Jelang Iedul Fitri, Polres Sukoharjo Antisipasi Lonjakan Kejahatan Konvensional dan Siber
GUGAT news.com SUKOHARJO
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, potensi tindak kejahatan konvensional maupun siber diprediksi mengalami peningkatan. Tingginya perputaran uang, aktivitas belanja kebutuhan Lebaran, hingga tradisi mudik kerap menjadi momentum yang dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang biasanya muncul menjelang Lebaran.
“Menjelang Idul Fitri, memang ada kecenderungan peningkatan kejahatan, baik konvensional maupun digital. Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari transaksi keuangan, belanja kebutuhan Lebaran, hingga rumah-rumah yang ditinggal mudik,” ujar Anggaito saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, kasus yang paling umum terjadi adalah pencurian rumah kosong. Modus ini menyasar rumah warga yang ditinggal mudik tanpa pengamanan memadai. Selain itu, tindak pencopetan dan penjambretan juga berpotensi meningkat di pusat keramaian seperti terminal, stasiun, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan.
“Pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat yang membawa uang tunai atau barang berharga dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” jelasnya.
Tak hanya kejahatan jalanan, kejahatan siber juga menjadi perhatian serius. Beberapa modus yang kerap muncul antara lain penipuan online melalui tautan undangan atau paket palsu yang mengandung malware, promo Lebaran fiktif, phishing, hingga penyalahgunaan QRIS palsu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mengklik tautan mencurigakan dari nomor tidak dikenal serta selalu melakukan verifikasi jika menerima informasi promo yang terlalu murah atau menggiurkan,” tegasnya.
Selain itu, aparat kepolisian juga mewaspadai modus penipuan hipnotis, peredaran uang palsu di pasar tradisional, hingga THR palsu. Pada jalur-jalur mudik yang relatif sepi, potensi begal atau pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) juga perlu diantisipasi.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Sukoharjo telah mengerahkan personel hingga tingkat Polsek untuk meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan. Anggota disebar ke pasar tradisional, pusat perbelanjaan, obyek vital, serta jalur-jalur mudik guna memberikan rasa aman sekaligus imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
“Kami perintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli, khususnya di titik-titik rawan. Kami juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan, baik konvensional maupun digital,” kata Anggaito.
Kapolres turut mengingatkan warga yang akan mudik agar memastikan rumah dalam kondisi aman dengan memasang kunci ganda pada pintu dan jendela, menitipkan rumah kepada tetangga atau ketua RT, serta tidak memamerkan rencana mudik di media sosial.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami dari kepolisian siap memberikan perlindungan, namun peran aktif masyarakat dalam menjaga kewaspadaan sangat penting,” pungkasnya.#Ary






