Tak Tahu di Plt, PK Partai Golkar Se Wonosobo Tidak Tahu Ada Musda Ke XI di Semarang
Seluruh Ketua PK Partai Golkar se-Kabupaten Wonosobo menyatakan tidak tahu kalau ada Musda ke-XI di Semarang.
GUGAT news. com WONOSOBO
Seluruh Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Wonosobo, mengaku tidak tahu menahu soal adanya kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kabupaten Wonosobo, yang digelar kubu Imam Teguh Purnomo dan kawan-kawan (DKK).
Musda ke-XI Partai Golkar Wonosobo kubu Imam itu sendiri digelar di Semarang pada Sabtu, (25/7/2026) beberapa waktu lalu. Musda tersebut diklaim dihadiri Plt PK se-Kabupaten Wonosobo dan Plt pengurus Organisasi Sayap, organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar Wonosobo.
Sementara itu, Koordinator PK Partai Golkar se-Kabupten Wonosobo, Jarwo mengatakan pihaknya dan seluruh PK di Wonosobo tidak tahu jika ada kegiatan Musda ke-XI di Semarang. Pada saat diselenggarakan Musda tersebut seluruh Ketua PK Partai Golkar se- Wonosobo justru kumpul di Gedung Golkar setempat.
"Saya dan teman-teman PK se-Wonosobo tidak tahu ada Musda kubu Imam yang digelar di Semarang, wong saya dan teman-teman di sini kok. Saya dan teman-teman yang lain tidak ada undangan. Sebelumnya, juga tidak ada pertemuan khusus antara DPD Partai Golkar Wonosobo kubu Imam dengan teman-teman PK," katanya.
Soal siapa perwakilan PK Wonosobo yang hadir di Musda ke-XI di Semarang, menurut Jarwo, pihaknya juga tidak mengetahui. Sejauh ini, PK Partai Golkar Wonosobo telah mengikuti acara Musda ke-XI Partai Golkar yang digelar di Gedung Golkar setempat, pada Minggu (10/5/2026).
Tidak Boleh Plt
"Memang ada info, yang ikut Musda ke-XI di Semarang merupakan Plt PK se-Wonosobo. Tapi siapa yang jadi Plt PK saya juga tidak tahu. Sebab, tidak ada pembahasan rapat secara khusus tentang pemberhentian Ketua PK dan pengangkatan Plt Ketua PK se-Wonosobo," kata dia, yang juga Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Selomerto itu.
Jarwo menyayangkan ada klaim Plt PK se-Kabupaten Wonosobo yang ikut Musda ke-XI di Semarang. Karena faktanya seluruh Ketua PK Partai Golkar Wonosobo masih solid dan belum ada pemberhentian secara resmi dari DPD II Partai Golkar Wonosobo.
"Posisi Plt Ketua Partai Golkar Wonosobo Imam sendiri setelah ada Musda ke-XI Partai Golkar di Wonosobo kan mestinya otomatis sudah habis dan harus berhenti. Kenapa justru Imam menggelar Musda ke-XI tandingan di Semarang. Ini yang saya tidak mengerti. Musda ke-XI di luar Wonosobo juga tidak diikuti Ketua PK yang asli dan resmi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang OKK DPD II Partai Golkar Wonosobo Bambang Laras Nyoto, menyatakan berdasarkan Instruksi DPD I Partai Golkar Jateng No 86/Golkar I/VII/2025 tertanggal 20 Juli 2025, DPD II Partai Golkar Kab/Kota dilarang melakukan penunjukan Plt Ketua PK, kecuali karena berhalangan tetap, mengundurkan diri dan diberhentikan oleh DPP Partai Golkar.
"Pengambilan keputusan strategis terkait pemberhentian/penonaktifan jabatan Ketua PK Partai Golkar atau penunjukan Plt Ketua PK Partai Golkar juga harus mendapatkan persetujuan Dewan Pimpinan Partai Golkar 2 tingkat di atasnya," ungkap dia. (Tor)





