iklan



FOKUS

Kunjungi Sekolah Rakyat dan Edukasi Mengenai TBC, Komdigi Perkuat Wawasan Penyuluh Informasi Publik


 GUGAT news.com SURAKARTA 

Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan SAPA PIP (Sarana Pelatihan dan Apresiasi Penyuluh Informasi Publik) bertema “Menggaungkan Sekolah Rakyat, Mengakhiri Epidemi TBC” sebagai bagian dari upaya memperkuat peran PIP dalam mendiseminasikan program prioritas pemerintah kepada masyarakat khususnya terkait Sekolah Rakyat dan Penanggulangan TBC.

“Silahkan peserta untuk mencerna seluruh substansi materi yang disampaikan oleh para narasumber dan tolong sampaikan ini kepada seluruh masyarakat sebaik-baiknya sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan baik, berpikir positif dan mampu memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari semua program yang diberikan pemerintah,” ujar Angki Kusuma Dewi, 25 November 2025.

Koordinator Tim Teknis Satgas Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat Kementerian Sosial, Mujiastuti, memaparkan Sosialisasi Program Sekolah Rakyat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat rentan.

“Ide program Sekolah Rakyat adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan, memberikan kesempatan kepada semua anak untuk sekolah agar bisa memperbaiki ekonomi mereka,” terangnya.

Sebagai bagian dari rangkaian SAPA PIP, para peserta melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengan Atas 17 Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, peserta menyaksikan secara langsung proses pembelajaran siswa siswi yang tengah mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas, baik mata pelajaran maupun aktivitas seni musik. 

Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai implementasi Sekolah Rakyat sebagai ruang pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter, kreativitas, serta peningkatan kualitas hidup anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Tidak hanya mengenai Sekolah Rakyat, PIP juga mendapatkan paparan mengenai strategi penanggulangan TBC yang dibawakan oleh Sulistyo, Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Kementerian Kesehatan. Ia mengulas Strategi Komunikasi untuk Eliminasi TBC dan menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pendampingan pasien.

“Intinya adalah bahwa orang yang sakit TBC itu perlu pendampingan karena pengobatannya 6 bulan, kadang emosinya tidak stabil,” jelasnya.

Selain materi yang berkaitan dengan wawasan program prioritas Asta Cita, PIP juga dilatih mengenai teknik editing video. Dalam melakukan diseminasi informasi program pemerintah, PIP dituntut untuk mampu membuat konten di sosial media dengan menarik dan efektif.  Peserta diajak memahami sekaligus mempraktikkan pembuatan konten sebagai media penyuluhan yang efektif.

“Hari ini kita membahas dan mempraktekkan langsung mengenai pembuatan konten yang harapannya akan membantu PIP dalam menjalankan tugasnya,” tuturnya menutup sesi materi.#De WAN to


BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close