Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Dicatut Namanya Untuk Penyegelan Alun Alun

Juli 19, 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Petugas Satpol PP Pemkot Surakarta bersitegang dengan pedagang Pasar Darurat Alun Alun Utara terkait penggembokan pintu masuk pasar. 
---------------------------------------------------------------
GUGAT86.com. SURAKARTA.
Ratusan pedagang pasar di kawasan Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Alut), geram. Pasalnya, lantaran seluruh kawasan alut di gembok dan di pasangi MMT bertuliskan adanya pengumuman penutupan sementara kawasan Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta sekaligus berlogo Pemerintah Kota Surakarta. Kejadian penututupan sendiri di lakukan oleh sekelompok orang berseragam satpol PP sekitar pukul 21.00 WIB.

Mereka para pedagang mengaku geram, pasalnya tidak ada sosialisasi sebelumnya. Artinya, belajar dari kejadian yang pernah ada, semisal pada penutupan Pasar Harjodaksino,  pada hari sebelumnya ada sosialisasi terlebih dahulu di siang harinya. Merasa ada kejanggalan, selain waktu penutupan pada malam hari dan tidak adanya sosialisasi sebelumnya, maupun tidak ada dasar adanya penularan covid di pasar itu, ratusan pedagang mendatangi lokasi penutupan Alut. Terjadilah adu mulut dengan petugas satpol PP. Setelah di desak pedagang, akhirnya Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto mengaku bahwa pemasangan MMT dan penggembokan tidak dilakulan oleh dirinya maupun satpol PP, melainkan Widodo yang mengaku dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. 

Namun pria yang biasa di panggil Agus Sis ini, mengaku bahwa sebelum dilakukan pemasangan MMT dan penggembokan dirinya bersama anak buahnya ke Sasana Putra Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terlebih dahulu dan kemudian mendampingi nelakukan penggembokan dan pemasangan MMT berlogo Pemkot Surakarta.  Setelah dicecar pertanyaan oleh pedagang, Agus Siswanto mengaku, jika MMT yang berlogo Pemerintah Kota Surakarta dan Satpol PP tersebut, bukan di bawa oleh anggotanya dari Pemerintah Kota Surakarta, namun di cetak oleh saudara Widodo.

Hari semakin larut, pedagang yang datang semakin hanyak. Mendadak ada susulan klarifikasi dari Kepala Dinas Perdanganan, Heru Sunardi yang menyampaikan, bahwa intinya pemasangan spanduk ini terjadi karena adanya miss komunikasi apalagi ada logo Pemkot. Heru Sunardi juga memepertanyakan adanya logo Pemkot.  Pemkot yang mana? Mengingat Alut sudah di sewa oleh Pemerintah Kota Surakarta untuk pedagang Pasar Klewer pada sisi timur dan sekaligus untuk keluar masuknya proyek pembangunan Pasar Klewer yang terganggu karena di gembok seperti ini. " Akan kami selesaikan malam ini juga," tegas Heru serius.

Belum lama ini, ramai beredar di media sosial adanya baliho Pasar Malam Gebyar Idhul Adha berlogo Pemkot Surakarta, Jodam dan Polresta Surakarta yang di selenggarakan oleh event organizer hiburan dan mainan Diana Ria  Semula rencananya di adakan di Alun-alun Kidul Keraton Surakarta Hadiningrat. Hal itu menjadikan ramainya komentari nitizen.  Pasalnya Kota Solo masih berstatus KLB korona. Berdasarkan  pemantauan di lapangan, pihak Diana Ria menyewa Alun-alun tersebut senilai ratusan juta rupiah selama event berlagsung. Sekitar 30- 40 hari. Kepada pihak Sasana Putra Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
melalui widodo.

Ramai menjadi perbincangan di media sosial,  Pemerintah Kota Surakarta melalui Sat Pol PP membubarkan rencana kegiatan pasar hiburan itu yang marak di bicarakan di media sosial. Selain itu, juga pemasalahan pencatutan logo tiga instansi,  Pemerintah Kota Surakarta, Kodam IV Diponegoro dan Polresta Surakarta. Namun ketiga instansi tersebut membantah adanya  surat izin pengeluaran atas logo tersebut.  Maupun izin keramaian. Pasar malam yang sedianya di gelar oleh Diana Ria gagal berlangsung karena di bubarkan paksa oleh Pemerintah Kota Surakarta.

 Dalam hal ini, LBH Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KPH. Eddy Wirabhumi mendukung Pemerintah Kota Surakarta dalam pembubaran pasar malam. Tidak lain dikarenakan Kota Solo masih berstatus KLB korona dan belum di cabut oleh pemerintah Kota Surakarta. Demi mencegah penularan covid 19 di Kota Surakarta, rasanya tidak tepat apabila ada pihak yang menyewakan tempat untuk hiburan rakyat di tengah pandemi covid-19. "Lagipupa kami juga tidak tahu izinnya kepada siapa?" tanya KPH Edhi Wirabhumi.

Tak lama kemudian,  Sat Pol PP menutup semua akses Alun-alun Kidul dengan beralasan demi pencegahan covid-19. Hanya saja,  saksi pedagang yang berjualan di Alut bertanya tanya kepapa Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto saat akan di lakukan penutupan Alun-alun Kidul (Alkid). "Penutupan Alkid semuanya atas permintaan pihak Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang mengaku bernama Widodo,"tegas Agus. 

  Setelah di konfirmasi, KPH Edhi Wirabhumi yang merupakan menantu Sinuhun Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,  suami dari GKR Koes Moertiyah (Gusti Moeng) menegaskan, bahwa di dalam struktur Keraton, keluarga tidak ada yang namanya widodo seperti yang di maksud. " Bisa jadi, malahan justru oknum-oknum luar yang mengatas namakan Keraton inilah yang membuat nama Keraton menjadi tidak baik. Pastinya dengan perilaku-perilaku yang tidak terpuji, menggunakan nama Keraton.  Keratonnya yang namanya jadi tidak baik."papar KP Eddy Wirabhumi, merasa prihatin. # V1N4/Yan 1.


Alkid dibubarkan rencana pasar malamnya, Alut digembok pintu masuk ke Pasar Darurat.
-------081325995968------

Thanks for reading Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Dicatut Namanya Untuk Penyegelan Alun Alun | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS