Daop 6 Yogyakarta Capai Pertumbuhan Kinerja Angkutan Penumpang Sebesar 8 % Pada Triwulan I. 2026
GUGAT news. com YOGYAKARTA
Daop 6 Yogyakarta menorehkan kinerja positif pada angkutan penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) selama Triwulan I Tahun 2026. Pada periode Januari hingga Maret 2026, total volume penumpang KA JJ menunjukkan peningkatan sebesar 8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Daop 6 mencatat, total volume penumpang KA JJ pada Triwulan I 2026 sebesar 3.305.877 penumpang. Jika dibandingkan dengan Triwulan I 2025, capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan 8% dengan total 3.051.938 penumpang.
Feni Novida Saragih, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta mengatakan, “Kinerja Angkutan Penumpang Jarak Jauh pada Triwulan I ini menunjukkan pertumbuhan yang positif sebagai wujud kepercayaan masyarakat kepada kereta api terus bertumbuh dan meningkat. KAI Daop 6 akan terus menjaga kepercayaan ini dan berkomitmen untuk menjadi pilihan transportasi yang terus mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, serta kemudahan dalam mengakses pelayanan,” ujar Feni.
Feni menambahkan, peningkatan volume penumpang ini juga tidak terlepas dari momentum berbagai aktivitas masyarakat pada awal tahun seperti hari-hari besar keagamaan termasuk mobilitas kerja, pendidikan, libur long weekend, serta perjalanan wisata yang mengalami peningkatan signifikan, terutama pada bulan Maret yang mencatat volume tertinggi selama Triwulan I 2026.
Berikut enam stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta selama Triwulan I 2026 yaitu:
1. Stasiun Yogyakarta: 754.227 penumpang
2. Stasiun Lempuyangan: 348.634 penumpang
3. Stasiun Solo Balapan: 291.411 penumpang
4. Stasiun Klaten: 95.232 penumpang
5. Stasiun Purwosari: 70.474 penumpang
6. Stasiun Wates: 45.503 penumpang
Sementara itu, berikut 6 stasiun dengan volume kedatangan tertinggi di Daop 6 pada Triwulan I 2026:
1. Stasiun Yogyakarta: 731.033 penumpang
2. Stasiun Lempuyangan: 345.098 penumpang
3. Stasiun Solo Balapan: 313.987 penumpang
4. Stasiun Klaten: 89.565 penumpang
5. Stasiun Purwosari: 70.192 penumpang
6. Stasiun Wates: 44.686 penumpang
Data tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan masih menjadi stasiun tersibuk karena perannya sebagai simpul integritas transportasi dan salah satu pusat kesibukan mobilitas penumpang di wilayah Daop 6, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Selain itu, stasiun-stasiun lainnya seperti Solo Balapan, Klaten, Purwosari, dan Wates juga terus menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam mendukung distribusi penumpang di wilayah Daop 6.
Sejumlah kereta api keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta yang menjadi favorit pelanggan dalam melakukan perjalanan dala Triwulan I 2026 ini antara lain:
- KA Senja Utama Solo (Solo Balapan-Pasarsenen)
- KA Mataram (Solo Balapan-Pasarsenen)
- KA Lodaya (Solo Balapan-Bandung)
- KA Senja Utama Yogyakarta (Yogyakarta-Pasarsenen)
- KA Fajar Utama Yogyakarta (Yogyakarta-Pasarsenen)
- KA Joglosemarkerto (Solo Balapan-Yogyakarta-Purwokerto-Semarang Tawang-Solo Balapan)
- KA Progo (Lempuyangan-Pasarsenen)
- KA Sri Tanjung (Lempuyangan-Surabaya Gubeng-Keteapang)
- KA Bengawan (Purwosari-Pasarsenen)
Feni menyampaikan, capaian positif ini merupakan hasil dari sinergi lintas unit di KAI Daop 6 dalam meningkatkan kualitas kinerja secara menyeluruh terutama dalam menjaga keselamatan, peningkatan sarana dan prasarana, pengendalian operasional, dan peningkatan fasilitas penunjang, hingga kemudahan dalam proses pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya.
“Pertumbuhan volume penumpang sebesar 8% pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu merupakan indikator bahwa minat dan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus meningkat. KAI Daop 6 juga terus melakukan berbagai inovasi pelayanan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis. Ke depan, KAI Daop 6 akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan secara berkelanjutan dan mendukung konektivitas antarwilayah,” tutup Feni.#4R1





