadakan para mentor Produk Herbal HNI khususnya di 
wilayah Pandeyan yang bekerja sama dengan Lurah Dwi Purboyono, SH yang pada kegiatan itu hadir memberi sambutan.


Ustad Nur Hadi Warsono  owner Santri Makaryo  salah satu Trainer kegiatan Training bisnis di Pandeyan, Ngemplak,Boyolali

Salah satu Trainer dari team HNI ( Halal Network Indonesia ) Ustad Nur Hadi
Warsono yang juga owner Santri Makaryo, mengajak para peserta agar 
berusaha memakai produk karya bangsanya sendiri. Bukan tanpa alasan, karena sebenarnya buatan bangsa sendiri tidak kalah dengan produk Impor. 

Termasuk obat-obatan. Generasi muda bangsa ini harus mulai belajar meramu Jamu agar nantinya bisa tetap lestari. Produk Herbal dari HNI adalah salah satu karya bangsa Indonesia yang selama ini sangat mendukung perekonomian Bangsa Indonesia. Bahkan Produk Herbal HNI mulai mendunia sampai di Hongkong, Saudi Arabia, Malaysia, dan Thailand. 


Produk Herbal HNI dari pasta gigi, sabun, deodoran, minyak oles serta puluhan jenis obat murni terbuat dari bahan alami tanpa adanya campuran kimia. Sehingga Ustad Nur Hadi menekankan, bahwa cinta Produk dalam negeri adalah salah satu langkah membangun negri ini.

Beberapa Trainer lain SQ.Nurhayati,LED ,Jihad Dinul M, ED , SitiKhobsoh,ED, 
Marmi,ED dalam materinya, semua mempermasalahkan tentang betapa pentingnya kesehatan, karena banyaknya rumah sakit ini menandakan kalau permasalahan kesehatan di negara Indonesia ini tidak pernah selesai. 


Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini 

Maka melalui produk HNI, diharapkan masyarakat yang mengkonsumsinya bisa mencetak Dokter didalam rumah sekaligus menjadi pengusaha di rumah. 

Kegiatan yang berakhir pukul 15.00 WIB semua berjalan lancar, meski peserta 
yang mayoritas ibu-ibu, namun antusiasnya sangat besar.


Menurut panitia, diantara para peserta yang sudah bergabung di produk herbal HNI,mengakui begitu hebatnya produk herbal HNI.  Mampu membantu masalah kesehatan dirumah. Selain sendiri bisa memakainya, bagi yang sudah bisa memasarkan  produk herbal HNI akan mempunyai tambahan  penghasilan uang tersendiri. #Naskah dan foto: Taufik (Yan 1)


                     &&&&&&&&&&&&&









Kampoeng Batik Laweyan Mulai Kehilangan Peninggalan Sejarah

Juli 03, 2022


 Salah satu gang kecil di Kampoeng  Laweyan

GUGAT news.com SOLO

Kampoeng Batik Laweyan, adalah Kampung tertua di Kota Solo. Pasalnya, sebelum adanya Kota Solo yang seperti sekarang ini yang identik dengan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1745), Kampoeng Batik Laweyan, sudah ada. Bahkan lebih dulu adanya Kampoeng Batik Laweyan daripada Keraton Kasultanan Pajang, sekitar abad 15 yang sekaligus merupakan cikal bakal berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sungai Laweyan yang pernah untuk melarung jasad Raden Pabelan Jaman Kerajaan Pajang 

Bisa dipastikan lagi, di Kampoeng Batik Laweyan yang saat itu warga masyarakat nya dikenal sebagai saudagar kaya raya dengan usaha batik nya, bangunan rumah rumah lojen, rumah orang kaya tempo dulu, banyak bertebaran di Kampoeng Batik Laweyan tersebut. Bahkan hingga sekarang ini, di Kampoeng Batik Laweyan masih ada peninggalan sejarah leluhur yang berwujud rumah kuno, antik dibangun serba dengan kayu jati berkualitas tinggi. Disamping puluhan rumah rumah lojen kuno lainnya.

Masjid Ki Ageng Henis kini menjadi Masjid Laweyan dibangun sejak 1546.

Hanya saja, seiring perkembangan jaman yang identik dengan sebutan jaman milenia ini, kondisi Suasananya Kampoeng Batik Laweyan mulai banyak berubah sekalipun tidaklah dengan usaha batik nya. Usaha dagang batiknya sepertinya malahan tampak semakin maju dan melaju setelah puluhan tahun tiada kegiatan perbatikan seiring bersamaan dengan adanya pabrik batik printing tidak jauh dari Laweyan. Kini, hampir setiap pintu rumah menggelar dagangan batiknya.

