iklan



FOKUS

Menara Lampu Sokle Peninggalan PB X Di Sriwedari Mangkrak

 


GUGAT news. com SURAKARTA

Bagi warga masyarakat Kota Surakarta dan sekitarnya yang kini telah berusia tidak kurang dari 50 tahun, boleh jadi masih ingat dengan memori keberadaan Lampu Sokle Taman Sriwedari yang kini cukup mangkrak dan pastinya mulai rusak memprihatinkan, kumuh, kotor dan tidak terurus. Keberadaan nya ada di belakang Gedung Wayang Orang, padahal puluhan tahun silam, lampu Sokle peninggalan Sinuhun Paku Buwono (PB) X Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu merupakan ikon tersendiri dan sangat menjadikan kebanggaan bagi  warga Solo dan sekitarnya sekaligus nyala lampu Sokle tersebut cukup dinantikan. Sebagai pertanda Bulan Ramadhan telah tiba, pastinya dengan tontonan pesta rakyat, Maleman Sriwedari. 

" Kini semuanya itu tinggallah kenangan saja, kenangan yang cukup indah untuk diingat. Bagaimana tidak? Begitu lampu Sokle menyala dan langsung disorot kan dari menara besi saat malam hari usai bakda isya ke seluruh penjuru Kota Solo dan sekitarnya, mereka menyambut riang gembira. Bulan Ramadhan sudah datang dan Pesta Rakyat Maleman Sriwedari pun telah tiba dengan segala kemeriahan nya. Cukup lah untuk disayangkan, kini semuanya itu mangkrak tak terawat bersamaan dipindahkan nya Kebon binatang Sriwedari ke Taman Satwa Taru jurug dan kini tambah bersengketa nya lahan Sriwedari, " ujar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo ( KGPH) Puger, prihatin. 

Banyak peninggalan sejarah leluhur Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang dalam hal ini Sinuhun PB X ada di kawasan Taman Sriwedari yang sudah pada rusak dan rata dengan tanah. Bukan hanya itu saja, yang cukuplah untuk disayangkan seharusnya cukup direvitalisasi, renovasi atau perbaikannya secukupnya saja kok malahan dirubuhkan dan diganti dengan bangunan baru meski tidak merubah bentuknya namun malahan terkesan menghilangkan nilai historis sejarahnya. Misalkan bangunan Kopel yang ada di tengah Taman Segaran, dirobohkan diganti dengan wujud bangunan baru yang pastinya justru menghilangkan nilai budaya dan sejarah. 

Sudahlah itu semuanya telah berlalu, masih menurut penuturan Gusti Puger, panggilan akrab salah satu Putra Ndalem Sinuhun PB XII Keraton Kasunanan Surakarta  Hadiningrat sepertinya sudah tidak perlu dipersoalkan lagi, biarkan saja apa yang menjadikan kemauan dari pemerintah, khususnya pemerintah Kota Surakarta yang telah menghilang nilai historis bangunan Kopel Taman Segaran Sriwedari. Kembali kepada masalah nilai historis Lampu Sokle

BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close