iklan



FOKUS

Dosen dan Mahasiswa FT UAJY Raih Hibah BRIN Untuk Kembangkan Indeks Ekologi Perkotaan


 GUGAT news. com

YOGYAKARTA — Upaya mengukur kualitas ekologi perkotaan secara lebih menyeluruh dikembangkan tim Fakultas Teknik (FT) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Tim yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan alumni tersebut berhasil meraih hibah Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tim peneliti terdiri atas Prof. Ir. Prasasto Satwiko, M.Build.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. A. Djoko Istiadji, M.Sc., BldSc., bersama Verencia Budiyono, mahasiswi program sarjana FT, Angga Dwi Prasetyo, mahasiswa program magister FT, serta alumni magister FT Israni Silvia Sujarmanto.

Hibah tersebut akan digunakan untuk mengembangkan penelitian berjudul “Urban Eco Index Rules”, yakni sebuah indeks yang diharapkan mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kualitas ekologi suatu kawasan perkotaan.

Gagasan penelitian ini berangkat dari hasil kajian tim terhadap berbagai penelitian sebelumnya. Selama ini, kualitas ekologi perkotaan cenderung dikaji melalui indikator secara terpisah, seperti temperatur udara, kualitas air, maupun aspek lingkungan lainnya. 

Menurut tim, kondisi tersebut menunjukkan adanya celah penelitian berupa kebutuhan terhadap sebuah indeks yang dapat menggabungkan berbagai indikator ekologi untuk menilai kondisi perkotaan secara lebih utuh.

“Urban Eco Index Rules” akan berupaya menyatukan berbagai indeks yang telah dikembangkan pada klaster kajian berbeda ke dalam suatu formula yang lebih komprehensif. Dengan demikian, indeks tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen untuk melihat apakah kondisi ekologi sebuah kota sudah berada pada tingkat yang baik atau masih memerlukan perbaikan.

Dalam proses pengajuan proposal, tim sempat menghadapi keraguan, terutama terkait kemungkinan penerapan hasil penelitian serta ketersediaan dan validitas data sekunder yang dibutuhkan. Namun, Djoko menilai proposal tersebut memiliki kekuatan karena sejalan dengan arah pendanaan BRIN yang mendorong penelitian agar memiliki manfaat dan kemungkinan penerapan yang nyata.

Setelah memperoleh hibah, tim kini melakukan penyempurnaan penelitian, termasuk penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tahapan berikutnya mencakup studi literatur untuk memperkuat metodologi, pengembangan alat pendeteksi berbasis citra satelit, serta survei lapangan untuk memvalidasi hasil penelitian.

Pada tahun pertama, penelitian ditargetkan menghasilkan formula indeks berdasarkan kajian di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang.

“Tahapan-tahapan itu akan kita lalui dengan harapan di tahun pertama ini kita menyelesaikan untuk tiga kota, Jakarta, Bandung, Semarang. Ujung akhirnya diharapkan paling tidak sudah ketemu formula untuk menghitung indeksnya,” ujar Djoko.

Menurutnya, pada tahun kedua penelitian akan diarahkan pada proses validasi untuk memastikan formula yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan. Pengujian selanjutnya akan dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kota Surabaya.

Jika berhasil dikembangkan dan divalidasi, indeks tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil penelitian akademik, tetapi dapat menjadi instrumen yang membantu membaca kondisi ekologis perkotaan secara lebih terukur. Hasil akhirnya diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan kota yang lebih berkelanjutan dan layak huni.

Pesanggrahan Langenharjo Sinuhun PB IX Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Wisata Sejarah di Kabupaten Sukoharjo

Sementara itu, Prof. Prasasto mendorong sivitas akademika UAJY untuk tidak berhenti mengajukan proposal penelitian meskipun pada kesempatan sebelumnya belum berhasil memperoleh pendanaan.

“Dapat atau tidak, ya tergantung mereka dengan banyak pertimbangan. Jangan lelah untuk mencoba, mencoba, mencoba,” tuturnya.

Bagi tim FT UAJY, keberhasilan memperoleh hibah RIIM Kompetisi Gelombang 11 sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa kajian ekologi perkotaan dari berbagai indikator yang terpisah menuju sebuah instrumen yang lebih terpadu dan aplikatif. (Tor)

BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close