Sego Liwet Kuliner Khas Bangsawan Solo

November 12, 2021
Jumat, 12 November 2021


Sudah 15 tahun Mbak Yani menjajakan Sego liwet di Kampoeng Batik Laweyan Solo.

GUGAT news.com. SOLO.

Pagi itu, Jumat (12/11/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, sepanjang jalan Dr Rajiman, Laweyan atau tepatnya di sebelah timur jembatan Sungai Jongke, tampak ramai dengan suasana lalu lintasnya. Bukan hanya itu saja, Warung makan kuliner Sego liwet Mbak Yani pun tak kalah ramainya. Silih berganti pembeli berdatangan untuk mencicipi lezatnya Sego Liwet, nasi gurih yang dimasak dengan air santan kelapa. Pastinya, ada lauk kukusan telur, Areh santan kental yang dikocok, telur rebus hingga kukusan ayam. "Ketan bubuk juruh manis juga ada,"tawar Mbak Yani kepada pembeli.

Puluhan tahun lalu, tidaklah sembarang orang bisa menikmati lezatnya Sego Liwet, nasi gurih khas Solo yang pada waktu itu merupakan nasi yang hanya bisa dikonsumsi oleh keluarga keraton, saudagar serta pedagang dan pengusaha batik yang ada di Kota Solo. Bukan berlebihan, pasalnya nasi gurih Sego Liwet, saat itu harganya cukup mahal dan warga masyarakat biasa pun selain tidak mampu membeli, nasi tiwul yang terbuat dari parutan singkong pun sudah merasa cukup puas dan kenyang.

Hal itu terjadi puluhan tahun lalu, di era tahun 1960 an. Belakangan, dari semenjak tahun 1980 an, Sego Liwet sudah mulai memasyarakat dengan harga yang terjangkau. Saat itu pula, Nasi Tiwul sudah mulai bergeser dari Solo ke pinggiran daerah sekitarnya. Sego Liwet saat itu dijual secara berkeliling dan pagi hari hingga siang sekitar pukul 11 an, sekarang ini bukan hanya dijual pada pagi hari hingga siang hari, melainkan dari malam hari hingga dini hari. Bahkan sampai dikumandangkannya adzan subuh. 

Makanku Makanan Sehat Siap Saji Masa Kini Solusi Di Saat Pandemi Covid-19

Kalau dulunya hanya belasan pedagang kuliner Sego Liwet dan dijajakannya secara berkeliling dengan di gendong, saat ini setidaknya ada ratusan pedagang kuliner Sego Liwet yang mangkal di suatu tempat atau rumah rumah kuliner di sepanjang Kota Solo. Bahkan kini malahan menjadi maskot kuliner tersendiri bagi Kota Solo. Sehingga ada semacam pepatah yang mengatakan, " Belumlah ke Solo kalau belum menikmati lezatnya Sego Liwet!"

Budayawan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII, KGPH Puger dikonfirmasi seputar keberadaan Sego Liwet yang kini marak di Solo, mengungkapkan," Jika Sego Liwet atau nasi gurih ini, memiliki nilai historis tersendiri. Artinya, dahulu merupakan makanan setiap hari bagi bangsawan, saudagar dan juragan batik karena harganya memang mahal, kini sudah memasyarakat dengan harga terjangkau. Bahkan bagi keraton, hingga kini masih dipakai andalan untuk menjamu tamu penting," papar Gusti Puger, panggilan akrab KGPH Puger. #Yani.


                °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Thanks for reading Sego Liwet Kuliner Khas Bangsawan Solo | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS