127 Tahun Jumenengan KGPAA Mangkunegara VI

November 20, 2023
Senin, 20 November 2023


 
Persiapan untuk ritual sakral 127 tahun Tingalan Jumeneng Mangkunegara VI

GUGAT news.com SOLO 

Malam itu, Sabtu (18/11) yang biasanya Makam Astana Oetara, Nusukan yang tampak sepi, tidaklah demikian pada hari itu. Suasana tampak sedikit gemerlap dengan sorot lampu pengiring sesaji untuk ritual sakral Jumenengan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA ) Mangkunegara VI yang ke 127 tahun.

Bersama warga masyarakat Kampung Nusukan, Banjarsari, Situs Cagar Budaya Astana Oetara kembali gelar acara tahunan Tinggalan Jumenengan (kenaikan tahta) beliau KGPAA Mangkunegara VI yang ke 127 tahun. Itu semua dimaksudkan guna melakukan rasa syukur atas Rahmad dan Rudhlo Ilahi Rab, Allah SWT sekaligus penghormatan akan kebesaran perjuangan KGPAA Mangkunegara VI.

Mangkunegara VI diangkat menjadi pemimpin Kadipaten Mangkunegaran pada 21 November 1896. Sehingga Tingalan Jumenengan ini menjadikan agenda rutin masyarakat Nusukan khususnya Kota Solo pada umumnya. Mengingat akan jada besar Mangkunegara VI dalam mengembangkan perekonomian, pendidikan, sosial dan budaya di Puro Mangkunegaran saat itu.

KGPAA Mangkunegara VI seorang pemimpin visioner di penghujung abad 19 dan awal abad 20 yang mewarnai banyak perubahan pesat dalam melewati zaman edan dengan ugal ugalan. Mendobrak tradisi lama dengan dasar kebijaksanaan ala Jawa yang bertumpu dengan modernisasi melalui semangat segalitet, mulai dari perubahan mendasar dalam urusan keuangan, fashion, aturan tata krama, gaya hidup di Puro Mangkunegaran.

Prosesi Ganti Langse di makam KGPAA Mangkunegoro VI di Situs Cagar Budaya Astana Oetara, Nusukan, Solo (18/11).

Rangkaian Peringatan Jumenengan diawali dengan prosesi Wilujengan (Syukuran) yang diisi dengan doa bersama dan pembacaan ayat suci Al Quran. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Prosesi Ganti Langse atau mengganti Tirai Penutup Makam.  Sebuah prosesi yang syarat dengan makna syukur dan wujud kecintaan masyarakat dalam melestarikan peninggalan budaya. Dalam Prosesi ini dilakukan arak-arakan dari Pendopo Handayaningrat yang ada dilokasi ke cagar budaya ke area Kedaton Makam Mangkunegoro VI. Prosesi Ganti Langse diselenggarakan dengan penuh khidmat diiringi dengan doa yang dipimpin oleh sesepuh dan ditutup dengan tabur bunga oleh kerabat dan keturunan Mangkunegoro VI.

Kegiatan diakhiri dengan pagelaran tembang Macopatan yang dipersembahkan oleh Paguyuban Macopat dan Laras Madyo PAGERNAYA.

Tembang Macopatan melantunkan syair yang sarat akan makna dan pesan tentang kearifan dalam menjalankan kehidupan yang selaras dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan cerita tentang ketauladanan sikap Mangkunegoro VI

Perwakilan keluarga Trah VI dan masyarakat menyaksikan prosesi Ganti Langse dengan khidmat di makam KGPAA Mangkunegoro VI, Situs Cagar Budaya Astana Oetara, Nusukan, Solo (18/11)

Masih dalam rangka peringatan Jumenengan 127 tahun Mangkunegoro VI, Kelurahan Nusukan menggelar kegiatan Gelar Budaya Grebeg Astana Oetara 2023 yang diselenggarakan di Lapangan Prawit, Desa Nusukan, Surakarta (19/11). Kegiatan Gelar Budaya menampilkan berbagai ragam tarian dan kesenian dari  berbagai daerah persembahan dari berbagai kelompok masyarakat yang ada di wilayah Surakarta dan sekitarnya. informasi mengenai kegiatan Gelar Budaya dapat dilihat pada akun instagram astanaoetaraofficial dan kelurahan_nusukan

 ***

About Museum dan Situs Cagar Budaya Astana Oetarara
Astana Oetara adalah salah satu warisan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VI yang menyimpan memori kolektif yang bermakna penting dalam melengkapi narasi sejarah Indonesia di Masa Kolonialisme, Masa Kebangkitan Nasional hingga ke Masa Reformasi.  Terlahir dengan nama G.R.M. Soeyitno, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A) Mangkunegoro VI adalah Pangeran yang memerintah Kadipaten Mangkunegaran  sejak tahun 1896 hingga 1916. Beliau lahir pada tanggal 1 Maret 1857 di Surakarta, Jawa Tengah. Ia merupakan putra keempat dari Mangkunegoro IV dan juga adik dari Mangkunegoro V. Disinilah rumah peristirahatan terakhir KGPAA Mangkunegoro VI dan keturunannya, beserta para pegawai Mangkunegaran yang dianggap memiliki jasa besar pada masa kepemimpinannya (1896-1916). Melalui proses kajian, Astana Oetara dinilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan yang perlu dilestarikan keberadaannya sehingga ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Surakarta pada tanggal 21 Mei 2021, melalui Surat Keputusan Walikota Surakarta nomor 432.22/50.1 Tahun 2021, Tentang Status Cagar Budaya di Kota Surakarta Yang Ditetapkan Tahun 2021. Sesuai amanah KGPAA Mangkunegoro VI, Astana Oetara telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat dan museum hidup yang terbuka untuk dikunjungi masyarakat umum yang ingin mempelajari dan menyelami nilai-nilai kepemimpinan warisan KGPAA Mangkunegoro VI, sosok pemimpin yang dikenal dekat dan peduli dengan rakyatnya.








Thanks for reading 127 Tahun Jumenengan KGPAA Mangkunegara VI | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS