iklan



FOKUS

Bupati Empat Lawang Sum Sel Siap Dukung MORZA Dorong Kebangkitan Nasional Kedua Dimulai Dari Kebudayaan


 GUGAT news. com

YOGYAKARTA – Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan, Dr. Joncik Muhammad, menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam pengembangan agenda tersebut. Bahkan membuka peluang penyelenggaraan MORZA di Palembang.

"Gagasan besar yang diusung MORZA sebagai ruang perjumpaan kebudayaan, ekonomi kreatif, seni, dan gerakan sosial harus kita dukung," ujarnya kemarin saat berkunjung ke Yogyakarta. 

Beberapa hari lalu saat berkunjung ke Jogja, Joncik berkesempatan bertemu dengan Prof Baiquni yang akan menyampaikan orasi ilmiah kebudayaan dalam event MORZA tanggal 23 Juni besok. Joncik menilai MORZA sebagai sebuah gerakan yang memiliki arti penting bagi masa depan bangsa karena menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan. Ia menyebut bahwa  Indonesia membutuhkan energi baru untuk membangun optimisme nasional melalui jalur kebudayaan.

Joncik mengatakan bahwa kebangkitan nasional tidak cukup hanya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Bangsa Indonesia memerlukan kebangkitan kedua yang bertumpu pada kekuatan budaya, nilai-nilai lokal, kreativitas masyarakat, pendidikan, serta penguatan karakter kebangsaan. Kebudayaan bukan sekadar seni pertunjukan atau warisan tradisi, melainkan ruang besar yang mencakup cara hidup masyarakat, pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan. Karena itu, gerakan seperti MORZA dinilai mampu menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam satu visi besar pembangunan yang berakar pada identitas Indonesia.

Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang aktivis kampus UGM, Ketua KAGAMA Sumatera Selatan, sekaligus politisi PAN yang saat ini menjabat Bupati Empat Lawang, Joncik dikenal aktif mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media dalam pembangunan daerah. Ia juga saat ini memimpin DPW PAN Sumatera Selatan dan terus mendorong berbagai inisiatif pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. 

Dukungan Joncik terhadap MORZA sekaligus membuka peluang perluasan gerakan tersebut ke Sumatera Selatan. Menurutnya, Palembang memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan yang sangat besar, mulai dari warisan Kerajaan Sriwijaya, tradisi sungai Musi, hingga berbagai ekspresi seni dan budaya masyarakat Sumatera Selatan yang layak menjadi bagian dari percakapan nasional.

Karena itu, ia berharap MORZA tidak hanya berhenti di Yogyakarta, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan lintas daerah yang mempertemukan gagasan, kreativitas, dan kolaborasi kebudayaan dari berbagai penjuru Indonesia.

Keinginan untuk menghadirkan MORZA di Palembang menjadi sinyal bahwa gerakan ini mulai mendapatkan resonansi yang lebih luas. Jika selama ini pembangunan sering dipahami melalui pendekatan ekonomi dan politik semata, MORZA menawarkan jalan lain, membangun bangsa melalui kebudayaan. MORZA tidak lagi sekadar sebuah acara, melainkan ikhtiar bersama untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa melalui kebudayaan sebagai titik awal kebangkitan nasional yang kedua. (Tor/*)



BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close