BRM Kusumo Putro SH MH : Sikap Tegas Presiden Ir H Joko Widodo Sebaiknya Didukung Informasi Jelas

April 29, 2020
Rabu, 29 April 2020
BRM Kusumo Putro SH MH, ketegasan sikap Presiden Ir H Joko Widodo harus dibarengi dengan keberadaan Posko Pengaduan. Foto : Dokumen Pribadi.
-----------------------------------------------GUGAT86.com. Surakarta. Menanggapi ketegasan sikap Presiden Ir H Joko Widodo akan sikap rakyat yang harus berani melaporkan jika tidak mendapatkan bantuan pada saat pandemi Virus Corona (Covid-19) dan akan memberikan hukuman seumur hidup  sesuai hukuman seperti para koruptor jika menyimpangkan bantuan yang tidak tepat sasaran (24/4/2020), selaku tokoh pemuda, BRM Kusumo Putro SH MH berujar singkat,"Mau diadukan kepada siapa dan kemana?"
     Yang jelas, dikatakan Kusumo, panggilan akrab BRM Kusumo Putro SH MH, kali pertama apa yang menjadi sikap dan ketegasan seorang Presiden Ir H Joko Widodo perlu diapresiasi dan mendapatkan dua acungan jempol. Hanya saja, boleh jadi sikap orang nomor satu di tanah air ini, sedikit emosi dan tergesa-gesa. Artinya, beliau memberikan sangsi dan sikap tegas kepada siapa saja yang berani menyelewengkan bantuan untuk rakyat di saat pandemi Virus Corona (Covid-19). Sayangnya, rakyat dibuat sedikit agak bingung akan solusinya.
     Tanpa mengurangi rasa hormat kami, apalagi menggurui seorang Presiden, hanya saja kalau boleh urun rembuk selaku tokoh masyarakat sekaligus tokoh pemuda, sebaiknya ketegasan Presiden Ir H Joko Widodo itu perlu adanya dukungan informasi yang jelas. Maksudnya, bisa jadi dimulai dari tingkat RT, RW, Lurah hingga Camat dibuka adanya Posko Pengaduan." Setidaknya dengan adanya Posko Pengaduan bisa terarah dan jelas, kepada siapa rakyat mengadu?"papar Kusumo.
      Masih menurut penuturan Kusumo, setidaknya perlu diketahui berapa jumlah penerima bantuan yang benar-benar mempunyai hak? Karena jumlah penerima sembako atau bantuan lainnya, acuan diambil bukan hanya dari RT dan RW saja, melainkan perlunya melibatkan masyarakat yang justru tahu betul akan kondisi wilayahnya. Siapa yang berhak dan tidaknya menerima bantuan.
     Dalam hal ini, lanjut Kusumo, bisa dipastikan lagi bila setiap harinya akan ada penambahan warga baru yang terdampak dari wabah Covid-19. Untuk sementara waktu, boleh jadi data dari Dinsos, kurang relevan lagi pada saat ini. Pasalnya, warga miskin baru di saat Pandemi akan terus saja ada. Dari PHK, Dirumahkan sementara, sepi usaha sampai kehabisan modal dan akhirnya kehilangan pekerjaan."Dimulai dari menurunnya sumber penghasilan hingga hilangnya pekerjaan. Bisa dipastikan lagi, menimbulkan kemiskinan baru di masyarakat,"tutur Kusumo.
     Kembali ditegaskan Kusumo, adanya bantuan dari Kemensos dilangsungkan ke Dinsos daerah hingga sampai turun ke tingkat RT dan RW melalui Camat dan Lurah, perlu diaudit setiap harinya. Dimaksudkan, agar warga miskin baru juga mendapatkan bantuan. Apabila disaat Pandemi Covid-19 ini masih saja ada warga yang dipandang mampu namun masih saja menerima bantuan sosial, sebaiknya warga yang model seperti ini harus bicara pada hati nuraninya sendiri. Bagaimana watak pribadinya?
     Tidak ada salahnya dan salut, tegas Kusumo, jika ada warga yang benar-benar mampu sehingga tidak layak mendapatkan bantuan, berani menolak tegas akan pemberian bantuan yang diberikan kepadanya dan berharap untuk bisa dialokasikan kepada yang lebih berhak menerima. " Karena selama ini banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menerima bantuan karena mampu, malahan dengan tanpa malu-malu juga turut minta diberi bantuan. Ini mungkin juga yang perlu dilaporkan,"terang Kusumo seraya tersenyum. # N1NG/Yan 1.

        --------081325995968-----
   
   

Thanks for reading BRM Kusumo Putro SH MH : Sikap Tegas Presiden Ir H Joko Widodo Sebaiknya Didukung Informasi Jelas | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS