KGPH Puger : Almarhumah RAy Puger Selalu Prihatin Dengan Kondisi Keraton

Oktober 09, 2021
Sabtu, 09 Oktober 2021


 KGPH Puger ziarah ke makam isterinya tercinta. Foto : Yani.

GUGAT news.com. SOLO.
Siang itu, Jumat (8/10/2021) bertepatan di hari ke 3 sepeninggal Almarhumah RAy Puger memenuhi panggilan ke hadirat Allah SWT, bersama dengan ketiga putranya sekaligus menantu dan 5 cucunya, KGPH Puger melakukan ziarah kubur. Berdoa khusyuk dan tabur bunga serta siraman air kembang setaman di atas pusara sang istri tercinta di Pemakaman khusus milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Astana Ki Ageng Henis, Pulo, Laweyan, Solo.


Satu persatu dimulai berdoa, tabur bunga serta siraman air dari anak yang tertua, KRMH Suryanto Surya Wibowo dan keluarganya. Dilanjutkan putra ke dua juga bersama keluarganya, BRM Suryasmo terus dilanjutkan oleh putra bungsu bersama keluarga, BRM Suryo Triyono. Diakhiri dengan KGPH Puger sendiri. Berdoa didepan pusara, tabur bunga, siramkan air kembang setaman juga air sumur dari lokasi Pemakaman Ki Ageng Henis. Ritual ziarah kubur diakhiri dengan tabur bunga di pusara para leluhur Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.


Putra sekaligus menantu dan cucu KGPH Puger saat berziarah kubur. Foto : Yani

Dalam kesempatan itu, Gusti Puger sapaan akrab KGPH Puger, kepada GUGAT news.com mengungkapkan jika selama ini atau tiga bulan belakangan, istrinya RAy Puger memang mengidap penyakit yang berkaitan dengan kondisi pernafasan. Pada bagian paru paru nya mengalami flek, bakhan flek tersebut sudah menjalar hingga 3/4 paru paru nya. Meski dengan kondisi paru paru bersih hanya sekitar 1/3 bagian, anehnya tidak pernah mengalami rasa sesak nafas, apalagi sulit bernafas. 


"Alhamdulillah...meski banyak flek di paru paru nya, namun tidak pernah mengalami susah nafas. Mungkin, parahnya saat beliau terjatuh di kamar. Mulai saat itulah kedua kakinya setiap harinya terus merasa kesakitan. Dampaknya, setiap hari pula kami harus bawa ke ahli akupuntur. Terapi pada kakinya yang sakit. Mulai baikan dari sakitnya, beliau dalam tidurnya sering bermimpi ditemui leluhur. Untuk membesarkan hatinya, ya saya omongkan kalau itu semua akan membawa rejeki. Tak selang berapa lama, kami manusia hanya bisa berusaha, keputusan di tangan kuasa Allah SWT. Malam itu, Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, Allah SWT telah memanggil Nya. Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raaji'un..." urai Gusti Puger, pelan.


Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Ditambahkan Gusti Puger, selain sering bermimpi bertemu dengan leluhurnya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Nden Ayu, sapaan akrab RAy Puger semasa hidupnya, juga sering berkeluh kesah dengan suasananya keraton pada saat ini. Tidak kurang selama 17 tahun situasi keraton tidak pernah kondusif, guyup rukun seperti Putra Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat itu. "Selama Sinuhun Paku Buwono XIII ini, suasana keraton dengan Putra Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII, tidak bisa rukun. Selalu ada masalah. 


         Makanku praktis dan tidak ribet.

"Hal itulah yang pada setiap harinya dipikirkan oleh Nden Ayu, sebenarnya ada apa kok lebih dari 17 tahun, suasana kondisi keraton terus saja menuai masalah dan tudak pernah bisa diatasi. Selama ini, Nden Ayu senantiasa berbakti kepada keraton dan rajanya. Baik itu Sinuhun Paku Buwono XII juga Sinuhun Paku Buwono XIII sekarang ini. Bahkan setiap ada acara ritual budaya yang berkaitan dengan keraton, Nden Ayu lah yang mempersiapkan segala sesuatunya "uba rampe". Saat PB XII juga PB XIII. Sehingga beliau selalu terpikirkan semoga keraton kembali Rahayu.... Rahayu dan Kuncoro. Makmur kembali."pungkas KGPH Puger sambil menambahkan semoga ada penerus seperti Nden Ayu. #Achmad Yani.


                   °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Thanks for reading KGPH Puger : Almarhumah RAy Puger Selalu Prihatin Dengan Kondisi Keraton | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS