Ngangsu Kaweruh, Kelompok Tani di Kertek dan Kalikajar Study Banding ke Kelompok Tani Mekar Wangi Wanayasa Banjarnegara
Kelompok Tani di Kalikajar dan Kertek Wonosobo foto bersama dengan anggota Kelompok Tani Mekar Wangi Wanayasa Banjarnegara.
GUGAT news. com WONOSOBO
Sejumlah perwakilan Kelompok Tani di wilayah Kecamatan Kertek dan Kalikajar Wonosobo, Minggu (30/8/2026), ngangsu kaweruh dengan melakukan studi banding ke Kelompok Tani Mekar Wangi di Desa Penusupan Kecamatan Penawaran Kabupaten Banjarnegara.
Studi banding diawali dengan mengunjungi lahan pertanian
dan green house tanaman kentang di Desa Sumber Kecamatan Batur Banjarnegara. Di lahan dengan pemupukan kentang yang baik bisa menghasilkan 35 ton per-satu hektar dan buah unggul.
Perjalanan selanjutnya menuju home base atau Kelompok Tani Mekar Wangi di Desa Penusupan Wanayasa Banjarnegara. Kelompok Tani Mekar Wangi yang kini beranggotakan 20 petani itu, perkembangan sudah cukup pesat karena telah memiliki aset bernilai miliaran rupiah.
Ketua Kelompok Tani Mekar Wangi Penusupan Pejawaran Banjarnegara Sugeng Santoso mengatakan kelompok tani yang dipimpinnya kini telah memiliki toko pertanian, usaha transportasi, cocok tanam pertanian palawija serta hortikultura dan perdagangan hasil panen pertanian.
"Kami sampaikan terima kasih dan alhamdulillah atas kunjungan teman-teman dari Wonosobo. Kami sangat bahagia atas kunjungan ini sebagai ajang untuk menyambung tali silaturahmi. Semoga teman-teman dari Wonosobo ke depan sukses dan bisa lebih maju dari Kelompok Tani Mekar Wangi," katanya.
Dikatakan Sugeng, modal yang dimiliki Kelompok Tani Mekar Wangi adalah saling percaya, punya semangat yang sama, tanggungjawab, gotong-royong dan selalu bekerjasama. Pihaknya punya prinsip yang sama, hidupkan kelompok jangan hidup dari kelompok. Semua kegiatan untuk kemajuan kelompok bukan untuk kepentingan pribadi anggota.
Sekretaris Kelompok Tani Mekar Wangi Junaedi menyampaikan sejarah pendirian kelompok tani yang dikelolanya. Kelompok tani didirikan pada 1 Juni 1999 oleh beberapa petani dan tokoh masyarakat setempat untuk kemajuan dunia pertanian di desanya. Pada awal berdiri ada 28 anggota tapi sekarang tinggal 20 anggota yang aktif.
Adopsi Ilmu
Sementara itu, pendamping kelompok tani di Kertek dan Kalikajar Wonosobo Umar Yusuf menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan studi banding ini adalah untuk mengorbitkan kelompok tani di wilayahnya, supaya bisa besar seperti Kelompok Tani Mekar Wangi Pejawaran Banjarnegara.
"Karena apa? Kelompok Tani Mekar Wangi ini sudah cukup besar, punya aset banyak. Sedangkan kelompok tani di Wonosobo masih belum ada yang seperti ini. Baru pada tahap kumpal-kumpul gitu saja. Tapi dengan studi banding ke sini, teman-teman pulang bisa mengadopsi ilmu dari sini. Semoga mereka bisa menjadi besar," harapnya.
Menurut Umar, nilai dan ilmu yang diambil dari studi banding ini, minimal informasi yang didapat oleh perwakilan kelompok tani dan anggotanya nanti bisa dishare ke anggota yang lain. Menyusun dan membuat program untuk kemajuan kelompok tani. Ilmu yang baru didapat bisa diterapkan di kelompok tani masing-masing.
Perwakilan Kelompok Tani Pranoto Tani Rahayu Pagerotan Pagerejo Kertek Suyitno mengaku sangat terharu dan bangga bisa ikut berkunjung ke Kelompok Tani Mekar Wangi. Karena selama ini pihaknya belum pernah melihat kelompok Tani semaju dan sebesar ini. Kelompok Tani Mekar Wangi bisa menjadi contoh praktik baik bagi petani di Wonosobo.
"Kami sangat salut dan kagum dengan Kelompok Tani Mekar Wangi ini. Dan, kami sangat berterima kasih kepada Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husain yang telah mensuport dengan kelompok tani di Kertek dan Kalikajar untuk studi banding ke Kelompok Tani Mekar Wangi Penusupan Pejawaran Banjarnegara," akunya.
Penyuluh Pertanian BPP Kertomartani Kertek Wonosobo Samsul Kafi menambahkan bahwa belajar tidak ada habisnya. Semakin banyak petani belajar, maka semakin maju para petani. Maka, ke depan para petani harus belajar terus, apalagi teknologi zaman sekarang sudah sedemikian majunya, sehingga petani jangan sampai ketinggalan.
"Tujuan pemerintah adalah untuk memakmurkan petani. Maka yang paling utama adalah swasembada pangan berkelanjutan bisa tercapai di Indonesia. Kelompok Tani Mekar Wangi sudah luar biasa. Sebab mampu melakukan pemberdayaan petani setempat. Harus ada rencana tidak lanjut setelah ini," tandasnya. (Tor)








