Ada Pawiyatan Serat Nitisruti di Yayasan Kasultanan Kraton Pajang
GUGAT news. com SUKOHARJO
Banyak budaya Jawa atau ajaran warisan leluhur yang mulai hilang bahkan generasi bangsa ini tidak mengenalnya lagi. Salah satunya ajaran leluhur yang muncul pada masa kerajaan Pajang adanya keberadaan kitab Nitisruti atau serat Nitisruti. Meski isinya bentuk puisi puisi kuno namun dibalik itu berisi ajaran mulia untuk tuntunan kebenaran bagi umat manusia. Diantaranya berisi tentang tingkah laku yang benar, peraturan, kebijaksanaan, ilmu tata negara, atau rencana yang ditimbang dengan baik.
Sebagai bentuk kepedulian membudayakan kembali warisan leluhur berupa kitab Nitisruti ini Yayasan Kasultanan Kraton Pajang yang berada di Dukuh Sonojiwan , Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, adakan Pawiyatan Nitisruti tiap malam Jumat dimulai pukul 20.00 WIB.
Adalah Kanjeng Sultan Joyonagoro II atau Kanjeng Iwan saat dimui Gugatnews menyampaikan bagi pewaris yang masih ada kaitannya Sultan Hadiwijaya atau seluk beluk kerajaan Pajang harus tahu benar kitab Nitisruti atau paling tidak membuka kembali bagaimana keunggulan adab dan budaya masa itu. Nitisruti adalah Ajaran leluhur yang tidak lepas dari sumber beberapa agama ini sebagai bentuk warisan budaya sangat mulia dan sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Hasyim Pembina Kasultanan mengatakan kitab asli Nitisruti yang asli saat ini ada di negara Belanda, begitu menghargai bangsa lain kepada budaya kita.
Hasyim menambahkan lagi kalau puisi puisi kuno yang ada didalam serat Nitisruti bisa dikatakan sebagai layaknya sholawatnya umat islam namun ini memakai Bahasa jawa dan dilagukan kayaknya tembang pada masa itu namun lirik-liriknya yang harus kita ketahui karena sangat mengandung makna mendalam tentang ajaran kebenaran manusia didalam kehidupan dan bermasyarakat.
Pawiyatan Nitisruti yang perdana dimulai Kamis 25 Juni 2026 akan terus berlanjut dan dibuka untuk umum . Kanjeng Iwan sangat yakin dengan kembalinya membangkitkan lagi serat Nitisruti menjadi budaya Jawa ditengah masyarakat Insya Allah memunculkan lagi bagaimana kegiatan Kasultanan Kraton Pajang Pajang bisa menghidupkan suasana baru di Desa Makamhaji tentunya di era saat ini yang tidak bisa melepaskan untuk selalu memperdayakan masyarakat menuju kesejahteraan ekonominya.#F1Q







