Terimakasih Pak Puspo Atas Suport nya Di Event Festival Umbul-umbul Batik Laweyan
Yanu Wibisono Ketua Panitia Festival Umbul-umbul Batik Kampung Batik Laweyan. Foto ; Yani
GUGAT news. com SURAKARTA
Sepertinya sah dan wajar saja, jika malam itu, Sabtu (25/7) suasana keceriaan sekaligus kebahagiaan tampak mewarnai suasana hati mereka sehingga tampak wajah wajah krue yang dipimpin oleh Yanu Wibisono, selaku Ketua event Festival Umbul-umbul Batik di Kampung Batik Laweyan, kampung tertua di Kota Solo yang sejaman dengan berdirinya Kasultanan Pajang abad 15 silam dengan Sultan Hadiwijaya, Mas Karebet atau lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir.
"Baiklah sebelum menjelaskan tentang event ini, saya akan terlebih dahulu mengucapkan rasa terimakasih kami semuanya dari warga Kampung Batik Laweyan kepada Bapak Puspo Wardoyo owners ayam Bakar Wongsolo grup dan pemilik Kali Pepe Land yang kembali mensuport kegiatan budaya di Kampung Batik Laweyan. Beberapa kali sudah event event budaya yang digelar oleh Kampung Batik Laweyan senantiasa didukung sekaligus fi suport dengan turut andil mensponsori Sekali lagi matur sembah nuwun, terimakasih Pak Puspo Wardoyo, " ujar Jojon panggilan akrab Yanu Wibisono, sambil tersenyum.
Dikatakan Jojon, acaranya malam hari ini di lobi hotel Zolia Zigna laweyan merupakan acara puncaknya dari event Festival Umbul-umbul Batik yang pesertanya diikuti dari Soloraya, Semarang, Jogjakarta, Kulonprogo, intinya mencakup Jawa Tengah dan DIY. Sehingga total ada sekitar 100 Umbul-umbul yang dilombakan dan dipasang di sepanjang jalan Sido Luhur jalan utama Kampung Batik Laweyan. Selain nguri uri untuk selalu melestarikan keberadaan batik Laweyan yang sempat tiarap beberapa tahun lalu, lebih untuk menindaklanjuti batik Laweyan secara profesional.
Sehingga masalah batik dengan gelaran event Festival Umbul-umbul Batik, segera akan ditindaklanjuti dengan paparan lebih jauh, membuka sejarah batik dari Kampung Batik Laweyan. Untuk hal ini, sejarah yang ditorehkan oleh penggagasnya batik di Laweyan sekaligus merupakan cikal bakal berdirinya Dinasti Mataram Islam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, beliau adalah Ki Ageng Henis. Untuk itu segera akan kami gelar peringatan mengenal, mengenang serta memperingati jasa besar beliau dengan batiknya di Laweyan dengan ritual budaya kirab Ki Ageng Henis.
"Kesemuanya itu tidak terlepas pula dari jasa jasa Kasultanan Pajang, Joko Tingkir yang banyak meninggalkan peristiwa sejarah di Laweyan yang memang bersebelahan dengan Kampung Pajang, tempat berdirinya Kerajaan Pajang. Ada puluhan peninggalan sejarahnya, Makam tertua di Solo, Ki Ageng Henis, Masjid Laweyan tertua di Solo, Laweyan kampung tertua di Solo, Bandar Kabanaran, pelabuhan sungai di jaman Joko Tingkir dan masih banyak lagi lainnya. Pastinya, kami gembira sekali dengan dengan penawaran Mas Sabiq Abu Bakar untuk suatu saat nanti kegiatan budaya batik di gelar di Kali Pepe Land, "pungkas Yanu Wibisono, tersenyum bangga. #Yani.





