Bukan Tanpa Alasan Alun alun Keraton Ditutup Rumput

Januari 31, 2024
Rabu, 31 Januari 2024


 Alun alun Lor Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Foto : Yan 1

GUGAT news.com SOLO

Ditegaskan oleh Kanjeng Pangeran ( KP) Dr Edhie Wirabhumi SH MH, menantu Sinuhun Paku Buwono ( PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang merupakan suami dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah yang akrab disapa Gusti Mung ini, bilamana alun alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan ditanami rumput.

Bukan tanpa sebab, lanjut Kanjeng Wiro jika saja baik Alun alun Lor dan Kidul Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam revitalisasi yang sudah berjalan hampir 3 pekan itu bukannya di urug dengan pasir, khususnya pasir dari pantai selatan melainkan akan ditanami rumput hijau agar tampak subur, adem dan tidak panas.

Selain itu, juga pagarnya tidak terbuat dari bahan besi melainkan pagar tanaman. Tidaklah seperti Alun alun Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang di urug pasir dan bukan untuk umum. Lain halnya dengan Alun alun Lor dan Kidul Keraton Kasunanan, tetap masih bisa dipakai sosialisasi masyarakat luas.

Masalah ditanami rumput, masih menurut penuturan Kanjeng Wiro, bukannya melanggar heritage sejarah alun alun. Urug pasir sebenarnya bukan hanya Alun alun Lor dan Kidul Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saja, melainkan termasuk Pasar Gede Solo Jogja ga Benteng Vastenburg yang keduanya tidak jauh dari Keraton.

Urug pasir tersebut bukannya dari pasir laut kidul namun dari beberapa sungai yang ada di Solo. Kenapa harus diurug dengan pasir, masalahnya saat itu 1745 saat mau dibangun keraton, kondisi Desa Solo masih merupakan lahan rawa rawa, sehingga harus diurug pasir dulu untuk bisa dibangun. 

Ketinggian urug pasir saat itu hanya sekitar 20 cm, kalau sekarang ini dibutuhkan ketinggian diantara 50-60 cm. Pastinya banyak sekali urug pasir laut kidul yang diperlukan. Sehingga cukup ditanami rerumputan saja. Selain itu, rumput penataannya lebih mudah dan tetap masih bisa dipakai sosialisasi warga masyarakat Kota Solo khususnya.

"Kalau saja di urug dengan pasir dan kondisi tertutup dari publik, sehingga bisa dipastikan lagi tidak akan ada lagi hajad Ndalem Sekatenan. Selain keraton dan Pemda juga masih butuh lahan untuk berbagai kegiatan dan event, pastinya masyarakat luas, Solo khususnya juga masih membutuhkan aktifitas kegiatan besar di Alun alun. Baik Lor dan Kidul," pungkas KP Dr Edhie Wirabhumi SH MH. #Yani



Thanks for reading Bukan Tanpa Alasan Alun alun Keraton Ditutup Rumput | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS