Bendungan Nyaen Kabarnya Banyak Memakan Korban
Bendungan Nyaen yang membelah wilayah Desa Kagokan, Gatak, Sukoharjo dengan Desa Bolali, Wonosari, Klaten cukup wingit, angket suasananya kalau malam mulai menjelang. Foto : Yani
GUGAT news.com SUKOHARJO
Diungkapkan oleh Eko (52) warga Bolali, Wonosari, Klaten kepada GUGAT news yang menjumpai di lokasi Bendungan Nyaen, jika kondisi Bendungan Nyaen yang membelah Desa Kagokan, Gatak, Sukoharjo dengan Desa Bolali, Wonosari, Klaten itu sepertinya sah dan wajar saja jika dikenal angker sekaligus air dan nya banyak memakan korban. Kabarnya, paman dari Eko sendiri termasuk salah satu diantara korban meninggal dunia.
Jangankan pada malam hari, siang hari pun suasana misteri masih banyak menyelimuti Bendungan Nyaen. Bagaimana tidak, rindang nya pohon bambu serta pepohonan besar yang usianya sudah ratusan tahun di sepanjang aliran sungai itu lantaran sejaman bangunan Bendungan Nyaen Peninggalan kolonial Belanda, sehingga tak mengherankan lagi bila suasananya memang angker, wingit. Belum lagi suara arus deras air Bendungan Nyaen, kian menambah angker nya suasana.