Yang memprihatinkan, Suasananya heritage bersejarah peninggalan leluhur Laweyan tempo dulu dengan bangunan rumah antiknya, kini mulai tergerus jaman. Satu persatu bangunan bersejarah itu mulai banyak mengalami perubahan menjadi bangunan modern sekaligus milenia. Setelah mengalami perpindahan pemilik. Pastinya, sudah mulai mengurangi nilai bangunan rumah bersejarah. "Bisa jadi, bangunan rumah antik asli Laweyan, saat ini bisa dihitung dengan jari. Paling puluhan, tidak seperti dulu, kesemuanya bangunan rumah Laweyan bersejarah," papar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger.

Dikatakan Gusti Puger, panggilan akrab KGPH Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga adik kandung Sinuhun Paku Buwono XIII sekarang ini, berpindahnya kepemilikan rumah lojen di Laweyan ini bukan salah dari pemilik, termasuk dengan adanya renovasi atau perubahan bentuk bangunan rumah asli bersejarah menjadi rumah modern, milenia juga bukan merupakan salah dari pembelinya. "Penjual berhak menjual rumah miliknya, pembeli berhak merenovasi rumah yang dibeli,"tegas Gusti Puger.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini 

Sebaiknya, saran Gusti Puger, Pemerintah Kota Solo berkenan dan peduli terhadap keberadaan rumah lojen Laweyan yang mulai dijual oleh pemiliknya. Artinya, tidak ada salahnya ada semacam kerjasama pemilik rumah lojen Laweyan dengan pemerintah setempat. Saling berkomunikasi saat hendak melakukan transaksi jual beli rumah lojennya. "Penjual tak perlu malu untuk menawarkan rumah lojennya agar di beli pemerintah. Tujuannya, agar tetap bisa dilestarikan guna kepentingan pariwisata dan lainnya. Lain halnya dibeli perorangan, setidaknya ada semacam perubahan dari bentuk aslinya yang bersejarah,"pungkas KGPH Puger sambil menambahkan semoga ada kepedulian tersendiri Pemkot Solo akan semakin hilang nya rumah heritage di Laweyan. #Yani


                    &&&&&&&&&&&&&









Free Wedding Bersejarah Langgar Laweyan Jawabannya

Juli 02, 2022


 Langgar Laweyan dibangun sejak 1918

GUGAT news.com SOLO

Boleh jadi, kata langgar, surau atau musholla hanya banyak dikenal di wilayah Jawa Tengah saja. Khususnya Kota Solo dan Jogjakarta. Langgar, surau juga musholla adalah merupakan rumah ibadah agama Islam yang juga untuk mendirikan shalat fardhu lima waktu sekaligus sebagai tempat kajian Islam. Hanya saja, tidak dipergunakan untuk shalat Jumat seperti layaknya masjid Jami.

Serambi Langgar Laweyan biasa dipakai free wedding

Adalah Langgar Laweyan yang ada di Kampoeng Batik Sondakan atau tepatnya berada di Bletikan RT 001 RW 006 Sondakan, Laweyan dan persis berada di jalan Dr Rajiman Laweyan ini merupakan heritage bersejarah di bangun sekitar tahun 1918 oleh keluarga H Marto Saputro saudagar batik di Sondakan juga di Laweyan. 

Keberadaan Langgar Laweyan ini, saat itu biasa dipergunakan oleh laskar Islam Tentara Hizbullah dalam mengatur siasat strategi untuk perang melawan Kolonial Belanda disamping juga tempat untuk menjalankan jama'ah shalat Fardhu lima waktu. Bukan hanya laskar Islam saja, saat itu juga digunakan jama'ah shalat Fardhu masyarakat umum.

Belakangan ini, marak dikunjungi mereka para wisatawan atau yang hendak berniaga di Kota Solo guna melepas lelah sambil melakukan shalat jama'ah sekaligus menikmati indahnya ornamen bangunan tempo dulu. Bukan hanya itu saja, ternyata juga banyak digunakan sebagai free wedding calon pengantin dari berbagai daerah di luar Solo. 

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini 

Bisa dipastikan lagi, Ornamen yang dibuat serba dengan ukiran kayu jati kuno tersebut menjadikan daya tarik tersendiri untuk pemotretan. Baik untuk foto selfi, barengan bersama keluarga sebagai kenang kenangan bukti telah berkunjung ke Kota Solo. Apalagi foto free wedding calon pengantin, sangatlah menarik dari berbagai sisi. Terutama pada tangga naik menuju pintu utama masuk langgar Laweyan. 


Dikonfirmasi masalah boleh tidaknya warga masyarakat umum untuk menggunakan ruangan Langgar Laweyan sebagai tempat ijab qobul dalam pernikahan, Basuki selaku pengurus Langgar Laweyan menjawab," Bisa dikondisikan terlebih dahulu dengan pemiliknya, boleh tidaknya sekaligus adakah beaya kontribusinya. Kalau hanya foto free wedding calon pengantin atau lainnya, dipersilakan dan gratis,"jelas Basuki. # Yan 1 

                 &&&&&&&&&&&&&&&&&


















Seruan Penyadaran dan Kepedulian Lewat Ajang "Art For Humanity 2022" BEM Prodi Pendidikan Tari UNJ

Juli 01, 2022


GUGAT news.com

Perguruan tinggi harus berkomitmen dalam mencetak lulusan berkarakter dan berintegritas. Mahasiswa tidak hanya pintar, berpengetahuan dan unggul. Melainkan juga punya rasa tanggungjawab, beretika, dan memiliki sikap empati.


“Karena ketika seseorang memiliki empati, dia bertanggungjawab terhadap perbuatannya dan tahu bagaimana memperlakukan orang lain,” ujar Ida Ayu Julia Maharani, saat beranjangsana ke Sanggar Humaniora, di Kranggan Permai, Jatisampurna Kota Bekasi, Kamis (30/06/2022).

Ida Ayu Julia Maharani, adalah Staff Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).


Kehadirannya di Sanggar Humaniora bersama sejumlah mahasiswa UNJ lainnya, diantaranya Ajeng Dyah N, serta para mahasiswa yang menjadi panitia dari kegiatan sosial ini. Kunjungan tersebut dalam rangka pelaksanaan rangkaian acara Art For Humanity 2022 yang mereka selenggarakan.


Selain memberi perhatian pada masyarakat kurang mampu, program ini juga menampilkan karya tari sebagai bentuk sinergi antara berkesenian dan peduli terhadap sesama. Aksi sosial tahun ini mereka menyambangi Sanggar Humaniora, di Kranggan Permai, Jatisampurna Kota Bekasi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa menjadi lebih peka dan terasah jiwa sosial kemanusiannya,” ujar Dra. Nursilah, M.Si., selaku Dosen Pembimbing program ini.


Art For Humanity, terang Nursilah, merupakan kegiatan yang dirancang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pendidikan Tari UNJ untuk mewujudkan cinta kasih. 

“Membangun rasa saling peduli mahasiswa untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nursilah.


Tema dari kegiatan Art For Humanity Tahun 2022 ini, adalah Creating Happiness Through Traditional Art (menciptakan kebahagiaan melalui seni tradisional). 

Anjangsana ini ditandai dengan penyerahan bantuan sembako berupa; beras, mie instan, minyak goreng, teh celup, serta bingkisan snack pack untuk anak-anak binaan Sanggar Humaniora.


Sanggar Humaniora, adalah lembaga nirlaba di bawah Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan. Bergerak di bidang pelayanan sosial, pendidikan dan kegiatan budaya. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan formal dan non-formal secara gratis, serta menyalurkan bantuan sosial dan santunan. 

Bantuan diserahkan Ida Ayu Julia Maharani, selaku penanggungjawab program Art For Humanity 2022, serta didampingi beberapa mahasiswa lainnya.


Bantuan diterima nenek Saimih Binti Pendek (92 tahun), mak Nyamah (72 tahun), mak Nyamih (67 tahun), dan mak Kaminah (60 tahun).  Mereka mewakili penerima bantuan bagi para pemulung janda lanjut usia, binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan lainnya. 

Kedatangan para mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut, disambut Ketua Umum dan Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, dan Sabrina Salawati Daud, S.Pd.


Menurut Eddie Karsito, silaturrahmi lewat program Art For Humanity 2022 ini, diniatkan sebagai seruan penyadaran dan kepedulian. Membangun jiwa altruistik. Menajamkan kepekaan intuisi.

“Seni tari yang menjadi bidang studi mereka bukan hanya menggerakkan badan semata. Beragam makna penting tersirat dalam aktivitas seni ini. Selain gerak, tari merupakan pengejawantahan dari pemahaman nilai. Termasuk nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya,” ujar Eddie Karsito.


Atas nama Keluarga Besar Sanggar Humaniora, Eddie juga menyampaikan terima kasih kepada 
seluruh sivitas akademika Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), khususnya Panitia Penyelenggara Art For Humanity 2022.


Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini 

“Terima kasih bantuan dan kepeduliannya. Temukan karunia Allah SWT dengan menolong orang lemah. Menolong adalah cara kita mengembangkan perasaan bersyukur,” ujar Eddie Karsito./ Yan 1














Semrawutnya Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Juli 01, 2022


 Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, semrawut 

GUGAT news. com SOLO

Sepertinya jagrak, Cakra kewibawaan dari bangunan bersejarah yang dibangun oleh beliau Sinuhun Paku Buwono X Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan Bangsal Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, memprihatinkan. Semrawut, hilir mudik lalu lalang pejalan kaki, pesepeda motor, mobil bahkan bus pariwisata hingga pedagang kulineran Oprokan.

Maraknya pedagang kulineran dan parkiran mobil di depan Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat 

"Dulu sebenarnya saya sudah pernah mengusulkan, sebaiknya lahan luas dari Alun-alun Utara bisa dipakai menampung sarana perparkiran. Baik yang hendak kulakan kain di Pasar Klewer ataupun yang berwisata ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Bukan hanya parkir saja, keberadaan kaki lima kulineran juga bisa ditampung. Tinggal di atur saja," terang KGPH Puger belum lama ini saat bertemu dengan GUGAT news.

KGPH Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat 

Ditambahkan Gusti Puger, panggilan akrab KGPH Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga adik kandung Sinuhun Paku Buwono XIII sekarang Ini, kondisi semrawutnya Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat jelas mempengaruhi kewibawaan sekaligus menjadikannya kurang "Kajen" peninggalan sejarah leluhur Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. " Bisa jadi, malahan akan rusak dengan tangan jahil yang tidak bertanggungjawab!"tegasnya.

Sehingga tidak ada salahnya, masih menurut penuturan Gusti Puger, kembali keberadaan Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dibenahi sekaligus ditata pada porsinya masing-masing. Artinya, suasana halaman depan Pagelaran bisa steril, bebas dari parkiran motor dan mobil bahkan bus pariwisata serta pedagang kulineran. Mereka bisa ditata rapi di lahan Alun alun Utara. "Bahkan bisa dimulai dari Alun-alun Utara ini wisatawan keraton, tidak langsung ke Museum Keraton Kasunanan," jelasnya.

Ditambahkan Gusti Puger,"Justru dari Alun-alun Utara ini wisatawan dipandu serta diterangkan sejarahnya Alun alun juga kedua pohon beringin. Selanjutnya bisa dipaparkan sejarah Bangsal Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dilanjutkan.asuk Sitihinggil Lor dengan berbagai cerita sejarahnya, terus jalan menuju Kori Brojonolo Lor, bisa berfoto sejenak di Kamandungan yang selanjutnya masuk Museum Keraton. Silakan kalau mau dilanjutkan ke Sitihinggil Kidul dengan Alun alun Kidulnya," tutur KGPH Puger mengakhiri wawancaranya dengan GUGAT news.com. # Yan 1 


                    &&&&&&&&&&&&&

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini 

Wedangan Gus Plengeh Kampung Batik Laweyan Jujugan Berbagai Kalangan

Juli 01, 2022


 Wedangan Gus Plengeh Mangkalnya berbagai kalangan profesi

GUGAT news. com SOLO

Pagi itu, Kamis 30 Juni 2022 sekitar pukul 06.30 WIB, suasana Wedangan Gus Plengeh yang ada di Kampoeng Batik Laweyan  atau tepatnya berada di sebelah Timur Masjid Laweyan, adalah masjid tertua di Kota Solo, sudah tampak ramai pengunjung. Puluhan penikmat wedangan sudah memenuhi Wedangan Gus Plengeh sekalipun baru saja digelar dagangannya. "Alhamdulillah...baru saja dibuka sudah ramai pembeli,"ujar Gus Plengeh seraya tersenyum.

Saat itu pula, Gus Plengeh yang memiliki nama asli Widodo ini terus saja kedua tangannya tidak pernah berhenti melayani pembeli yang terus saja mulai berdatangan di wedangan miliknya. Dari teh tawar, kopi pahit, teh-es teh, jeruk hingga minuman andalan di saat Pandemi Covid-19, Jahe Gepuk. Untuk makanan, pembeli bisa langsung mengambilnya sendiri. 

     Makanku praktis dan tidak ribet 

Dari nasi kucing alias Sego sambel dengan secuil bandeng, nasi sambel teri juga nasi telur goreng sambel yang biasa dikombinasikan dengan cap jie kie alias cap jae goreng, mihun dan lauk pauk lezat lainnya. Setidaknya ada puluhan menu gorengan tradisional di Wedangan Gus Plengeh ini. Sebut saja kroket, berbagai jenis sosis, baceman tahu tempe, bahkan sosis rebung bambu alias sosis bung. "Kalau aku lebih suka telo atau ketela goreng,"ujar KGPH Puger.

Menariknya Wedangan Gus Plengeh ini, semacam menjadi pangkalan sekaligus jujugan bagi orang dengan berbagai kalangan dan profesi. Bisa jadi, dari rakyat, ningrat, pejabat hingga bangsawan. Adalah Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga adik kandung Sinuhun Paku Buwono XII, bisa dipastikan lagi, tak pernah absen di Wedangan Gus Plengeh.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini 

Selain ada Gusti Puger, panggilan akrab KGPH Puger, ada juga pejabat lurah dengan Babinsanya, TNI-Polri, budayawan hingga pengusaha batik, kontraktor, juragan percetakan dan disain kaca, owners kuliner Iwak Kali, detailer obat, sales manager, perbankan, broker motor dan perumahan, ibu ibu sales berbagai produk, guru hingga pembalap motor sekaligus mekanik. "Pokoknya semua profesi ada di Wedangan Gus Plengeh ini,"ujar Gusti Puger.

Disinggung masalah kenapa komplitnya berbagai profesi pada suka "ngerumpi " sekaligus ngegosip di Wedangan Gus Plengeh, Gusti Puger langsung menjawab diplomatis, selain Owners nya juga ramah dalam melayani pembeli, varian menu jajanan nya cukup komplit, lengkap serba ada. Pastinya, makan dan minum nya enak dan lezat. "Meski pengunjungnya dari berbagai daerah dan beragam profesi, mereka pada nyemedulur, akrab dan familiar. Tak pelak, mereka pada betah berlama-lama di Wedangan Gus Plengeh ini,"pungkas KGPH Puger. # Yan 1.














Langgar Merdeka Semula Bekas Toko Ganja

Juni 30, 2022


Langgar Merdeka Icon Kampoeng Batik Laweyan Solo

GUGAT news.com SOLO

Adalah Langgar Merdeka, unik sekaligus menarik. Pasalnya, Langgar atau Surau juga disebut Musholla yang ada di Kampoeng Batik Laweyan Solo atau tepatnya berada di Jalan Dr Rajiman no 565 Laweyan, Solo, ini semula merupakan rumah toko ganja atau yang saat ini dikenal sebagai narkoba dan milik pengusaha Cina. Uniknya, ganja bisa memasuki wilayah yang notabene warganya mayoritas beragama Islam. Setidaknya menjadikan dampak buruk bukan? Imej yang kurang bagus.

Menariknya, begitu mendapati adanya imbas kurang baik dari toko candu atau ganja terhadap Kampoeng Batik Laweyan, sebagai saudagar kaya raya dengan usaha batik nya, oleh H Imam Masyhadi dibelilah toko ganja atau candu yang kini dikenal sebagai narkoba itu dari pemilik keturunan Tionghoa. Sekitar pada tahun 1942 dan saat itu pula dibangunlah sebuah rumah ibadah, Langgar Merdeka hingga sekarang ini.

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini

Tidak kurang dari 3 tahun, selesailah sudah renovasi terhadap toko ganja tersebut menjadi sebuah rumah ibadah, Langgar Merdeka. Sehingga pada tahun 1946 penggunaannya diresmikan langsung oleh Mensos pertama kali di Indonesia, Mulyadi Joyo Martono di jaman Presiden RI Ir Soekarno. Sekarang ini selain menjadi semacam mascot Icon Kampoeng Batik Laweyan juga merupakan ancer-ancer alamat serta jujukan menuju Laweyan.

Bukan hanya itu saja, Langgar Merdeka yang merupakan Cagar Budaya Heritage bersejarah ini, kondisinya tampak semakin makmur. Makmur dengan suasana jamaah shalat maupun makmur suasan pedagang kulineran Apem dan madu asli yang merupakan saran tempat kulakan madu sekaligus oleh oleh kue Apem Laweyan. "Alhamdulillah... selain apem Dudi khas Laweyan juga madu dan wedangan angkringan Selamet, kesemuanya laris manis,"papar Slamet pemilik Angkringan. #Yani