Kajian Islam Ustadz H Ipmawan M Iqbal : MALU

Juli 23, 2020
Kamis, 23 Juli 2020

Malu, kenapa ditutup wajahnya? Bukankah malu itu pada rasa dan hati tempatnya? Kok hati atau dada yang ditutup rapat?
---------------------------------------------------------------


Kajian Islam
Ustadz H Ipmawan M Iqbal :

MALU

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna malu itu merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yg kurang baik. Sifat malu adlh ciri khas akhlak mulia. Mereka yg punya sifat malu bila berbuat salah atau tidak patut baginya pasti menghadirkan penyesalan.

Sifat malu bisa menahan diri seseorang dari perbuatan hina, keji dan tercela. Rasa malu itu akhlak utama, dan perhiasan terindah manusia.

Melalui sifat malu, seseorang akan berusaha mencari harta yg halal dan akan menyesal kalau ketinggalan melakukan kebaikan. Sebaliknya, mereka yg tak ada rasa malu akan biasa saja saat berbuat salah, maksiat dan dosa meski diketahui banyak pihak.

''Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adlh mengucapkan 'La ilaha illallah', dan cabang iman terendah adlh membuang gangguan (duri) dari jalan, dan rasa malu merupakan cabang dari iman.'' (HR Bukhari-Muslim)

Apabila seseorang hilang malu, hilang imannya; secara bertahap perilakunya memburuk, kemudian menurun lebih buruk, dan terus meluncur kehinaan sampai ke derajat paling hina.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ عَبْدًا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ فَإِذَا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا نُزِعَتْ مِنْهُ رِبْقَةُ الْإِسْلَامِ

“Sungguh jika Allah berkehendak utk membinasakan seseorang maka Allah hilangkan rasa malu dari diri orang tersebut. Jika rasa malu sudah tercabut dari dirinya maka tidaklah kau jumpai orang tersebut melainkan orang yg sangat Allah murkai. Setelah itu akan hilang sifat amanah dari diri orang tersebut. Jika dia sudah tidak lagi memiliki amanah maka dia akan menjadi orang yg suka berkhianat dan dikhianati. Setelah itu sifat kasih sayang akan dicabut darinya. Jika rasa kasih sayang telah dicabut maka dia akan menjadi orang yg terkutuk. Akhirnya ikatan keislamannya akan dicabut” (Sahabat Salman AlFarisi)

Allahu a'lamu bishowab.

23 Juli 2020/
2 Dzulhijjah 1441

Thanks for reading Kajian Islam Ustadz H Ipmawan M Iqbal : MALU | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS