Wongsolo Jadi Juri Festival Sambel Tumpang di Sragen
Puspo Wardoyo owners Ayam Bakar Wongsolo Grup saat menjadi juri Festival Sambel Tumpang di Sragen
GUGAT news.com SRAGEN
Sepertinya sah dan wajar wajar saja, pastinya cukuplah beralasan bilamana Panitia Festival Masak Sambel Tumpang di Sragen pada Sabtu-Minggu (14-15/2) mendaulat tamu kehormatan Puspo Wardoyo owners Ayam Bakar Wongsolo Grup, founder Makanku serta pemilik destinasi wisata air dan edukasi Kali Pepe Land untuk menjadi juri dalam lomba masak Tumpang yang diikuti tidak kurang 800 peserta dari bagian instansi pemerintah, swasta dan masyarakat umum di seluruh wilayah Kabupaten Sragen.
"Alhamdulillah... Saya penyuka masakan Sambel Tumpang, sehingga tidak ada salahnya jika Bupati Sragen berkenan untuk melestarikan masakan tradisional yang satu ini. Saya sendiri setiap kali perjalanan ke luar kota, saya usahakan untuk bisa berhenti di Warung Makan yang menyediakan Sambel Tumpang. Insyaallah...kalau Sragen ada warung makan Sambel Tumpang, akan laris dan kunjungi penikmat Sambel Tumpang dari berbagai kota," ujar Puspo Wardoyo seraya menceritakan jika dirinya mampu menjadikan Sambel Tumpang sebagai kulineran oleh oleh.
Sehingga tidaklah mengherankan lagi, bilamana Puspo Wardoyo mengaku mampu menjadikan Sambel Tumpang sebagai barang makanan untuk oleh-oleh dan dibawa pulang. Adalah Makanku, pabrik milik Puspo Wardoyo yang mampu memenuhi ransum untuk mereka para jamaah haji dan umrah dari Indonesia. Menariknya, Makanku makanan sehat siap saji masa kini itu, mampu menjaga kualitasnya serta tidak merusak rasa sekalipun masa berlaku, kadaluwarsa. Lebih dari 1 tahun.
" Tanpa sedikitpun bahan pengawet apalagi dari bahan kimia, melainkan menggunakan peralatan yang sangat canggih sebagai pemanas untuk membunuh bakteri, namun tidak merusak rasa aslinya. Makanku sudah cukup populer di kalangan para jamaah haji maupun umrah di tanah air. Untuk mengemas Sambel Tumpang menjadikan buah tangan, oleh oleh yang higienis sekaligus menyehatkan, Makanku mampu untuk itu semua," papar Puspo Wardoyo.
Dikonfirmasi masalah penjuriannya pada Festival lomba masak Tumpang, Puspo Wardoyo berujar seraya tersenyum, "Malahan lebih enak rasanya yang dijual emak emak di tenda tenda, rasanya justru asli, khas dan tradisional. Perpaduan tempe dele nya yang busuk terasa semangit dan enak, pas di lidah. Mungkin karena dilombakan ya, sehingga justru di tambahi fariasi. Tapi ya tetap enak enak kok masakan Sambel Tumpang dari peserta lomba," pungkas Puspo Wardoyo, tersenyum. #Yani.






