Kelompok Tani Kertek dan Kalikajar Audiensi Ke Wabup Wonosobo, Ini Yang Disampaikan ;
Perwakilan Kelompok Tani di wilayah Kertek dan Kalikajar foto bersama usai audiensi dengan Wabup Wonosobo, Amir Husein.
GUGAT news. com
WONOSOBO-Sejumlah 10 Kelompok Tani di wilayah Kertek dan Kalikajar Wonosobo, Rabu (19/8/2026) malam, melakukan silaturrahmi sekaligus audiensi dengan Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein di Pendopo Wakil Bupati setempat.
Perwakilan Kelompok Tani dari wilayah Kertek yang mengikuti acara audiensi yakni, Kelompok Tani Margotani Gemawang, Tunas Muda Cangkringan, Loh Jinawi Gemawang, Bintang Muda Pagerotan dan Kelompok Tani Pranoto Tani Rahayu Pagerotan Kertek.
Adapun perwakilan Kelompok Tani dari daerah Kalikajar meliputi Kelompok Tani Sidodadi Pagergunung Butuh Kidul, Giri Mulyo Bowongso, Ngudi Mulyo Semen, Sumber Rejeki Kalikajar dan Kelompok Tani Pelita Tani Kalikajar.
Pada saat audiensi, perwakilan Kelompok Tani didampingi pendamping Kelompok Tani wilayah Kertek dan Kalikajar, Umar Yusuf dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kertomartani Kecamatan Kertek Andi Wityanto serta Samsul Kahfi.
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein menyambut baik kehadiran perwakilan Kelompok Tani tersebut. Dia mengakui saat ini banyak persoalan yang dihadapi para petani di lapangan. Dari keterbatasan persediaan pupuk bersubsidi hingga harga produk pertanian yang kerap mengalami fluktuasi.
"Saya juga seorang petani. Jadi memahami betul problem yang dihadapi para petani. Saya meminta maaf karena saat ini belum bisa memberi perhatian yang maksimal kepada para petani karena keterbatasan anggaran yang ada. Saya berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat yang berpihak pada nasib petani di waktu yang akan datang," ujarnya.
Pendamping Kelompok Tani di wilayah Kertek dan Kalikajar Umar Yusuf menyampaikan sektor pertanian merupakan penopang denyut nadi perekonomian masyarakat di Wonosobo. Jika sektor pertanian maju maka akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat secara umum.
"Guna memajukan sektor pertanian, maka kebijakan pemerintah harus pro atau berpihak pada petani. Pemerintah juga perlu terus menggalakan edukasi pertanian kepada petani muda. Bagaimana tata cara budidaya pertanian yang baik, ada pemahaman ilmu tanah dan nutrisi pertanian serta penggunaan pestisida yang sehat," pintanya.
Studi Banding
Pihaknya selama ini sudah kerap melakukan edukasi pertanian ke para petani terkait pengggunaan pupuk pestisida yang baik dan benar agar tidak merusak tanah dan tumbuhan. Ke depan diperlukan kegiatan studi banding ke Kelompok Tani di daerah lain yang sudah lebih maju dan berkembang pesat.
"Para petani harus terus diberdayakan agar tidak selalu dipandang sebelah mata. Dengan study banding ke Kelompok Tani yang lebih maju dan besar diharapkan Kelompok Tani Kertek dan Kalikajar bisa mengadopsi dan mengetahui cara mengembangkan Kelompok Tani-nya," ungkap dia.
Petugas PPL dari BPP Kertomartani Kertek Wonosobo Andi Wityanto menambahkan pemerintah sudah punya Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN). Semua kelompok tani bisa mengakses informasi dan data pertanian dari sistem tersebut.
Menurutnya, SIMLUHTAN tersebut merupakan database nasional di Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mendata penyuluh, Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan kegiatan penyuluhan pertanian lainnya.
"Syarat agar kelompok tani bisa terdaftar di SIMLUHTAN, yakni memiliki minimal 20 anggota, punya hamparan lahan yang cukup. Adapun dokumen yang diperlukan terdiri struktur organisasi, fotokopi KTP pengurus dan anggota, daftar anggota, berita acara organisasi pembentukan kelompok serta SPPT lahan," sebutnya.
Prosedur pendaftaran di SIMLUHTAN, jelasnya, Kelompok Tani mendaftar lewat BPP setempat. Persyaratan nanti akan diverifikasi lalu dimasukkan ke SIMLUHTAN. Admin BPP selanjutnya akan menginput data ke SIMLUHTAN.
"Pengurus Kelompok Tani perlu disiapkan data berupa KTP anggota, komoditi, luas lahan, titik koordinat lahan dan alamat. Jika kelompok sudah terdaftar maka akan mendapatkan ID Kelompok Tani," jelas dia.
Dikatakan, fungsi SIMLUHTAN sendiri yakni untuk membuat data terpadu Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdiri dari lokasi, jumlah anggota, jenis komoditas dan perkembangan Kelompok Tani yang ada. (Tor/*)





