KOSETA Salurkan Donasi Rp 13.13 Juta Untuk Pelajar - Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
GUGAT news.com YOGJAKARTA
Koperasi Seniman dan Budayawan Daerah Istimewa Yogyakarta (KOSETA) menggelar aksi kemanusiaan Pray for Sumatera pada hari ini sebagai wujud solidaritas kebudayaan bagi korban bencana alam di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera. Dari kegiatan tersebut, KOSETA berhasil menghimpun donasi sebesar Rp13.130.000, yang secara khusus disalurkan untuk pelajar dan mahasiswa asal daerah terdampak bencana yang saat ini menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Ketua Panitia, Satria Wibowo, menyampaikan bahwa penggalangan dana ini bertujuan meringankan beban psikologis dan ekonomi para pelajar serta mahasiswa perantauan yang
keluarganya terdampak langsung bencana di daerah asal. Donasi dihimpun dari berbagai elemen masyarakat—mulai seniman, budayawan, komunitas, hingga individu—sebagai wujud kepedulian kemanusiaan lintas latar belakang.
Ketua KOSETA, Sigit Sugito, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KOSETA menjadikan kebudayaan sebagai ruang aksi sosial. Dengan semangat nasionalisme dan persaudaraan sebangsa, seni dan budaya dipandang memiliki peran strategis dalam merespons krisis kemanusiaan.
“Indonesia Raya bukan sekadar lagu, melainkan kesadaran bahwa penderitaan saudara kita di Sumatera adalah panggilan nurani bersama,” ujarnya.
Sigit juga menyebutkan dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap aktivitas KOSETA, termasuk fasilitasi dari Disperindag DIY pada rangkaian kegiatan sebelumnya. Ke depan, KOSETA merencanakan kolaborasi kebudayaan dengan Universitas Ahmad Dahlan untuk memperluas agenda seni di wilayah Yogyakarta Selatan.
Sambutan tuan rumah, Yani Saptohoedojo, menekankan pentingnya empati dan solidaritas kebangsaan. Menurutnya, duka masyarakat Aceh dan Sumatera adalah duka bersama sebagai satu bangsa dan satu tanah air.
Wakil Ketua KOSETA sekaligus Sekretaris kegiatan, Prill Huseno, mengumumkan donasi Rp13.130.000 diserahkan secara simbolis kepada perwakilan organisasi penerima: PLT IKPM Sumatera Barat, Asrama Mahasiswa Merapi Singgalang, BEM Universitas Mahakarya Asia, dan Taman Pelajar Aceh.
Perwakilan penerima bantuan menjelaskan kondisi di wilayah bencana masih memerlukan perhatian serius. Curah hujan tinggi, kerusakan lingkungan, dan banjir berulang memicu krisis air bersih serta gangguan kesehatan. Menjelang Ramadan, kebutuhan mendesak meliputi air bersih layak konsumsi, perlengkapan ibadah, pakaian dalam, dan alat sterilisasi air. Di Aceh, bencana berdampak pada 14 kabupaten.
Donasi disalurkan dalam bentuk uang tunai agar fleksibel dan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil pelajar dan mahasiswa terdampak di Yogyakarta. Acara ditutup dengan pembacaan puisi dan ekspresi seni sebagai simbol harapan serta solidaritas, menegaskan peran KOSETA yang tak hanya bergerak di ranah kebudayaan, tetapi juga responsif terhadap isu kemanusiaan dan kebencanaan. (Tor)





