Gusti Puger Potret Bangsawan Solo Yang Bersahaja
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger (Tanpa Kopyah) mendampingi Ustadz pembicara Shalat Ied)
GUGAT news. com SURAKARTA
Boleh jadi, setidaknya ada 35 an Putra Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, namun sepertinya hanyalah Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger sajalah yang tampak lain dan istimewa. Sederhana dan bersahaja dalam berbagai hal, penampilan dan pastinya perilaku yang sangat santun tanpa harus membedakan golongan masyarakat, pejabat dan bangsawan.
"Gusti Kang Murbeng Dumadi Akaryo jagad, Allah SWT tiada pernah menyuruh hamba Nya untuk membedakannya satu dengan lainnya dan untuk saling mengenal. Sungguh mulia orang yang bertaqwa di sisi Allah SWT. Ya sudah, dengan berpegang perintah Nya itu merupakan kunci utama suksesnya untuk bermasyarakat. Kenapa manusia kudu, harus sombong? Kesombongan itu adalah mutlak hak Nya. Barakallah... Dengan beginian hidup kita bisa nyaman, bahagia! "ujar KGPH Puger.
Ditegaskan oleh beliau Gusti Puger, panggilan akrab KGPH Puger, sekalipun dirinya dikenal masyarakat luas, Kota Solo khususnya sebagai bangsawan dan putra seorang raja, malahan dirinya mengaku serba wuh pekewuh, kurang enak jika sa'at berada di tengah-tengah masyarakat umum, disanjung sanjung. "Santai saja, kita bertemu dengan beginian di warung wedangan, angkringan justru serasa nikmatnya dobel. Nikmat dan lezat menu angkringan nya, juga nikmat nya suasana hati, plong tiada beban, " terang Gusti Puger sambil menyeruput teh Ginastel nya, kegiatan atau manis, panas dan kental.
Seperti siang itu, GUGAT news saat bertamu ke Ndalem Kapugeran, rumahnya Gusti Puger, langsung diminta memilih untuk makan di warung makan yang ada di halaman Ndalem Kapugeran. Kebetulan ada dua warung makan yang saat itu pula Gusti Puger tengah menjamu tamu-tamu dari Jawa Timur. Familiar, akrab dan hangat sekali Gusti Puger dalam menerima para tamunya. Tak sedikitpun tampak canggung, meski baru kali bertemu. Lain halnya dengan GUGAT News yang sering ketemu, bahkan langsung diminta bergabung, diskusi seputar budaya.
Tak lama kemudian, GUGAT news pun juga harus tahu diri, selesai dari menikmati lezat nya jamuan Mak Min alias makan dan minuman sambil bercengkerama, langsung pamit mohon diri. Gusti Puger pun juga langsung mempersilakan tamu-tamu nya dari Jawa Timur tersebut untuk singgah di ruang tamu Ndalem Kapugeran. Pastinya ada yang lebih perlu dibicarakan dengan beberapa tamu-tamu nya. GUGAT news pun diantar hingga pintu regol Ndalem Kapugeran. Begitulah familiar nya seorang Bangsawan yang sekaligus budayawan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Puger. # Yani





