iklan



FOKUS

Dari Luka Menjadi Nada : Debrin Menemukan Cahaya Lewat 10 Lagu Inspiratif


GUGAT news. com YOGYAKARTA

Bagi sebagian orang, kehilangan adalah akhir dari banyak mimpi. Namun bagi Debora Rini Dwi Hastuti atau yang akrab dikenal dengan nama Debrin, keterbatasan justru membuka pintu kreativitas yang baru.

Perempuan yang selama ini dikenal sebagai pelukis tersebut kembali menunjukkan bahwa semangat hidup dapat menemukan jalannya dalam bentuk yang berbeda. Setelah bertahun-tahun mengekspresikan pergulatan batinnya melalui lukisan, kini Debrin hadir membawa pesan yang sama lewat musik.

Sebanyak sepuluh lagu inspiratif berhasil ia ciptakan. Lagu-lagu itu lahir bukan dari ruang studio mewah atau industri hiburan yang gemerlap, melainkan dari pengalaman hidup, proses pemulihan diri, serta perjumpaannya dengan masyarakat sederhana yang setiap hari berjuang menjaga harapan.

Perjalanan kreatif ini bermula setelah Debrin mengalami kecelakaan yang menyebabkan gangguan serius pada penglihatannya. Situasi tersebut sempat mengubah banyak hal dalam kehidupannya. Namun alih-alih menyerah, ia memilih menjadikan seni sebagai sahabat sekaligus terapi.

Melukis menjadi ruang penyembuhan. Warna-warna yang ia goreskan di atas kanvas perlahan membantu merawat luka fisik maupun batin. Dari proses itulah tumbuh kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kekuatan untuk bangkit, seberat apa pun cobaan yang dihadapi.

Kini pesan yang dahulu hadir melalui bahasa visual berkembang menjadi untaian nada dan lirik.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah lagu berjudul Gumrรฉgah. Dalam bahasa Jawa, gumrรฉgah berarti bangkit, bergerak, dan bersemangat menjalani kehidupan.

Lagu tersebut lahir dari pengalaman sederhana yang justru meninggalkan kesan mendalam. Pada suatu pagi di pedesaan, Debrind menyaksikan para petani bekerja di sawah sambil melantunkan tembang Jawa. Di tengah berbagai persoalan pertanian, mulai dari mahalnya pupuk hingga ancaman gagal panen, mereka tetap bekerja dengan wajah teduh dan hati yang lapang.

"Pemandangan itu membuat saya tersentuh. Mereka tetap bekerja dengan penuh semangat meskipun hasil yang diperoleh belum tentu besar," tutur Debrin.

Pengalaman serupa ia temukan di pasar tradisional. Di bawah gerimis yang turun perlahan, para ibu tetap menjajakan dagangan dengan senyum yang tidak pernah pudar. Jagung rebus, kerupuk, sayuran, hingga aneka kebutuhan harian ditawarkan dengan penuh keramahan.

Bagi Debrin, kebahagiaan ternyata tidak selalu lahir dari kelimpahan. Banyak orang sederhana yang mampu menjalani hidup dengan rasa syukur yang besar.

Perjalanan pengamatannya terus berlanjut. Ia melihat para buruh yang mengayuh sepeda menuju tempat kerja sejak pagi, para guru yang tekun mendidik anak-anak bangsa, serta para pekerja yang setiap hari berjuang menjaga keberlangsungan hidup keluarganya.

Mereka menjadi sumber inspirasi utama lahirnya Gumrรฉgah. "Lagu ini mengajak kita untuk tidak mudah menyerah. Setiap orang memiliki jalan perjuangan masing-masing. Yang penting adalah tetap bekerja dengan jujur, sungguh-sungguh, dan memberi manfaat bagi sesama," ujarnya.

Pesan yang diusung dalam lagu tersebut sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Debrind meyakini bahwa rezeki adalah hak prerogatif Tuhan, sementara manusia berkewajiban berikhtiar sebaik mungkin.

Karena itu, selain mengajarkan pentingnya kerja keras, lagu tersebut juga mengingatkan perlunya mengelola hasil kerja dengan bijaksana. Menabung, hidup sederhana, dan mensyukuri apa yang dimiliki merupakan bagian dari sikap hidup yang ia suarakan melalui lirik-liriknya.

Pengalaman Debrin saat memberikan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga kepada kelompok tani di Bantul semakin memperkuat keyakinannya bahwa masyarakat kecil memiliki ketangguhan luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

"Mereka mengajarkan banyak hal tentang kesabaran, syukur, dan semangat bertahan," katanya.

Sepuluh lagu yang telah ia ciptakan pada dasarnya merupakan satu rangkaian pesan tentang optimisme. Tema-tema seperti kerja keras, rasa syukur, integritas, cinta keluarga, harapan, dan kebermanfaatan hidup menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh karya tersebut.

Menariknya, musik bagi Debrin bukanlah upaya mencari popularitas. Ia memandang seni sebagai medium untuk menyebarkan energi positif.

Jika sebelumnya ia berbicara melalui warna dan bentuk di atas kanvas, kini ia menyampaikan pesan yang sama melalui melodi dan lirik.

Perjalanan Debrin menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak pernah mengenal batas fisik. Dari pengalaman kehilangan, lahir karya-karya yang justru menghidupkan harapan. Dari keterbatasan, tumbuh semangat untuk terus berkarya.

Di balik seluruh lagu yang ia ciptakan, terdapat satu pesan sederhana yang terus ia pegang: urip kudu urup. Hidup harus menyala.

Dan melalui sepuluh lagu inspiratifnya, Debrin berusaha menyalakan cahaya itu, satu nada demi satu nada, agar semakin banyak orang tetap gumrรฉgah, tetap bergerak maju, dan tetap percaya bahwa setiap kerja keras yang dilakukan dengan kejujuran pada akhirnya akan menemukan jalan menuju keberkahan. (Tor/*)



BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close