Salat Berjamaah Di Kampung Batik Laweyan Yang Bersejarah

Mei 09, 2020
Sabtu, 09 Mei 2020
Salat Tarawih di Langgar Merdeka yang ada di Jalan dr Rajiman, Kampung Batik Laweyan, Solo.
-----------------------------------------------GUGAT86.com. Surakarta. Malam itu, Jumat (8/5/2020) suasana jama'ah sholat Tarawih di Langgar Merdeka yang ada di Kampung Batik Laweyan, namun berada di pinggir jalan raya dr Rajiman tampak berbeda sekali dengan tahun sebelumnya. Sepi jamamaah. Pastinya, itu semua tidak terlepas dari dampak Virus Corona (Covid-19) yang tengah mengguncang dunia, tidaklah terkecuali Indonesia saat ini.

Bukan bermaksud tidak mengindahkan apa yang menjadi himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk sementara waktu sholat berjamaah di Masjid, Musholla, Langgar dan Surau ditiadakan hingga batas waktu yang juga belum diketahui. "Kami tetap mengadakan sholat berjamaah. Baik Shalot wajib 5 waktu dan Tarawih. Kami juga memenuhi standard PSBB," jelas Drs H Zulfikar Husain, Ketua Yayasan Langgar Merdeka.

Masih menurut penuturan  Gus Upik, sapaan akrab Drs H Zulfikar Husain, sebelumnya jama'ah masuk menuju lantai atas, diharuskan memakai masker penutup hidung dan mulut. Membawa sajadah sendiri juga membawa tas plastik untuk sepatu dan sandal. Masuk melalui pintu putra, keluar melalui pintu putri. Cek suhu dan semprot disinfektan sekaligus cucitangan dengan handsanitizer, usai berwudhu.

Selain dibatasi jumlah jamaah yang tidak lebih dari 20 orang, bagi jamaah yang tengah memiliki gejala flu, batuk, pilek, bersin bahkan demam, disarankan untuk sebaiknya sholat Tarawih di rumah saja. "Mungkin ada satu syarat PSBB yang belum bisa kami penuhi. Shof, jaga jarak diantara makmum satu dengan lainnya. Kami tidak menjaga jarak, tetap shof rapat seperti yang telah diperintahkan Rasulullah. Insyaallah tidak akan terjadi apa apa,"papar Gus Upik yakin jika semuanya kejadian tidak terlepas dari Kuasa Ilahi.

Langgar Laweyan yang tidak jauh dari Langgar Merdeka. Sama, ada di pinggir jalan raya dr Rajiman, Laweyan, Solo.

Berbeda dengan suasana  Langgar Merdeka yang berdiri sejak 1877, adalah Langgar Laweyan 1918. Langgar yang biasa menjadi jujugan bagi orang yang hendak masuk ataupun keluar Kota Solo ini, merupakan tempat sholat favorit. Suasana nyaman, parkir luas sehingga tidak jarang sebelum beranjak meninggalkan langgar, tak jarang mereka mengabadikan dengan foto foto. Bisa Selfi juga bareng keluarga. Langgar Laweyan yang memiliki ornamen serba kayu jati Belanda ini biasa dipakai untuk foto frewedding  sebelum pernikahan.

Kali ini, tanpa bermaksud melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dengan banyak melanggar himbauannya, melainkan menjadikan dilema tersendiri. Artinya, mau ditegaskan sesuai PSBB, jama'ah nya sendiri sepertinya sudah mengetahui. "Buktinya, tahun tahun sebelumnya ratusan jamaah Sholat Tarawih membludag hingga tempat parkir, kini bisa dihitung dengan jari," jelas H Zaini Effendi, selaku Takmir Langgar Laweyan.

Kembali ditegaskan, Ustadz Zaini, sapaan akrab H Zaini Effendi, pada dasarnya pihak langgar Laweyan hanya menyediakan handsanitizer untuk cuci tangan sebelum masuk langgar atau surau."Mau pakai masker, bawa sajadah, sumonggo, silakan saja! Termasuk tengah sakit flu, batuk kami tidak melarang. Hanya saja, jarak shof tetap kami anjurkan. Sumonggo, mau 1 meter atau hanya setengah meter!"tegas Ustadz Zaini, tanpa bermaksud melanggar PSBB.

Alhamdulillah, ditambahkan Ustadz Zaini, tidak lebih dari 15 jamaah Sholat Tarawih di Langgar Laweyan ini, tidak seperti tahun lalu, banyak berdatangan dari kampung Kampung memenuhi Langgar Laweyan. Kali ini hanya pengurus dan jamaah salat wajib saja. "Kalau tidak ada wabah Virus Corona (Covid-19), bisa dipastikan lagi, ratusan jamaah putra putri memadati langgar yang termasuk peninggalan cagar budaya ini,"pungkas Ustadz Zaini.

Malam itu, GUGAT86.com berusaha untuk menemui Pengurus Masjid Laweyan, masjid tertua di Kota Solo, 500 an tahun lalu, bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Pajang, hanya saja masjid tampak sepi dan tertutup pintu-pintu pagarnya. Hanya cahaya lampu terang benderang tampak menghiasi halaman masjid. Dari informasi anak anak muda yang tengah santai duduk di anak tangga pintu masjid, berujar singkat." Masjid Laweyan ditutup jauh hari sebelum datangnya Ramadhan." # N1NG/Yan1.

        ------081325995968-----







Thanks for reading Salat Berjamaah Di Kampung Batik Laweyan Yang Bersejarah | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS