Hilangnya Nilai Historis Taman Segaran Sriwedari PB X
Taman Segaran Sriwedari Peninggalan Sinuhun Paku Buwono (PB) X Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang baru saja selesai direvitalisasi. Foto : Yani
GUGAT news.com SURAKARTA
Kepada GUGAT news yang menjumpai belum lama ini di Ndalem Kapugeran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger salah satu Putra Ndalem dari Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan adik kandung Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap revitalisasi Taman Segaran Sriwedari yang banyak menghilangkan nilai historis.
" Cukuplah disayangkan, kenapa adanya revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Surakarta terhadap bangunan kawasan Cagar Budaya Taman Segaran Sriwedari tidak melibatkan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk diajak urun rembuk, diskusi, setidaknya minta ijin atau pemberitahuan lah agar tidak merusak nilai historis. Kopel yang ada di tengah Segaran itu diratakan dengan tanah dan dibuat lagi yang jauh berbeda dengan aslinya," ujar Gusti Puger panggilan akrab KGPH Puger, miris.
Memang, masih menurut penuturan Gusti Puger, sebelum direvitalisasi Pemkot Surakarta banyak peninggalan Sinuhun PB X Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terhadap Taman Segaran Sriwedari sudah banyak yang hilang dan rata dengan tanah ataupun hilang dari tepi Taman Segaran Sriwedari. Misalnya, panggung yang ada di sebelah pojok tenggara dahulunya ada papan bangunan kayu jati sebagai sarana panggung untuk menampilkan kesenian, utamanya musik keroncong. Lain halnya jika Maleman Sriwedari bulan Ramadhan, ditampilkan beragam musik.
Entahlah papan kayu jati kuno untuk pentas panggung hiburan musik itu raib kemana. Dari bangunan Kopel di tengah Taman Segaran Sriwedari itu, keluarga raja menikmati hiburan musik yang ada di panggung sebelah tenggara. Bukan hanya itu saja yang raib, bangunan loket karcis sekaligus terminal untuk pengunjung bisa menaiki perahu mutar di Taman Segaran Sriwedari tersebut juga hilang tak berbekas bangunannya yang dahulunya ada di Pojokan Barat Daya dan kini hanya meninggalkan pohon beringin.
"Sepertinya revitalisasi Taman Segaran Sriwedari itu belumlah maksimal, pasal nya ada beberapa bagian yang belum sempurna. Untuk bangunan rumah mungil di tengah Taman Segaran Sriwedari mungkin sudah rampung, hanya saja talud fondasi batu kali yang ada di tepian Taman Segaran Sriwedari itu masih ada yang mangkrak sekaligus menyampah dengan tumpukan sampahnya. Bisa jadi, revitalisasi nya hanya di tengah Taman Segaran saja tidak total keseluruhan," ujar Gusti Puger.
Namun demikian, lanjut Gusti Puger, yah sudah lumayan tampak asri, indah bahkan genangan air nya juga tampak lebih dalam jika dibandingkan sebelum direvitalisasi. Sehingga tidaklah mengherankan lagi, jika pada setiap harinya dari pagi hingga menjelang Maghrib pun kelihatan ramai mereka para pemancing yang berdatangan dari daerah Soloraya memenuhi lingkaran Taman Segaran Sriwedari. "Apalagi kalau hari libur, banyak pemancing berdatangan, mungkin karena gratis dan suasananya nyaman ya?" Pungkas KGPH Puger. #Yani.





