iklan



FOKUS

Gusti Puger Budayawan Penyuka Unggas


 Belasan burung perkutut menghiasi ruangan garasi mobil di Ndalem Kapugeran rumah tinggal Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger.

GUGAT news.com SURAKARTA 

Ditemui di Ndalem Kapugeran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau tempat tinggal Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan adik kandung Sinuhun PB XIII belum lama ini, beliau mengaku selain memiliki kegemaran untuk membaca buku juga menyukai unggas. Ayam dan burung.

Sehingga tidaklah mengherankan lagi, jika di halaman Ndalem Kapugeran tampak ada beberapa ayam Bekisar yang terkenal dengan suara berkokok nya. Selain itu, pada halaman ruang garasi mobil, juga ada belasan burung perkutut dsn burung ocehan semacam jalak Suren serta Cucak Jowo atau teledekan yang setiap ada tamu mendekati bangunan rumah Ndalem Kapugeran, tanpa dikomando lagi, perkutut, jalak dan cucak itu langsung ngoceh, bersuara.

" Untuk unggas, khususnya burung, saya lebih menyukai burung perkutut dari pada jenis lainnya. Selain suaranya bagus, ada hitungan spiritual nya. Biasanya banyak dipelihara oleh mereka para orang Jawa yang menyukai dunia spiritual. Kalau burung ocehan, saya lebih memilih Jalak Suren, Cucak Jowo dan Kenari. Ketiga burung ini memiliki manfaat tersendiri bagi petung atau perhitungan orang Jawa. Sebaiknya bagi penghobi burung, tak ada salahnya memiliki Jalak Suren, Cucak Jowo dan Kenari," jelas KGPH Puger.

Kalau burung perkutut, lanjut Gusti Puger panggilan akrab KGPH Puger, dulu dikenal sebagai unggas Klangenan atau kegemaran raja dan bangsawan. Ada nilai spiritual tersendiri sehingga sepertinya di era modernisasi ini sudah kurang layak dibicarakan. Kalau Ayam Bekisar, Kokok suaranya bagus dan harganya mahal. Sebaiknya bagi yang mempunyai piaraan berharga mahal, tidak ada salahnya memelihara pula Jalak Suren, Cucak Jowo dan Kenari, besar sekali manfaatnya dan harganya tidak begitu mahal.

Bagi orang kaya pun juga tak ada salahnya jika memelihara ke tiga jenis burung tersebut. Ketiganya cukup bermanfaat bagi pemiliknya. Misalkan, untuk manfaat Burung Jalak Suren, bisa menjaga rumah dari orang-orang yang hendak berbuat buruk dan masuk rumah. Sebagai penjaga rumah, Jalak Suren tidak kalah dengan gonggongan abjing. Kicauan Jalak Suren ini mampu membangkitkan pemilik rumah jika ada orang yang hendak masuk pintu pagar.

Demikian pula dengan Cucak Jowo, ocehannya bisa membangunkan pemilik nya untuk bangun pagi sebelum datangnya kumandang adzan Subuh. Bagi yang muslim, bisa waktu itu dipergunakan untuk menjalankan Shalat Malam atau Tahajud. Nah, suara ocehan Cucak Jowo ini lebih keras dan nyaring daripada dering jam Beker. Bermanfaat bukan? Lain lagi dengan burung Kenari yang terkenal indah dan merdu kicauannya.

"Maaf, Kenari ini bukan hanya bermanfaat bagi orang kaya saja juga melainkan untuk warga kelas menengah ke bawah. Artinya, pajangan Kenari ini akan tampak lebih indah suasananya rumah. Rumah mewah dengan adanya Kenari ini semakin menambah tampak wah dan gagah. Demikian pula dengan rumah biasa, justru semakin tampak indah dengan adanya Kenari di depan pintu rumah," pungkas KGPH Puger tersenyum. # Yani.



BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close