iklan



FOKUS

Sinuhun PB XIV Hangabehi Melayat Pamannya GPH Soerya Sarosa Di Pasarean Ndalem Ki Ageng Henis Laweyan


 Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi ( berkacamata) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersama salah satu Sentono Ndalem tengah ngadem di depan Masjid Laweyan pada saat pemakaman Gusti Pangeran Haryo (GPH) Soerya Sarosa di Pasarean Ndalem Ki Ageng Henis Laweyan.

GUGAT news.com SURAKARTA 

Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... sesungguhnya kita semua ini milik Allah SWT dan akan Kembali menghadap Nya. Telah berpulang ke Rahmatullah GPH Soerya Sarosa salah satu Putra Ndalem Sinuhun PB XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Ditemui disela-sela kehadirannya takjizah atau melayat pada pemakaman pamannya GPH Soerya Sarosa, Kamis (27/11) siang di Pasarean Ndalem Ki Ageng Henis, Laweyan, Sinuhun PB XIV Hangabehi tidak berkenan untuk berbicara panjang lebar apalagi harus wawancara, Putra Ndalem Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu belum berkenan banyak berbicara kepada media. Dengan santun beliau hanya mengucapkan Assalamualaikum saja, selebihnya hanya tersenyum.

Menghadapi itu semuanya, GUGAT news pun harus tahu diri untuk segera mohon diri pamit. GUGAT news pun harus segera masuk halaman Masjid Laweyan, masjid tertua di Kota Solo (1546) peninggalan dari Sultan Hadiwijaya, Mas Karebet yang lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir abad 15 Raja Kasultanan Pajang untuk menuju Pasarean Ndalem Ki Ageng Henis, Laweyan yang ada di selatan Masjid Laweyan. Saat itu pula prosesi pemakaman GPH Soerya Sarosa mulai dilakukan.

Kabarnya, berdasarkan paugeran, angger angger Dinasti Mataram Islam, sebagai seorang raja pantang untuk masuk ke area pemakaman manakala tengah bertakjiyah kepada siapapun yang wafat sekalipun saudara. Sehingga sebagai konsekuensinya, Sinuhun PB XIV Hangabehi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat lebih memilih beristirahat di depan Masjid Laweyan sekaligus di pinggiran Sungai Jenes peninggalan sejarah Sultan Hadiwijaya. 

Hanya ditemani beberapa kerabat Ndalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sinuhun PB XIV Hangabehi tampak menikmati semilirnya angin di tepian Sungai Jenes serta suara gemericik air. Sepertinya juga tidak banyak berbicara dengan Sentono Ndalem dan kerabat Ndalem, tampak beliau menikmati suasana sejuknya duduk di tepian Sungai bersejarah itu. Kesederhanaan nya dalam berpenampilan justru banyak membawa simpati tersendiri. 

Disisi lain, tepat pukul 13.00 WIB prosesi pemakaman GPH Soerya Sarosa dimulai. Dari diawali shalat jenazah, berdoa, ditutup nya peti jenazah sekaligus untuk dikeluarkan dari Paseban Ki Ageng Henis untuk sejenak dilakukan berobosan Putra Putri serta cucunya sebanyak 3 kali. Setelah itu semua, jenazah langsung diusung ke Pasarean Ndalem Ki Ageng Henis, Laweyan, untuk dimakamkan. #Yani.

BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close