Gusti Puger: Pasir Laut Atau Rumput Di Alun alun Perlu Kajian

Maret 28, 2024
Kamis, 28 Maret 2024


     Gusti Pangeran Haryo (GPH) Puger

GUGAT news.com SUKOHARJO 

Selesai dari melihat lihat suasananya revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Alun alun Lor dan Kidul, GPH Puger bertemu dengan GUGAT news saat hendak makan berbuka puasa di Angkringan Subur yang ada di bekas Waduk Banaran, Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/3) petang hari. 

"Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terhadap Alun alun Lor dan Kidul perlu kajian panjang. Artinya, manakala mau diurug dengan pasir laut kidul atau pasir sungai atau rumput atau bahkan paving dengan perpaduan rumput disela sela nya, kudu harus ada semacam kajian terlebih dahulu," terang GPH Puger sambil menyiapkan minuman dan makanan untuk berbuka puasanya.

      Kasunanan Surakarta Hadiningrat 

Sebenarnya, lanjut Gusti Puger, panggilan akrab GPH Puger, salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini, Kesemuanya baik dan memiliki kelebihan sekaligus kekurangan sendiri sendiri. Bagaimana dengan urugan pasir laut kidul atau pasir sungai, memiliki manfaat dan ketidakmanfaatan tersendiri.

Termasuk urug atau penutup rumput dari jenisnya apa, pastinya juga mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sehingga dalam hal ini, perlu dari berbagai elemen memberikan saran dan masukan untuk lebih bagusnya kedua Alun alun milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini. Setidaknya Kementerian PUPR atau yang terkait.

Sebagai Putra Ndalem Sinuhun PB XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sekaligus budayawan, Gusti Puger hanya bisa memberikan saran saran dan masukan saja demi kebaikan terwujudnya Alun alun Lor dan Kidul Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Bisa bersinergi, bermanfaat bagi semuanya. Rakyat dan negara.

Masalah nantinya masih bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, hal itu merupakan kajian tersendiri yang lebih serius dan matang. Milik keraton dilestarikan negara dan dipergunakan untuk kepentingan bersama, rakyat dan negara. Dahulunya biasa dipakai bersosialisasi di Alun alun Kidul, dengan olahraga, jajanan kulineran rakyat, wisata murah keluarga dan fungsi lainnya, perlu dipikirkan. Intinya tidak ada yang saling dirugikan.

"Seperti perlu tidaknya ditutup dengan pagar atau Alun alun Lor yang dahulunya diperuntukkan untuk lahan perparkiran pengunjung dari luar kota yang hendak berbelanja di Pasar Klewer serta pengunjung wisata Keraton dengan mobil pribadi atau bus pariwisata, ini juga harus diberikan solusinya. Mungkin bisa dipindahkan ke Vastenburg atau lainnya, sumonggo!" urai Gusti Puger.

Termasuk masalah kegiatan hajatan Ndalem, lanjut Gusti Puger, baik itu Sekaten yang biasanya dibarengi dengan pasar malam serta Gerebeg Poso juga Gunungan Iedul Adha atau kegiatan Pemkot Solo yang harus menggunakan lahan luas. Sehingga adanya urug pasir laut kidul, sungai atau rumput harus dibicarakan dengan yang berkompeten dan ahlinya. #Vin.

Thanks for reading Gusti Puger: Pasir Laut Atau Rumput Di Alun alun Perlu Kajian | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS