iklan



FOKUS

Negosiasi Belum Pasti, Pelaku Bisnis Future Dihimbau Waspadai Pergerakan Pasar


 Ariesjanto, kepala cabang Victory Internasional Future Semarang sedang menerima kue ultah ke-56 dari salah satu Karyawan, pada Senin (20/04) pagi tadi di kantor VIF Semarang

GUGAT News. com SEMARANG

Meski perundingan antara Amerika dan Iran terus diupayakan, namun ketegangan di kawasan timur tengah belum ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu singkat. Baik Amerika dan Iran masih bersikukuh dengan tuntutan dan kepentingan masing-masing. Banyak pihak menilai, pertemuan dan negosiasi yang digelar dinilai banyak kalangan hanya untuk mengulur waktu, sebelum aksi saling serang baik dari pihak Iran maupun Amerika dan Israel.

Ketidakpastian kapan kesepakatan damai akan terwujud ini, terus memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk diantara di sektor perdagangan berjangka. Di sektor perdagangan komoditi, dampak konflik sangat berpengaruh pada fluktuasi minyak dunia dan juga emas.

Terkait gejolak dan ketidakpastian geopolitik tersebut Ariesjanto, kepala cabang victory internasional futures Semarang mengingatkan agar para pelaku bisnis di sektor terkait lebih berhati-hati dalam bertransaksi, mengantisipasi pergerakan pasar global, guna menghindari kerugian berlebihan.


Segenap karyawan Victory Internasional Futures Semarang berkumpul merayakan ulang di kepala cabang Senin pagi tadi

_"Konflik Iran-Amerika kali ini sedikit berbeda-beda dan belum dapat diprediksi akan mengarah ke titik mana, sehingga sangat perlu diwaspadai oleh para pelaku bisnis sektor komoditi"_ Jelas Ariesjanto kepada wartawan saat ditemui di sela-sela kegiatan morning briefing sekaligus perayaan ulang tahun dirinya ke di kantor victory di Semarang pada Senin (20/04) pagi tadi.

Pria yang akrab dengan sapaan Aries ini juga menambahkan, pelonggaran kawasan selat Hormuz oleh Iran, tidak menjadi sinyal pasti bahwa konflik bakal cepat berakhir.

_"Meski Ibrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menyatakan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Amerika, namun hal ini tidak berarti bernegosiasi dengan bakal berakhir damai.”_ pungkasnya kepada wartawan. Efqi





BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close