iklan



FOKUS

DULGABUL, Berkolaborasi Bakmi Jawa & Kopi Spesial Yang Menggoda Lidah


 GUGAT news. com YOGYAKARTA

Wangi bawang putih yang ditumis di atas wajan panas berkelindan dengan aroma kopi yang baru keluar dari mesin sangrai. Sesekali terdengar suara spatula beradu dengan penggorengan, disusul desir halus biji kopi yang berputar di dalam roaster. Di DULGABUL, dua dunia yang selama ini berjalan sendiri-sendiri—Bakmi Jawa dan kopi—dipertemukan dalam satu pengalaman yang hangat dan akrab.

Berlokasi di Jalan Onggomertan Utara Nomor 30, Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, kedai ini hadir bukan sekadar sebagai tempat makan. DULGABUL menjadi ruang perjumpaan bagi pencinta kuliner tradisional, penikmat kopi, hingga mereka yang sekadar ingin menikmati suasana santai sambil berbincang panjang bersama keluarga atau sahabat.

Gagasan itu lahir dari pasangan Heru Kuswanto dan Helena. Berbekal resep Bakmi Jawa warisan keluarga, keduanya ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat usaha kuliner. Mereka membangun ruang yang memungkinkan orang menikmati cita rasa tradisi sambil menjelajahi kekayaan rasa kopi Nusantara.

Bakmi Jawa yang menjadi menu utama DULGABUL disajikan dengan pendekatan yang tetap setia pada akar tradisinya. Resep turun-temurun dipertahankan, sementara proses memasaknya menjaga karakter khas yang selama puluhan tahun dicintai masyarakat Yogyakarta.

Pilihan menunya sederhana namun menggoda. Bakmi Godhog menghadirkan kuah kaldu ayam kampung yang hangat dengan sentuhan rempah yang menenangkan. Bakmi Goreng menawarkan perpaduan gurih dan manis yang akrab di lidah, sementara Bakmi Nyemek menjadi favorit banyak pengunjung karena teksturnya yang berada di antara keduanya—tidak terlalu berkuah, tetapi juga tidak kering.

Setiap mangkuk seolah membawa cerita tentang perjalanan panjang Bakmi Jawa yang lahir dari perjumpaan budaya Tionghoa dan Jawa. Pengaruh Tionghoa tampak pada penggunaan mi sebagai bahan utama, sedangkan jiwa Jawa hadir melalui racikan rempah, kecap manis, serta teknik memasak yang menghasilkan aroma khas dari wajan panas.

Namun daya tarik DULGABUL tidak berhenti pada semangkuk bakmi.

Di sinilah peran Sellie Coffee menjadi istimewa. Melalui kolaborasi dengan pelaku kopi berpengalaman lebih dari 16 tahun, Imam Wisnu Birawa, DULGABUL menghadirkan konsep yang jarang ditemukan di tempat lain: "Prasmanan Kopi".

Alih-alih sekadar memesan kopi dari daftar menu, pengunjung diajak terlibat langsung dalam prosesnya. Mereka dapat memilih biji kopi sesuai preferensi, mengenali karakter Arabika dan Robusta, mencampurkan keduanya menjadi racikan pribadi, hingga menyaksikan sendiri proses roasting.

Bagi Wisnu, kopi bukan hanya minuman, melainkan perjalanan rasa yang layak dipahami.

"Kami ingin pengunjung tidak hanya menjadi konsumen. Mereka bisa mengenal karakter kopi, membuat blend sendiri, bahkan melihat bagaimana proses roasting membentuk aroma dan cita rasa dalam secangkir kopi," ujarnya.

Pengalaman itu menghadirkan sensasi yang berbeda. Aroma kopi yang perlahan berubah selama proses sangrai menjadi bagian dari pertunjukan kecil yang memikat. Setelah selesai, kopi langsung diseduh dan dinikmati dalam kondisi paling segar.

Menu minuman kopi di  Dulgadul

Momen menyeruput kopi hangat yang baru beberapa menit lalu keluar dari mesin roasting, sambil menikmati Bakmi Jawa yang mengepul di atas meja, menciptakan perpaduan rasa yang tak mudah dilupakan. Gurih rempah bakmi bertemu karakter kopi yang kaya aroma tanpa saling mendominasi.

Setiap pengunjung bahkan bisa membawa pulang pengalaman yang berbeda. Tidak ada dua racikan kopi yang benar-benar sama.

Keunikan itu diperkuat oleh sejumlah minuman khas seperti DULGABUL Latte, perpaduan latte dengan sentuhan rasa bajigur yang hangat dan kaya rempah. Nama-nama lain seperti Sandyakala, Arunica, Satapatri, Tehpoci, dan Wedang Oewoeh turut mempertegas identitas tempat ini sebagai ruang perjumpaan antara tradisi dan kreativitas.

Nama DULGABUL sendiri menyimpan filosofi yang menarik. Dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, istilah tersebut sering digunakan sebagai ungkapan gemas kepada seseorang yang keras kepala namun tetap disayangi. Ada keakraban, humor, dan kehangatan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Nilai itulah yang terasa di setiap sudut kedai ini. DULGABUL bukan sekadar tempat mengisi perut atau mencari secangkir kopi. Ia menjadi ruang untuk berbincang, berbagi cerita, menikmati tradisi, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan rasa Nusantara.

Saat malam mulai turun di kawasan Nayan, aroma bakmi yang mengepul dan kopi yang baru disangrai terus mengalir dari dapur dan ruang roasting. Di tengah derasnya tren kuliner yang datang dan pergi, DULGABUL memilih jalan yang berbeda: merawat warisan, menjaga kualitas, dan menghadirkan pengalaman yang tulus. Sebab di tempat ini, semangkuk Bakmi Jawa dan secangkir kopi bukan hanya pasangan menu, melainkan cerita yang menemukan rumahnya dalam satu meja. (Tor)



BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close