Gusti Puger Menyoal Suronan Keraton

September 08, 2022
Kamis, 08 September 2022


 KGPH Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

GUGAT news.com SOLO 

Ditemui di sela-sela kesibukannya merakyat di Wedangan, Angkringan Gus Plengeh yang ada di Kampoeng Batik Laweyan, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga adik kandung Sinuhun Paku Buwono XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang saat ini bertahta, mengungkapkan jika selama kajian budaya nya di keraton yang juga sebagai budayawan keraton ritual Syura Pingkasan itu tidak pernah ada.

Ditambahkan Gusti Puger panggilan akrab KGPH Puger, yang diketahui nya selama kajian budaya di keraton hanya ada ritual Mapak, metuk atau menjemput hari datangnya bulan Syura atau populernya ritual malam menjelang datangnya tanggal 1 Syura dan Pahargyan, syukuran pada akhir selesai bulan Syura (Jawa) dan Muharram (Hijriah/Islam). "Jadi ritual Syura itu ada Mapak Syura dan ritual Pahargyan, tasyakuran telah selesainya bulan yang penuh berkah. Dan keraton tidak pernah melarang punya gawe di bulan Syura, bulan baik ini sekaligus tidak pernah ada keterkaitannya dengan Ratu Laut Kidul serta musyrik!"tegasnya.

Bukan keraton melarang, masih menurut penuturan Gusti Puger, warganya atau masyarakat luas pada umumnya, khususnya orang Jawa hendak punya gawe atau hajatan apa saja di Bulan Syura atau Muharram yang bagus sekali dan berkaitan dengan pantai laut kidul, sama sekali tidak melarang. "Kami hanya menyarankan, kalau bisa melaksanakan hajat apa saja sebaiknya hindari bulan Syura. Sama sekali tak ada hubungannya dengan gaib laut kidul. Hanya saja, pada bulan Syura atau Muharram merupakan bulan berkabungnya Nabi Muhammad SAW, dengan wafatnya sang cucu tercinta," jelasnya.




Thanks for reading Gusti Puger Menyoal Suronan Keraton | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS