IKPNI di Jogja Coffee Week, Tokoh Berpesan Teruskan Perjuangan
Cicit pahlawan Nasional Mr. Kasman Singodimedjo Hanif mendengar penjelasan tentang metode lukis kopi
GUGAT news. com
YOGYAKARTA — Semangat perjuangan para pahlawan tidak berhenti pada catatan sejarah. Generasi hari ini dituntut meneruskannya melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi negeri.
Pesan itu mengemuka dalam pertemuan sejumlah tokoh dengan pengunjung Booth A32 Jogja Coffee Week (JCW) 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta. Selama penyelenggaraan JCW yang berlangsung hingga Minggu (6/9) malam, booth kolaborasi Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Yogyakarta dan perupa Rudi Winarso tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan kembali jejak perjuangan para pahlawan nasional.
Sejumlah tokoh yang hadir dan berdialog di booth tersebut antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudi, Wakil Kepala BRIN Laksdya Prof. Amarulla Octavian, GKR Mangkubumi, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, serta Kaprodi Magister Manajemen Sains FEB UGM Dr. Sahid Susilo.
Para keturunan Pahlawan Nasional yang berdomisili di Jogja ikut menyambut kehadiran pengunjung
Mengangkat tema “Pahlawan Nasional D.I. Yogyakarta”, booth IKPNI menyajikan berbagai peraga sejarah, buku, karya seni, hingga aktivitas kreatif berbasis kopi. Pengunjung tidak hanya diajak mengenal sosok pahlawan, tetapi juga melihat bagaimana sejarah dapat dihadirkan dalam medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah aksi live coffee painting yang dilakukan Rudi Winarso. Dengan menggunakan kopi sebagai material berkarya, Rudi melukiskan wajah sejumlah tokoh bangsa. Panembahan Senopati, Sultan Hamengku Buwono I, II, III, VII, IX dan X, Mr. Kasman Singodimedjo, Pangeran Diponegoro, Frans Kaisiepo, Bung Karno hingga Gus Dur menjadi bagian dari karya yang disaksikan langsung pengunjung.
Selain seni lukis, booth tersebut menampilkan delapan panel yang mengisahkan perjalanan hidup Pahlawan Nasional Mr. Kasman Singodimedjo. Kisah Kasman menjadi salah satu daya tarik karena menggambarkan perjalanan seorang anak desa dari kelas sosial bawah yang melalui kegigihan mampu mencapai posisi penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
Kasman tercatat pernah menjadi Komandan PETA, salah satu perintis TNI, Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen pertama, Jaksa Agung pertama, Menteri Muda Kehakiman, serta Kepala Mahkamah Militer Tinggi.
Penyerahan kenangan lukisan kopi Pangeran Diponegoro berkuda perupa Rudi Winarso kepada CEO JCW Rahardi Abra
Jejak perjuangan itu juga diperkenalkan melalui sejumlah bahan pustaka, antara lain buku tentang 40 pahlawan nasional yang memiliki keterkaitan dengan Yogyakarta serta cerita bergambar mengenai Mr. Kasman Singodimedjo.
Antusiasme pengunjung juga terlihat dalam kegiatan live sablonase. Mereka dapat memilih gambar pahlawan nasional maupun tokoh bangsa yang dianggap menginspirasi untuk dicetak pada kaus. Dari sekitar 50 pilihan tokoh yang tersedia, sejumlah nama menjadi favorit, antara lain Sultan HB II, Sultan HB IX, Mr. Kasman Singodimedjo, Jenderal Sudirman, Ki Hadjar Dewantara, Nyi Ageng Serang, Pangeran Diponegoro, Lafran Pane, Nyi Ahmad Dahlan dan Achmad Soebardjo.
Kaus bergambar tokoh tersebut tidak sekadar menjadi cendera mata. Bagi sebagian pengunjung, merchandise itu menjadi pengingat sekaligus simbol keteladanan tokoh yang mereka kagumi.
Kehadiran IKPNI di JCW sekaligus menunjukkan bahwa pengenalan sejarah perjuangan bangsa dapat dilakukan melalui berbagai medium. Kopi, seni, pustaka dan merchandise dipertemukan dalam satu ruang untuk mendekatkan sosok pahlawan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudi berminat dan membeli buku 40 pahlawan nasional di Booth A32.
Jogja Coffee Week sendiri merupakan pameran dan festival kopi tahunan yang mempertemukan berbagai unsur ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, mulai petani, roaster, barista, pelaku usaha, penikmat kopi hingga seniman yang menggunakan kopi sebagai medium kreatif.
Penyelenggaraan JCW 2026 menghadirkan 195 booth, termasuk 13 booth dari Jepang dan anggota ASEAN Coffee Federation. Agenda kegiatan meliputi pameran dan showcase, kompetisi, business summit and matching, edukasi, serta hiburan yang menghadirkan Panji Sakti, Jumat Gombrong dan Diskoplo.
Selama tiga hari penyelenggaraan, JCW tercatat menarik lebih dari 10.000 pengunjung.
Di tengah hiruk-pikuk festival kopi, kehadiran IKPNI memberi pesan yang berbeda: sejarah tidak cukup hanya dikenang. Perjuangan para pahlawan perlu diteruskan melalui kerja, karya dan pengabdian tanpa pamrih untuk Indonesia. (Tor)









