iklan



FOKUS

Gizi Berkarsa Diuji Coba di Polokarto, Dukungan Penuh Pemkab Sukoharjo Dorong MBG Menjadi Stimulan Tumbuhnya Pendidikan Karakter


 Sutardi pemilik SPPG Godog, Polokarto, Sukoharjo (batik) bersama Dr H Muhammad Kalono SH MSi selaku Ketua Y@smi. Foto Yani 

GUGAT news.com SUKOHARJO 

Program Gizi Berkarsa (Gizi Berbasis Karakter dan Ketahanan Pangan Sekolah) resmi memasuki tahap uji coba dan telah berjalan dengan baik di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Program ini dikembangkan sebagai penguatan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan pendekatan transformatif yang menempatkan sekolah dan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran karakter.

Keberhasilan awal implementasi program ini tidak terlepas dari dukungan signifikan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo beserta seluruh jajarannya. Mulai dari para Kabid, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, hingga siswa memberikan dukungan positif yang menjadikan program ini game changer dalam penguatan budaya sekolah.

"Kami melihat Program Gizi BerKarsa sebagai inovasi yang sangat strategis karena tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membangun karakter, tanggung jawab, dan budaya positif di sekolah. Dukungan kami tidak hanya pada aspek kebijakan, tetapi juga pada penguatan peran kepala sekolah, guru, dan pengawas agar program ini benar-benar hidup sebagai praktik pendidikan sehari-hari," ujar perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Havid Danang Purnomo Widodo, SH., MH

Program Gizi BerKarsa mengintegrasikan praktik harian pasca-konsumsi makanan-seperti mencuci tempat makan sendiri, memilah sisa makanan, serta mengolah limbah organik-sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Melalui praktik sederhana namun berulang, siswa dilatih membangun kemandirian, rasa tanggung jawab, kepedulian lingkungan, kerja sama, kekompakan, dan kedisiplinan.

Di tingkat lapangan, pendekatan tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara sekolah dan SPPG Godog sebagai mitra logistik dan sosial pendidikan.

"Pendidikan itu bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, dinas, atau sekolah semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama," ujar Sutardi, pengelola SPPG Godog.

"Karena itu kami berkolaborasi dengan Yayasan SMART Madani Indonesia untuk memberikan yang terbaik. Program Makan Bergizi Gratis kami dorong agar menjadi stimulan lahirnya kegiatan-kegiatan positif di sekolah yang berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa, terutama kemandirian, tanggung jawab, kepedulian ekologis, kerja sama, kekompakan, dan kedisiplinan."

Uji coba tahap awal Program Gizi BerKarsa dibiayai melalui swadaya masyarakat yang peduli terhadap pendidikan, yang dikoordinir oleh Yayasan SMART Madani Indonesia (Y@SMI)

Pendekatan ini menegaskan kuatnya partisipasi publik dalam mendukung inovasi pendidikan berbasis karakter.

Ketua Y@SMI, Dr. Sri Kalono, menegaskan bahwa pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar komentar.

"Berpikir itu memang tidak mudah, karena itu tidak banyak orang yang mau melakukannya. Sebaliknya, berkomentar itu mudah, maka wajar jika komentar lebih banyak bertebaran," ujar

Dr. Sri Kalono mengutip pemikiran Carl Gustav Jung.

"Selama kurang lebih satu tahun Program Makan Bergizi Gratis berjalan, jika kita mengikuti perbincangan di media sosial, kita akan menemukan begitu banyak komentar dengan beragam rasa. Namun kami di Y@SMI memilih untuk tidak berada dalam lingkaran komentar tersebut. Kami lebih memilih berpikir, bekerja, dan merancang program nyata dengan memanfaatkan MBG sebagai stimulan."

"Fokus utama kami adalah membangun pendidikan karakter positif bagi anak-anak. Nilai-nilai seperti Rasa syukur kepada Tuhan YME, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, serta kemampuan bekerja sama tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dihadirkan melalui praktik sehari-hari di sekolah."

Lokasi dan Rangkaian Pilot Program Pilot program Gizi BerKarsa dilaksanakan di

TK Godog 1 Polokarto

SD Godog I Polokarto

SD Pranan 1 Polokarto

SMP Negeri 3 Polokarto

Rangkaian kegiatan meliputi:

31 Desember 2025-7 Januari 2026: pemasangan sarana prasarana tempat cuci tempat makan (kran).

7 Januari 2026: pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan dan pembuatan

pupuk organik dari sisa makanan. Kamis, 8 Januari 2026: simulasi dan uji coba pertama rangkaian cuci tempat makan oleh siswa.

Pendampingan program akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar praktik-praktik yang telah dimulai dapat terinstitusionalisasi dan berkembang menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, SPPG, masyarakat, dan lembaga pendamping, Program Gizi BerKarsa diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas sebagai model praktik baik pendidikan karakter berbasis sekolah. InsyaAllah. # Yan 1








BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close