iklan



FOKUS

"Wismono " Xobiez" : Jiwa Yang Putih Harus Bebas dan Merdeka. MORSA 2026 Wajib Disaksikan'


 GUGAT news. com YOGYAKARTA

Seniman dan aktor teater Wismono Pandu Guritno "Xobiez" atau yang akrab disapa Xobiez menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Musik Orkestra dan Sastra (MORSA) 2026 yang akan digelar pada 23 Juni 2026 di Purawisata Amphitheater. Pagelaran yang dipersembahkan oleh Pagar Betis Nusantara ini mengusung tajuk “Gelar Seni Budaya Indonesia” sekaligus menjadi momentum peluncuran dua buku puisi karya Joko Pranoto, yakni Yang Kutitipkan Kepada Langit dan Negeri Retak.

Menurut Xobiez, MORSA bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan tempat kebebasan bagi para seniman untuk mengekspresikan identitas dan kejujuran kreatif mereka. Ia menilai pemikiran Joko Pranoto sejalan dengan keyakinannya bahwa seni harus lahir dari kebebasan batin dan keberanian menyuarakan kebenaran. “Kebebasan berkarya harus lahir dari identitas diri sendiri. Berkarya itu harus jujur, bahagia, dan merdeka. Karena itu saya mendukung MORSA,” ujarnya.

Bagi Xobiez, karya seni yang besar selalu lahir dari jiwa yang merdeka. Seni tidak boleh dibelenggu oleh kepentingan yang menghilangkan kemerdekaan senimannya. Pandangan tersebut sejalan dengan kiprahnya selama ini dalam dunia teater, termasuk keterlibatannya bersama Teater Braille yang membuka ruang kreatif bagi para

difabel netra untuk berkarya dan tampil di berbagai panggung pertunjukan. Ia meyakini seni merupakan jalan untuk membebaskan manusia dari berbagai sekat sosial, fisik, maupun psikologis.

Sementara itu, Aswarun Barera dan Nayaka Esty selaku penanggung jawab promosi dan marketing MORSA 2026 optimistis acara ini akan menjadi salah satu peristiwa budaya penting di Yogyakarta. Mereka menilai MORSA akan menghadirkan pengalaman seni yang istimewa karena mempertemukan berbagai disiplin seni dalam satu panggung besar.

Menurut mereka, MORSA 2026 melibatkan sejumlah seniman ternama tingkat nasional maupun internasional, antara lain Sutardji Calzoum Bachri, Clara Shinta Rendra, serta Alvin Bin Adam dengan pertunjukan Sholawat Reggae. Selain itu akan tampil kelompok musik tradisional Gondang Batak Beta Hita bersama sejumlah seniman dan budayawan lainnya.


Wismono Pandu Guritno 'Xobiez' dengan seksofonnya melantunkan musik

“MORSA 2026 akan menjadi ruang pertemuan berbagai ekspresi seni dan budaya dalam satu panggung yang istimewa. Kami mengajak masyarakat untuk hadir dan menjadi saksi peristiwa budaya yang besar dan langka ini,” ujar Aswarun dan Nayaka. Dengan dukungan para seniman, termasuk Xobiez, MORSA 2026 diharapkan menjadi perayaan kreativitas yang menggabungkan keindahan estetika, kebebasan berekspresi, dan nilai-nilai kemanusiaan. (Tor/*)




BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close