iklan



FOKUS

Gusti Dipo Mengenang Masa Kecilnya Bersama Gusti Soerya Sarosa


 Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPH Adp) Dipo Kusuma salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Foto : Yani 

GUGAT news.com SURAKARTA 

KGPH Adp Dipo Kusumo Ditemui GUGAT news di sela-sela prosesi pemakaman adiknya GPH Soerya Sarosa di  Pasarean Ndalem Ki Ageng Henis Laweyan, mengaku banyak kenangan bersama almarhum di saat masih berusia anak anak atau masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). " Kebetulan usia kami tidak terpaut jauh, sehingga bersaudara kami sangat akrab," terang Gusti Dipo panggilan akrab KGPH Adp Dipo Kusumo.

Diungkapkan oleh Putra Ndalem Sinuhun PB XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan adik kandung Sinuhun PB XIII sekaligus sebagai Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu, mengaku banyak kenangan bersama saudaranya Gusti Soerya Sarosa yang hari ini wafat dikarenakan sakit.

Puluhan tahun silam, lanjut Gusti Dipo, saat dirinya masih duduk di bangku SD bersama Gusti Puger serta Gusti Benowo dan almarhum Gusti Soerya Sarosa biasa bertemu dan bermain di dalam lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ada yang menarik pertemuan semasa kecil sehingga serasa tidak akan pernah terlupakan. Pertemuan untuk menjalankan Shalat Subuh di Masjid Pudjosono di dalam Benteng Cempuri.

"Setiap subuh, kami berempat selalu bertemu di Masjid Pudjosono. Saya, Gusti Puger, Gusti Benowo dan almarhum Gusti Soerya Sarosa yang kebetulan usia kami hampir sama, setidaknya tidak terpaut begitu jauh. Kami akrab sebagai Putra Ndalem Sinuhun PB XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan selalu berjamaah shalat Subuh di Masjid Pudjosono," papar Gusti Dipo menahan Isak.

Menariknya, sehingga sampai  pada usia sekarang ini 69 tahun, kebersamaan itu tidak pernah bisa kami lupakan. Kami semua ada di dalam Cempuri keraton namun rumahnya berlainan dan setiap menjelang dikumandangkannya adzan panggilan untuk menunaikan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Pudjosono, kami berempat selalu bertemu di serambi masjid sambil berkelakar menunggu datangnya Iqomah dan segera mendirikan shalat Subuh.

Begitu selesai dari berjamaah shalat Subuh, masih menurut penuturan Gusti Dipo, di dalam suasana dinginnya pagi itu, kami beramai-ramai membakar singkong bersama ulama keraton dan melahap sambil bercanda ria. Selesai dari makan singkong bakar bersama, kami berempat pun saling berpamitan pulang karena untuk segera mandi, sarapan dan berangkat ke sekolah yang tidak jauh dari kawasan keraton.

"Kenangan indah sesama Putranya Sinuhun PB XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu, kini telah berlalu ditelan waktu. Betapa indahnya hidup dan kehidupan semasa kanak-kanak puluhan tahun lalu. Bermain bareng,  sambil terus saja setiap ketemu selalu bercengkerama, rukun satu dengan lainnya sebagai kakak adik serta Putra Ndalem Sinuhun PB XII. Kini itu semuanya tinggal kenangan," tutur Gusti Dipo lirih menahan rasa haru yang langsung berpamitan untuk segera menghantarkan GPH Soerya Sarosa ke pemakaman. # Yani.

BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close