iklan



FOKUS

Atlet Porprov KONI Wonosobo Ikuti Character Building, Upaya Terapkan Jiwa Disiplin


Ketua KONI Wonosobo Khozin saat membuka character building di Tambi Resort Kejajar.

GUGAT news. com 

WONOSOBO-Sejumlah 98 atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng dari KONI Wonosobo, Minggu (6/9/2026), mengikuti acara character building di Tambi Resort Kejajar Wonosobo.

Kegiatan character building bagi atlet meliputi penanaman jiwa kedisiplinan dan kepemimpinan, spiritual building, jelajah alam dan fun game. Materi character building disampaikan tim dari Kodim 0707 dan pengurus KONI Wonosobo.

Saat membuka acara character building, Ketua KONI Wonosobo Khozin menyatakan melihat aura atlet, bukan merupakan wajah-wajah biasa. Tapi seperti melihat wajah para pemenang. 

"Saya saat ini seolah melihat kilatan mata atlet yang siap bertarung habis-habisan demi membawa pulang mendali emas. Para atlet membawa nama baik seluruh masyarakat Wonosobo dalam Porprov ke XVII Jateng," lontarnya.

Sejumlah atlet Porprov Jateng dari KONI Wonosobo saat mengikuti latihan fisik di Tambi Resort Kejajar.

Khozin menyebut, character building dilakukan dalam rangka membangun pembangunan karakter bagi atlet. Karena untuk bisa menang dalam bertanding atlet tidak sekadar butuh otot yang kuat. 

"Atlet juga tidak hanya butuh lari yang cepat atau pukulan yang keras. Sebab, otot yang kuat bisa lelah. Lari yang cepat bisa melambat. Teknik yang hebat bisa runtuh di bawah tekanan. Namun, karakter yang kuat tidak akan pernah bisa dihancurkan," tegasnya. 

Di arena Porprov Jateng nanti, lanjut Khozin, atlet akan bertemu lawan dari daerah lain yang sama-sama berlatih keras dan ingin meraih juara. Karena itu, untuk bisa meraih juara atlet Wonosobo membutuhkan karakter atau mental yang kuat. 

Pembangunan Karakter

Dikatakan, dalam pembangunan karakter akan ditanamkan mental pantang menyerah (resilience), disiplin tinggi, kerjasama yang solid dan rasa hormat dengan pelatih serta antara satu atlet dengan atlet lainnya. 

"Juara sejati tidak lahir dari kenyamanan. Juara sejati akan lahir dari tetesan keringat, rasa sakit dan subuh yang dingin saat latihan. Ketika tubuhmu berteriak "berhenti", karakter juaramu akan berbisik "satu langkah lagi!," pekiknya.

Menurut Khozin, disiplin tinggi diwujudkan dengan atlet mau melakukan apa yang harus dilakukan, bahkan saat sedang merasa malas. Bakat tanpa disiplin tidak akan menghasilkan ара-ара tanpa diikuti disiplin latihan yang tidak tinggi. 

"Atlet juga harus selalu menjaga pola makan, menjaga waktu tidur dan mematuhi instruksi pelatih. Nilai kerjasama mengandaikan tidak ada juara yang berdiri sendirian. Selalu hormati pelatih, dukung teman satu tim dan hargai lawan. Kekuatan kita berlipat ganda saat kita bersatu sebagai satu keluarga besar," cetusnya. 

Khozin meminta mulai hari ini, atlet menatap cermin dan katakan pada diri kalian sendiri: "Saya adalah seorang juara." Porprov bukan cuma tempat untuk bertanding. Porprov adalah panggung pembuktian dari hasil latihan keras atlet selama berbulan-bulan.

"Bayangkan kebanggaan orang tua kalian, pelatih dan daerah yang kalian wakili saat bendera kemenangan dikibarkan. Tanggalkan semua rasa ragu. Buang semua rasa takut untuk bisa menggapai prestasi tinggi," perintahnya. 

Dia juga mengajak atlet berangkat dengan satu tekad, bertanding dengan satu jiwa dan pulang membawa kemenangan. Atlet diharapkan bisa berusaha keras berlatih dan bertanding untuk meraih juara atau membawa pulang medali emas. (Tor)



BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close