Harapan SDIT Al Farabi Kembali Menggema Lulusan TKIT Diantar Menuju Langkah Baru
Pendiri Yayasan Al Farabi Mulia, kepala TKIT Al Farabi dan ketua Yayasan memberikan ucapak selamat dan motivasi kepada 78 siswa yang menyelesaikan pendidikan.
GUGAT news. com BANTUL
Tepuk tangan panjang mengiringi langkah puluhan anak yang berjalan menuju panggung. Wajah-wajah polos itu memancarkan kebanggaan, sementara sorot mata para orang tua menyimpan haru yang sulit disembunyikan. Prosesi Akhirussanah TKIT Al Farabi Kasihan Bantul bukan sekadar seremoni penutupan tahun pelajaran, melainkan penanda berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak menuju jenjang berikutnya.
Suasana hangat itu berlangsung di UMY Student Dormitory, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (20/6). Sebanyak 78 siswa dilepas secara resmi di hadapan orang tua, pengelola sekolah, jajaran Yayasan Al Farabi Mulia, tokoh masyarakat, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul.
Kebahagiaan yang memenuhi ruangan ternyata membawa satu harapan besar. Aspirasi agar Yayasan Al Farabi Mulia segera menghadirkan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) kembali mengemuka. Harapan tersebut disampaikan mewakili orang tua siswa oleh Dr. Hasan Djidu.
Keinginan itu lahir bukan tanpa alasan. Banyak orang tua berharap pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan sejak usia dini dapat berlanjut dalam satu kesinambungan hingga jenjang sekolah dasar.
Siswa yang telah menyelesaikan pendidikan berfoto bersama para ibu guru mereka..
Harapan tersebut disambut positif oleh pendiri sekaligus Pembina Yayasan Al Farabi Mulia, Hary Sutrasno. Menurutnya, yayasan sebenarnya telah berupaya merintis pendirian SDIT selama setahun terakhir. Kendala utama masih berkaitan dengan pencarian lokasi yang memenuhi persyaratan regulasi sekaligus kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.
"Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar cita-cita mendirikan SDIT sebagai keberlanjutan membentuk pribadi rabbani yang berkarakter Islami, cerdas, dan selalu terhubung akhlaknya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dapat segera terwujud. Lokasi yang memenuhi ketentuan dengan jarak minimal satu kilometer dari sekolah dasar terdekat masih terus kami cari," ungkap Hary.
Prosesi Akhirussanah berlangsung khidmat sejak awal. Lantunan ayat suci Al-Qur'an membuka rangkaian acara sebelum seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kesederhanaan prosesi justru menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.
Kemampuan para siswa menjadi bagian yang paling menyentuh perhatian. Hafalan surat-surat pendek, doa harian, serta hadis ditampilkan dengan penuh percaya diri. Setiap penampilan menggambarkan proses pembelajaran yang selama ini dijalani bersama para guru.
Momen paling menggetarkan hadir ketika seluruh siswa mengucapkan ikrar. Janji untuk taat kepada Allah, menjadikan Rasulullah sebagai teladan, menjaga salat sepanjang hayat, serta menghormati orang tua dan guru terucap dengan suara lantang. Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi bekal moral yang diharapkan terus tumbuh seiring perjalanan hidup mereka.
Pertunjukan sebuah opereta oleh siswa menjadi salah satu tontonan menarik yang membuat bangga dan haru orang tua
Panggung kemudian berubah menjadi ruang ekspresi. Berbagai pertunjukan seni dari siswa, guru, hingga komite sekolah menghadirkan nuansa ceria. Tawa, tepuk tangan, dan senyum silih berganti memenuhi ruangan. Kehangatan hubungan antara guru, peserta didik, dan orang tua tampak mengalir begitu alami, mencerminkan proses pendidikan yang dibangun melalui kasih sayang dan keteladanan.
Kepala TKIT Al Farabi, Siti Lestari, S.Pd.AUD., mengantar para lulusan dengan pesan yang menyentuh hati. Baginya, hari itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan anak-anak yang selama beberapa tahun belajar, bermain, dan bertumbuh bersama.
"Terbanglah setinggi mungkin dengan bekal iman, ilmu, dan akhlak mulia. Kalian adalah generasi hebat yang kelak membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan keluarga," pesannya.
Ketua Yayasan Al Farabi Mulia, Misbakhul Anwar, turut mengajak para orang tua untuk terus membersamai pendidikan anak-anak di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, fondasi agama yang kuat akan menjadi benteng sekaligus bekal menghadapi tantangan masa depan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada TKIT Al Farabi. Harapan agar lahir generasi pemimpin bangsa sekaligus ulama yang berakhlak mulia menjadi cita-cita bersama yang terus dijaga.
Rasa syukur serupa disampaikan Ketua Komite TKIT Al Farabi, Marita Syafitri. Perubahan anak-anak selama menempuh pendidikan menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi para orang tua.
Anak-anak yang dahulu belum terbiasa menjalankan ibadah, belum memahami adab, belum mampu bekerja sama, kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, santun, serta mulai memperlihatkan bakat dan potensi masing-masing. Perubahan itulah yang menurutnya menjadi hasil pendidikan paling berharga.
Prosesi Akhirussanah akhirnya ditutup dengan pelukan, senyum, dan air mata kebahagiaan. Kelulusan 78 siswa bukan sekadar akhir perjalanan di taman kanak-kanak, melainkan awal dari langkah panjang membangun masa depan. Bersamaan dengan itu, harapan akan lahirnya SDIT Al Farabi kembali bergema, menjadi cita-cita bersama agar estafet pendidikan Islam yang telah ditanamkan sejak usia dini dapat terus berlanjut dalam satu nafas pembinaan yang utuh. (Tor)







