iklan



FOKUS

SAR UPN Veteran Yogyakarta Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT


 GUGAT news. com 

MANGGARAI BARAT — Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta turut membantu penanganan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama sepekan berada di lokasi, tim tidak hanya membantu distribusi logistik dan obat-obatan, tetapi juga memberikan trauma healing bagi warga, khususnya anak-anak.

Tim yang dipimpin Komandan SAR UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Lilik Indriharta, beranggotakan dua relawan mahasiswa, yakni Maximus Ary Tonapa, mahasiswa Informatika angkatan 2023, dan Dzaky Muhammad Ananta, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2024.

Setibanya di lokasi pada Kamis (20/8), Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Posko Induk/Pusat Koordinasi Penanganan Wilayah Flores Bagian Barat serta Posko Lapangan Utama BPBD Kabupaten Manggarai Barat.

Di Posko Induk, tim membantu pendataan dan penerimaan logistik yang datang melalui jalur udara maupun laut dari berbagai kementerian dan lembaga. Sementara itu, BPBD Kabupaten Manggarai Barat menugaskan tim untuk membantu mendistribusikan obat-obatan bantuan Kementerian Kesehatan RI ke sejumlah puskesmas di wilayah tersebut.

Selain mendukung distribusi bantuan pemerintah, Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta juga membawa hasil penggalangan dana sebesar Rp29,74 juta yang dihimpun selama 20–29 Agustus 2026. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, antara lain sembako, makanan bayi, pakaian, sarung, pembalut, popok, serta terpal untuk kebutuhan hunian sementara.

Bantuan tersebut disalurkan langsung ke Desa Mbililing dan Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, serta wilayah Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut Dr. Lilik, penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan proses evakuasi dan penyelamatan. Respons awal di tingkat desa juga menentukan kecepatan pemerintah dalam memetakan kondisi dan memenuhi kebutuhan warga.

Karena itu, ia menilai keberadaan Tim Siaga Bencana di tingkat desa perlu diperkuat. Tim tersebut, katanya, tidak harus terlibat langsung dalam proses penyelamatan, tetapi dapat berperan sebagai fasilitator yang melakukan pendataan cepat dan pemetaan situasi di wilayahnya.

“Respons cepat di level daerah akan membantu BPBD lebih cepat mengetahui kondisi topografi, pemukiman yang terisolasi, serta jumlah warga terdampak. Dengan begitu, kebutuhan logistik dapat segera dikirim sesuai kebutuhan,” kata Lilik.

Penanganan dampak gempa juga menyentuh aspek psikologis. Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta memberikan trauma healing kepada warga terdampak, terutama anak-anak, untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana.

Bantuan yang disalurkan mendapat sambutan dari warga. Dominikus Jehadun, salah seorang warga terdampak, mengibaratkan bantuan tersebut seperti gerimis yang datang sebelum hujan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang dibawa dan disalurkan langsung oleh teman-teman SAR UPN ‘Veteran’ Yogyakarta,” ujarnya.

Setelah sekitar satu pekan berada di lokasi dan memastikan distribusi bantuan berjalan di sejumlah wilayah terdampak, seluruh anggota Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta kembali ke Yogyakarta. Mereka tiba dengan selamat di kampus pada Minggu (30/8). (Tor)



BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close