Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN Kunjungi Kali Pepe Land
Letjen Dadang Hendra Yudha selaku Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN saat di Kali Pepe Land Milik Puspo Wardoyo. Foto : Yani
GUGAT news.com BOYOLALI
Malam itu, Jumat (16/1) sekitar pukul 22.00 WIB, meskipun suasananya hujan rintik-rintik, namun tidaklah sedikit pun menjadikan mereka para tamu dari undangan Puspo Wardoyo owners Ayam Bakar Wongsolo Grup, founder Makanku serta pemilik destinasi wisata air dan edukasi Kali Pepe Land beranjak dari tempat duduknya.
Menariknya, meski kondisi cuaca masih gerimis, namun mereka malahan serasa tampak sekali menikmati suasana untuk sekalian mengambil puluhan menu yang disediakan Kali Pepe Land. Sambil menikmati lezatnya hidangan menu serba tradisional, mereka pun tampak khusyuk mendengarkan berbagai sambutan dari tamu pejabat yang hadir. Dimulai dari Puspo Wardoyo dilanjutkan sang Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN, Letjen (Pur) Dadang Hendra Yudha disambung Bupati Boyolali Agus.
"Saya itu kepingin datang dan bertemu dengan Pak Puspo Wardoyo itu sebenarnya sudah sejak lama, hanya saja masalah waktu. Dan pinginnya bertemu dengan ngobrol santai saja, eee.. ga tahunya diundang dengan acara yang cukup meriah di Kali Pepe Land ini. Ya sudah, malahan ada kesempatan bicara banyak tentang SPPG, MBG dan BGN di depan masyarakat," papar Letjen (purn) Dadang Hendra Yudha, selaku Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN.
Diungkapkan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN itu, jika saat ini dari Sabang hingga Merauke, sudah ada 20.419 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehingga mampu menyerap tenaga kerja tidak kurang dari 1 juta masyarakat dari beragam profesi. Tidaklah kurang dari 50 juta penerima manfaat yang dari ibu hamil, menyusui,, Balita, TK, SD, SMP hingga SMA
Untuk wilayah Soloraya, sudah ada sekitar 589 SPPG yang terbagi dari Boyolali ada 93 sedangkan Klaten ada 105 dan Sukoharjo 77 sedangkan Wonogiri 72 serta Karanganyar 77 berikutnya Sragen 85. Malahan Kota Solo paling sedikit SPPG nya, hanya ada 59. Sehingga bisa dikatakan jika untuk sementara ini, Kota Solo masih kurang dari jumlah penerima manfaat jika dibandingkan wilayah kabupaten di Soloraya.
"Yang pasti, Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bukan merupakan ladang untuk bisnis melainkan bagian dari masalah kemanusiaan. Dan yang jelas, pelaku MBG ini merupakan pahlawan tersendiri. Investasi nya bisa memberdayakan masyarakat luas dan tidaklah pemerintah merugikan rakyat dan menjadikan daya beli masyarakat tinggi lantaran ada penghasilan," jelas Letjen (purn) Dadang Hendra Yudha.
Pastinya, masih menurut penuturan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN itu, keterlibatan masyarakat berdana MBG merupakan pahlawan nada kini karena menjadikan mitra yang baik' sekaligus memberikan manfaat sehingga nantinya bisa diharapkan terwujudnya Indonesia Emas 2045.# Yani.





