iklan



FOKUS

Mahasiswi Prodi Koreografi Inkuiri ISI Solo Kunjungi SLB Karanganyar, Wujudkan Pembelajaran Inklusif dan Berkontribusi Pada SDGs


 GUGAT news. com SURAKARTA

Program Studi Koreografi Inkuiri ISI Solo melaksanakan kegiatan kunjungan ke SLB Negeri Karanganyar dalam rangka pembelajaran mata kuliah Pengetahuan Seni Difabel pada semester 4, Rabu (8/4). Kegiatan ini diampu oleh dosen Jonet Sri Kuncoro, S.Sn., M.Sn., Suroto, S.Sn., M.Sn., dan Laras Wiswalendya, S.Sn., M.Sn.

Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman, yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung di luar lingkungan prodi. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 3, yaitu mahasiswa berkegiatan di luar program studi, serta berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam penguatan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung berinteraksi dengan anak-anak difabel di lingkungan SLB. Hal ini menjadi ruang refleksi penting dalam memahami bahwa praktik seni tidak terlepas dari keberagaman tubuh, kemampuan, serta konteks sosial yang melingkupinya.

Sejak awal kedatangan, rombongan mahasiswa disambut hangat oleh pihak sekolah dan para siswa. Suasana yang akrab dan terbuka memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa serta mempermudah proses adaptasi dan interaksi selama kegiatan berlangsung.

“Kunjungan kemarin cukup berkesan. Apalagi ketika awal datang langsung disambut hangat oleh salah satu anak di sana bernama Zulfa. Hal tersebut membuat kami memiliki first impression yang baik dengan anak-anak SLB. Ketika masuk dan melihat langsung proses di dalam, saya menyadari bahwa keterbatasan yang mereka miliki tidak selalu menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Meskipun prosesnya memang berbeda dengan orang pada umumnya, satu hal yang paling penting adalah setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama.” Kata Fardan salah satu mahasiswa. 

Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan sensitivitas artistik, empati, serta pemahaman mendalam terhadap konsep tubuh sebagai objek investigasi dalam seni, khususnya dalam konteks inklusivitas. Kegiatan ini juga memperkuat peran Prodi Koreografi Inkuiri dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada praktik artistik, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keberlanjutan. # 4R1





BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close