iklan



FOKUS

Panembahan Agung Tedjowulan Gelar Labuhan Suro 2026


 Panembahan Agung Tedjowulan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

GUGAT news. com SURAKARTA

Bertempat di Ndalem Sasana Purnomo Badran yang ada di jalan Dr Wahidin, Badran, Purwosari, Solo, sekitar pukul 13.00 WIB atau bakda jama'ah Shalat Lohor, beliau Panembahan Agung Tedjowulan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pimpin acara ritual sakral Wilujenan Labuhan Suro 2026 bersama puluhan ulama, sentana Ndalem, kerabat Ndalem dan abdi dalem yang tidak berapa lama lagi langsung dibawalah beragam sesajian untuk nantinya dilabuh atau di larung dj Laut Selatan, Parang endog. 

Selain sesajian yang akan dilarung ada seekor ayam jantan hidup, ingkung ayam jantan, ketan biru dan coklat, beberapa sisir pisang raja, nasi gurih berikut lauk pauk nya, rambak kulit sapi, kedelai, timun, lombok merah dan garam juga ada nasi putih tumpeng an berikut sambal goreng juga kerupuknya tidaklah ketinggalan Bekakak tolak balak yang terbuat dari ketan dengan disimbulkan laki dan perempuan. Pastinya tidak ketinggalan Ageman busana serta rikmo atau rambut serta kuku dari Panembahan Agung Tedjowulan yang ditaruh di atas nampan beludru. 

"Semuanya sesajian itu setelah selesai di doakan dari Ndalem Sasana Purnomo Badran langsung dibawa dengan mobil khusus bersama-sama iringan mobil Panembahan Agung Tedjowulan yang disusul dibelakang nya para sentana Ndalem, kerabat Ndalem dan abdi dalem menuju ke Laut Selatan Parang Endog, Parangtritis, Bantul, Jogjakarta untuk dilabuh, " urai salah satu Sentana Ndalem yang keberatan disebutkan namanya. 

Seperti biasanya, pada tahun-tahun sebelumnya, setiap datangnya Bulan Syuro, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat senantiasa bisa dipastikan lagi tidak akan pernah terlupakan untuk melakukan ritual sakral Labuhan Syuro ke Laut Selatan dan di Pantai Parangkusumo. Namun tidaklah dengan yang pada hari ini, Selasa (14/7) dan dilakukan oleh beliau Panembahan Agung Tedjowulan, labuhan dialokasikan di sepanjang Pantai Endog, selatan dari Pantai Parangtritis. Sayangnya, tiada yang berkenan untuk menjawab pertanyaan media. 

"Memang, dari dulu nya beliau Panembahan Agung Tedjowulan ini setiap kali menggelar ritual sakral Labuhan Syuro, tidak pernah mengundang peliputan media. Entah apa, sebabnya sehingga kami tidak tahu pastinya tidaklah bisa untuk menjawab pertanyaan wartawan, " pungkas Sentana Ndalem yang lagi lagi keberatan disebut namanya. #Yani

BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close