Kembali Puspo Wardoyo Suport Giat Budaya Keraton Kasunanan Surakarta
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah yang akrab disapa Gusti Mung, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sekaligus Pengageng Sasono Wilopo.
GUGAT news. com SURAKARTA
Sebelum menjawab pertanyaan wartawan, berkenan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah yang akrab disapa Gusti Mung ini yang selaku Ketua Dewan Adat (LDA) serta Pengageng Sasono Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Puspo Wardoyo selaku owners Ayam Bakar Wongsolo grup yang selalu mensupport kegiatan budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. "Entah sudah kali ke berapa saya harus bersyukur dan berterimakasih sekali dengan suport Pak Puspo Wardoyo, "papar Gusti Mung membuka percakapan nya dengan media.
"Beliau itu, Mas Puspo Wardoyo, pemilik Destinasi wisata air dan edukasi Kali Pepe Land serta Founder Makanku makanan sehat siap saji masa kini yang merupakan katering jama'ah haji dan umrah Indonesia itu, selalu saja berkenan dan tulus ikhlas membantu kegiatan budaya apa saja yang digelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Memang, Mas Puspo Wardoyo ini akrab sekali dengan Putra Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dikarenakan ada beberapa Putra-putranya Sinuhun teman sekolah di SMA Negeri 4 Solo. Kalau saya adik kelas, jadi beliau sejak SMA sudah biasa main ke keraton, "papar Gusti Mung.
Seperti kegiatan malam ini, lanjut Gusti Mung, Alhamdulillah.. Belum lama disupport kegiatan keraton dalam acara Hari Tari Sedunia, malam ini juga dibantu lagi dengan mensuport acara Syuro an, menyambut datang nya Malam Tahun Baru Jawa, 1 Syuro BE 1960. Bahkan beliau juga mengirim ditanya, Putra Putri hadir untuk menyaksikan acara Syuro an yang dimulai dari pukul 23.30-menjelang datangnya kumandang adzan Sholat Subuh. "Begitu Kebo Bule yang kali ini hanya 3 tiba di Kamandungan, kirab pusaka leluhur pun dikirab memutari tembok luar Baluwarti, " jelasnya.
Sebagai konsekuensinya untuk Jumenengan Noto, penobatan raja Sri Susuhunan Kanjeng Sunan (SISKS) PB XIV Hangabehi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, maka keraton mengeluarkan untuk kirab Malem 1 Syuro, dikeluarkannya sejumlah 14 pusaka tombak peninggalan leluhur. "Jangan dipaksa ditanyain namanya, says tidak tahu. Pokoknya ada sejumlah 14 Tombak dan 1 pusaka bukan tombak. Alhamdulillah... Semuanya berjalan lancar, meskipun ada pihak-pihak yang tidak menyukai, " ungkap Gusti Mung tanpa berkenan menyebutkan kelompok yang tidak menyukai kirab 1Syuro
"Oh iya, saya mohon maaf sekali dengan kehadiran putra putrinya Pak Puspo yang karena kesibukan kami, sehingga tidak bisa menjamu dengan baik-baik. Dan terima kasih sekali jika nantinya putra putri nya Pak Puspo berkenan hadir dan ikut melakukan kirab Syuro dengan berpakaian beskap busana Jawa. Sekali lagi, terimakasih Pak Puspo atas atensi nya tersendiri dengan giat budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, " pungkas GKR Wandansari Koes Moertiyah. # Yani.





