iklan



FOKUS

Gusti Puger Kembali Sarankan Bandar Kabanaran Untuk Diolah Jadi Wisata Air Laweyan


 Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Foto ; Yani. 

GUGAT news. com SURAKARTA

Pertemuan dengan GUGAT news belum lama ini di Ndalem Kapugeran PB XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, beliau Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga adik kandung Sinuhun PB XIII, kembali menyarankan pemerintah agar peduli dengan peninggalan sejarah leluhur agung  Satu diantaranya Bandar Kebanaran peninggalan Kerajaan Pajang dengan Rajanya Sultan Hadiwijaya, Mas Karebet dan lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir pada abad 15 silam. 

" Pastinya yang lebih berkompeten itu pemerintah dan karena mampu. Selain Bupati Sukoharjo, Walikota Surakarta, propinsi sampai pemerintah pusat, karena banyak melibatkan instansi terkait. Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS), Agraria BPN dan lainnya. Utamanya pemerintah pusat. Beberapa bulan lalu sempat di datangkanlah buldozer, tapi sepertinya kurang maksimal sehingga kembali mangkrak dan dangkal, " jelas Gusti Puger panggilan akrab KGPH Puger. 

Sepertinya hanya di perdalam sedikit serta diperlebar pada sisi kanan kiri sungai Jenes, anak Sungai Bengawan Solo, lanjut Gusti Puger yang berharap pelebaran sekaligus memperdalam arus aliran sungai nya bukan hanya dari jembatan ngingas sampai bekas dam bendungan Plered saja, melainkan bisa sampai ke Jembatan Jongke. Setidaknya selain pejabat pusat, propinsi juga perlunya dilibatkan Kalurahan Sondakan, Pajang dan Laweyan, Solo serta wilayah Kelurahan Banaran, Grogol, Sukoharjo yang dilewati arus aliran Sungai Jenes. 

Selain Kalurahan Sondakan, Pajang, lanjut Gusti Puger, juga Laweyan dan Banaran yang kesemuanya bisa dipastikan lagi akan berdampak positif ekonomi jika terwujud nya Wisata air dan edukasi Kali Jenes. Selain wisata batik, kerajinan dan kuliner bisa dikembangkan. Begitu arus aliran Sungai Jenes yang dimulai dari Jembatan Jongke hingga Jembatan Ngingas air nya di perdalam dengan cara dibendung sehingga ketinggian air bisa dimanfaatkan untuk wisata perahu. Di tepian Sungai Jenes bisa dibuat shelter UMKM. 

" Pastinya yang mampu mewujudkan wisata air dan edukasi Sungai Jenes ya itu tadi, walikota Surakarta, Bupati Sukoharjo, pemerintah propinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat yang bisa mengkoordinir instansi terkait. InsyaAllah... Ini bukanlah hanya berdampak terhadap turis lokal saja melainkan turis luar negeri, lantaran keberadaan Kampung Batik Laweyan sudah meng internasional. Belum lama ini, ada rumah warga Kampung Laweyan yang didatangi, dikunjungi Ratu Belanda untuk belajar membatik. Sempurna! " pungkas Gusti Puger, tersenyum. # Yani. 

BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close