Gusti Dipo Dampingi Wawali Astrid Widayani Serahkan Tombak Kepada Joko Tingkir
Sabtu, 28 Maret 2026
GUGAT news. com SURAKARTA
Selain Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPH Adp) Dipo Kusumo sebagai Pengageng Perintah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, turut pula sang isteri Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipo Kusumo serta salah satu Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timur Rumbai, mendampingi Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani untuk menyerahkan tombak kepada Joko Tingkir yang diperankan oleh Bendoro Raden Mas (BRM) Yudhistira dalam gelaran Ketupat Lebaran Syawal an 1447 H di Solo Safari Taman Jurug.
Selesai menyerahkan tombak untuk dibawa Joko Tingkir dalam mengarungi derasnya air Sungai Bengawan Solo yang banyak hidup binatang buaya, namun binatang buas tersebut sudah tunduk patuh terhadap sang Joko Tingkir, saat itu pula Joko Tingkir pun tak lupa sedikit menerima wejangan sekaligus doa japa mantera dari Wawali Astrid Widayani untuk keselamatan manakala tengah mengarungi Sungai Bengawan Solo dengan menaiki gethek perahu yang terbuat dari rakitan batang bambu yang langsung dikawal oleh beberapa perajurit tangguh dari keraton.
Peristiwa itu semua bagian dari gambaran sejarah tempo dulu yang dilakukan oleh Sultan Hadiwijaya atau Mas Karebet yang lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir sewaktu mengarungi deras nya Sungai Bengawan Sore sampai Bengawan Solo perjalanan dari Kerajaan Demak Bintoro. Selesai dari menerima tombak, Ndoro Mas Yudhistira yang merupakan cucu ndalem Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menerima peran sebagai Raja Kasultanan Pajang sekitar abad 15 silam itu pun segera berjalan untuk menaiki kuda menuju Bandar Sungai Bengawan Solo.
Pastinya, perjalanan air itupun tidak begitu lama. Pasalnya, derasnya air Sungai untuk Bengawan Solo tersebut digantikan dengan taman Segaran yang ada di dalam area Solo Safari, sehingga tidak lebih dari 30 menit. Meskipun taman Segaran, namun kedalaman air nya cukup dalam karena biasa dipakai untuk wisata perahu air. Dikisahkan, Joko Tingkir begitu mendarat langsung menemui rakyat Pajang sekaligus untuk membagikan oleh-oleh dari perjalanan dari Kerajaan Demak. Sesuai dengan tema Lebaran Syawal, Joko Tingkir pun segera membagikan ribuan ketupat Syawal.
Dalam kesempatan itu, Gusti Dipo panggilan akrabnya KGPH Adipati Dipo Kusumo, menerangkan sejarah terjadinya Lebaran Syawal Ketupat di Taman Satwa Taru Jurug yang kini telah menjadi Solo Safari. " Semua bermula dari Taman Sriwedari Kebon Rojo Sinuhun PB X Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sebelum membuat Mbon atau kebun raja Sriwedari, PB X sudah banyak menanam pohon pohon di Jurug untuk menjadikan suasana panas terik matahari jadi rindang dan adem. Bersamaan itu pula, PB X juga merancang pembangunan Kebon Raja Sriwedari. Dari sinilah awal muka adanya Taman Satwa Taru Jurug, " terang nya.
Begitu selesai membangun Kebun Raja Taman Sriwedari, masih menurut penuturan Gusti Dipo, semuanya binatang milik PB X yang menjadikan klangenan, kesayangannya dan dirawat oleh seorang srati atau pawang binatang yang ada di sekitar luar Tembok Benteng Baluwarti, segera dipindahkan nya ke Taman Kebun Raja di Sriwedari, semua termasuk binatang gajah dan satwa satwa buas sekaligus beragamnya jenis unggas dikumpulkan di Kebun Raja Sriwedari, sehingga dikenali sebagai Bon Rojo Sriwedari yang lengkap dengan fasilitas wisata, termasuk Taman Segaran yang di tengah-tengah nya ada bangunan Kopel untuk beristirahat keluarga Raja.
"Seiring perkembangan jaman, oleh pihak pemerintah dipindahkannya Taman Sriwedari menuju ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dengan semua koleksi binatang-binatang nya. Sehingga serasa pas sekali dengan sebutan TSTJ, Taman, Satwa atau binatang dan Taru itu bermakna tanduran atau tanaman sedangkan Jurug merupakan area lokasi. Untuk lebih profesionalnya serta memenuhi pengunjung di jaman yang sudah modern ini, dibangunlah TSTJ menjadi Solo Safari yang tetap melestarikan budaya tradisional TSTJ Lebaran Ketupat Syawalan seperti sekarang ini, " pungkas KGPH adp Dipo Kusumo. # Yani.





