Kampung Hantu' Di Kampung Laweyan

April 30, 2024
Selasa, 30 April 2024


 Jembatan Pulung yang dikenal cukup angker. Penghubung Kampung Pajang dan Kampung Laweyan. Foto : Yani.

GUGAT news.com SOLO

Jangankan saat malam hari, di siang hari bolong pun suasananya di paling ujung barat dari Kampoeng Batik Laweyan yang berbatasan dengan Kampung Pajang itupun cukup membawanya suasana misterius. Seperti siang itu, Selasa (29/4), GUGAT merasa cukup yakin manakala suasananya angker itu melekat erat di area Jembatan Pulung dan sekitarnya begitu bertemu dengan Didik dan Jeki.

Adalah DIdik (54) warga setempat yang tinggal nya berbatasan dinding pembatas dari pemakaman Ketheng dan bekas pemakaman Sayangan yang kini dibangun sekolah SD Sayangan, mengaku pernah dilapori oleh seseorang Ojek Online (Ojol) yang membawa penumpang wanita cantik naik dari RS Panti Waluyo, Kerten, Laweyan untuk di anter ke rumah di sekitar kampung keramat.

Di ujung paling barat Kampung Laweyan dan berbatasan dengan Kampung Pajang ini , sewajarnya jika dikenal sangat angker. Bagaimana tidak, di lokasi tersebut ada 3 pemakaman kuno. Pemakaman Keramat, Makam Sayangan yang kini dipakai Sekolah SD Sayangan serta pemakaman Ketheng Kuanggan." Wajar saja, kalau banyak orang merasa ngeri saat melintas malam hari di sini, termasuk tukang ojek online," terang Didik yang turut diiyakan oleh Jeki (50) warga Kuanggan, Laweyan.

Bahkan Jeki turut menambahkan, jika dirinya biasa bertemu dengan wanita-wanita cantik dengan aroma wangi bunga kenanga serta rambutnya terurai panjang. Bukan seperti rambutnya wanita pada umumnya, melainkan rambut hitam legam itu hingga menyentuh tanah saat mereka berjalan beriringan masuk ke pemakaman Ketheng yang khusus milik kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

"Alhamdulillah...saya tidak takut. Kenapa harus takut? Saya dari lahir sudah tinggal di pemakaman umum Ketheng, Kuanggan, Kampung Laweyan paling barat. Ya bagaimana lagi? Orangtuaku tidak memiliki rumah, ya tinggal di rumah bedeng halaman makam. Paling tengah malam kalau ketemu, saya juga hanya berucap Assalamualaikum...jangan ganggu. Mereka hanya lewat saja dan tidak mengganggu." ujar Bu Jeki, tersenyum.

Sebenarnya, masih menurut penuturan Jeki, kalau ditelisik pada Kampung Laweyan ini Kampung tertua dan angker, banyak peninggalan kuno. Masjid tertua di Solo, Makam Ki Ageng Henis tertua di Solo, berbatasan dengan Keraton Pajang. Selain banyak masjid kuno juga banyak Pemakaman kuno. Gang gangnya semprit, sepi dan gelap, bagaimana tidak angker? Suasananya cukup mendukungnya.

" Kalau saya dan Mas Didik, mungkin sudah dikenal dengan penghuni abstral di Kampung Laweyan ini, Saya lahir dan tinggal di pemakaman, Mas Didik berdampingan rumahnya dengan makam. Ya sudah, intinya kami tidak saling mengganggu. Sumonggo bagi yang mempunyai Ilmu spiritual tinggi atau indigo, bisa melihat rumah hantu di pohon randu alas makam keramat itu," ujar Bu Jeki sambil menunjuk pada pohon randu alas yang usianya sudah ratusan tahun. #Yani.

Thanks for reading Kampung Hantu' Di Kampung Laweyan | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS