Apapun Alasannya Ijazah Jokowi PALSU
Wuri Handayani alias Wuri Baret aktivis 98 asal Solo yang getol menyoal tentang Ijazah Jokowi. Foto : Yani.
GUGAT news.com SURAKARTA
Bukan tanpa alasan, bilamana seorang aktivis 98 asal Solo, Wuri Handayani yang akrab disapa Wuri Baret ini tegas mengakui sepenuhnya jika ijazahnya JOKOWI ada, hanya saja sepenuhnya 99% palsu. Bagaimana tidak, masalah yang sebenarnya harus sepele untuk diselesaikan malahan jadi bertele tele sehingga jadi berkepanjangan dan tidak kunjung usai. Terkesan diulur ulur sampai memakan waktu berkepanjangan.
"Sebenarnya mudah kok, kalau mau diakhir kepemimpinan mau dikenal sebagai negarawan, cukup mudah. Beretika jujur selesai, tinggal tunjukkan saja, ini lho ijazahnya JOKOWI dari SD, SMP, SMA bahkan Universitas Gajah Mada (UGM) sudah selesai. Itupun kalau memang benar ada, kenapa harus dibuat berlarut larut terkesan mular mulur waktu," ujar Wuri Baret.
Urusan mudah kok kenapa harus dipersulit, lanjut Wuri, kalau memang konsekuensi menghormati hukum, harusnya minimal pengacaranya JOKOWI malahan syukur kalau JOKOWI sendiri berkenan hadir sesuai dengan janji janjinya. Hadir dengan membawa ijazahnya yang menurutnya asli ditunjukkan ke publik sekaligus berkenan untuk diteliti tentang keaslian nya, bukan malahan mangkir terus hingga beberapa kali.
Setidaknya dengan janji-janji palsunya itu, lanjut Wuri, menjadikan image, prasangka buruk tersendiri bagi jutaan rakyat di seluruh Indonesia yang terus saja menantikan ke JUJUR an dari sikap JOKOWI Untuk datang menghadiri persidangan, bukan malah menghindar terus. Sehingga tidak ada salahnya kalau kami dan jutaan rakyat di seluruh tanah air akan meyakini jika ijazahnya JOKOWI memang ada, namun keasliannya masih diragukan.
Dikonfirmasi seputar hukum yang berlaku jika tuduhan ijazahnya JOKOWI palsu ternyata asli, Wuri Baret dengan tegas menyatakan akan meminta maaf kepada Jokowi dan sebagai konsekuensinya hukum dimeja hijaukan, semua tergantung nantinya oleh pengadilan. Demikian pula dengan Jokowi kalau terbukti bersalah, ya harus minta maaf kepada jutaan rakyat Indonesia. Masalah konsekuensinya hukum biarkan saja urusan bagi mereka yang tahu tentang hukum. #Yani.





