Mbah Precet Begal Taqwa Di Jaman Belanda

Maret 29, 2024
Jumat, 29 Maret 2024


 Makam Mbah Precet yang ada di pinggiran jalan. Foy : Yani

GUGAT news.com SOLO

Bisa dipastikan lagi, siapapun orangnya yang berlalu lalang di jalanan Kampung Teposanan, Sriwedari itu, tidak akan pernah terlintas di dalam benak pikirannya jika mendapati bangunan kuburan berada dipinggir jalanan yang memiliki nilai historis, bersejarah.

Adalah Mbah Precet, sosok Bromocorah, begal atau rampok yang berhati luhur dan mulia yang kini terbujur di bawah pusara yang ada di jalan Kampung Teposanan, Sriwedari. Bagaimana tidak luhur dan mulia bahkan bertaqwa? Selain dikenal tokoh sakti mandraguna yang taat beribadah itu telah menganggap dan menyebutnya kepada kaum kolonialis Belanda itu kafir. Sehingga pantas untuk dirampok.

"Cerita run tumurun dari orang tua, Mbah Precet ini dikenal sebagai tokoh masyarakat yang alim dan disegani sekaligus ditakuti, khususnya orang Belanda. Menariknya, meskipun terkenal sebagai perampok harta benda orang orang Belanda, namun dicintai warga masyarakat. Bagaimana tidak? Hasil rampasannya tidak pernah diambil sendiri melainkan langsung dibagikan kepada masyarakat yang banyak membutuhkan," ujar Suryo (65) warga setempat.

Kalau di Inggris, lanjut Suryo, sikap dan perilaku Mbah Precet ini layaknya Robin Hood yang biasa mencuri barang barang dari sang penguasa istana kerajaan untuk diberikan langsung kepada rakyat kecil yang membutuhkan. Ya demikian pula yang dikerjakan Mbah Precet, mencuri harta milik Belanda untuk dibagikan kepada masyarakat wong cilik yang tertindas dijajah Belanda.

"Sepertinya ilmu kesaktiannya yang dimiliki oleh Mbah Precet ini, pernah berdampak pada beberapa peristiwa di area makam Mbah Precet. Dahulu sebelum dibeli pengusaha tekstil sukses dari Solo untuk dijadikan gedung olahraga, GOR seperti saat ini dan hanya makam Mbah Precet saja yang hingga kini tak berkenan dipindahkan. Saat masih dikenal sebagai kuburan precetan, banyak kisah unik terjadi," tutur Suryo.

Kesaktian Mbah Precet, masih menurut penuturan Suryo, yang saat melakukan perampokan di rumah Belanda atau begal di tengah jalan saat Belanda berada di jalanan, tidak pernah tertangkap oleh tentara Belanda. Bahkan pengawalan puluhan tentara Belanda itu tidak mampu untuk menangkap Mbah Precet yang memang sakti mandraguna. Belanda pun dibuatnya kebingungan dengan ulah dan sikap Mbah Precet setiap hari yang banyak membantu wong cilik.

Meskipun jasadnya sudah di kuburkan di area pemakaman Precetan, namun dampaknya masih ada saja. Puluhan tahun lalu, sebelum Makam Precetan berubah menjadi GOR, tidak sedikit pencuri yang manakala dikejar-kejar warga ataupun polisi, begitu masuk ke areal pemakaman Precetan mendadak sepertinya hilang. Baik itu masyarakat ataupun polisi dibuatnya bingung lantaran yang dikejarnya masuk ke pemakaman Precetan mendadak tidak bisa dilihat dengan mata.

"Alhamdulillah...itu kejadian peristiwa puluhan tahun silam, kini itu semua tinggallah cerita. Pasalnya, area Pemakaman Precetan sudah berubah menjadi GOR. Tinggal satu satunya yang ada dan masih ramai diziarahi orang, yaitu Makam Mbah Precet yang ada di luar pagar GOR dan persis di samping jalan Kampung Teposanan, Sriwedari, Laweyan, Solo," pungkas Suryo seraya tersenyum, heran dengan kemampuan kesaktian Mbah Precet. #Vin


Thanks for reading Mbah Precet Begal Taqwa Di Jaman Belanda | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS